Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
PROBOLINGGO JATIM - Pada Jumat (18/9), kasus positif COVID-19 baru di Kabupaten Probolinggo mencapai 145 orang. Penyumbang terbanyak yakni klaster pabrik rokok.

Dari total 145 kasus, 85 persennya merupakan karyawan 2 pabrik rokok. Sedangkan 15 persen lainnya dari kontak erat pasien COVID-19 di rumah sakit.

Penyumbang terbanyak di Kabupaten Probolinggo yakni Kecamatan Paiton, sebanyak 24 kasus. Kecamatan Kotaanyar sebanyak 20 kasus, Kecamatan Pakuniran sebanyak 16 kasus, Kecamatan Kraksan 15 kasus, Kecamatan Pajarakan dan Besuk ada 14 kasus.

Kecamatan Gending sebanyak 10 kasus, Kecamatan Krejengan penambahan 9 kasus, Kecamatan Maron dan Gading ada 8 kasus, Kecamatan Banyuanyar ada 2 kasus, Kecamatan Tiris ada 1 kasus, Kecamatan Dringu 1 kasus, dan Kecamatan Lumbang 2 kasus.

Mengantisipasi terulangnya kembali penambahan jumlah Kasus yang signifikan, pemerintah dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo, terus melakukan tracing keluarga dan yang kontak erat dengan pasien. Lalu melokalisir area untuk sementara, memberhentikan operasional 2 pabrik untuk disinfeksi, dan sterilisasi pada seluruh area pabrik.

Langkah kedua, petugas berupaya melakukan pemutusan mata rantai penularan COVID-19 di titik rawan. Langkah ketiga tim Satgas COVID-19 melakukan upaya perawatan pasien Corona tanpa ada gejala ke rumah sehat, dan untuk pasien dengan gejala sakit parah langsung dilakukan upaya perawatan di rumah sakit, yang ditunjuk oleh Satgas COVID-19 setempat. Seperti yang disampaikan Jubir Ketua Pelaksana Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo Dr Dewi Veronica.

"Penambahan 145 orang terpapar COVID-19 di Kabupaten Probolinggo terlalu tinggi. Membuat pemerintah dan tim Satgas COVID-19 melakukan upaya tracing kontak erat dengan pasien, dan melakukan sterilisasi di area 2 pabrik karyawannya banyak terpapar Corona. Dan upaya penyembuhan pasien dan terus menggelar razia protokol kesehatan," ujar dr Dewi dalam rilis yang diterima wartawan, Sabtu (19/9/2020).

Kemudian Koordinator Gakkum Gugus Tugas Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan, mulai Senin (21/9) Operasi Yustisi soal penggunaan masker akan menerapkan sanksi denda Rp 200 ribu.

"Masih banyak ditemukan warga tidak pakai masker saat razia protokol kesehatan, dan jumlah orang terpapar COVID-19 terus meningkat. Forkopimda dan Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo akan memberlakukan sanksi denda mulai Senin (21/9) besok. Setiap pelanggar akan disanksi sebesar Rp 200," kata Ugas.

Data terkini dari Dinkes Kabupaten Probolinggo, total kasus positif COVID-19 mencapai 866 orang. Yang sudah sembuh 527 orang. Yang masih dirawat 299 orang dan yang meninggal dunia mencapai 40 orang.

Sumber : detik.com

Dalam Sehari, 145 Orang Di Probolinggo Kena COVID-19

BATU MALANG - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batu menerima hasil swab santri Ponpes Al Izzah. Dari 748 orang yang menjalani test, 31 orang dinyatakan positif COVID-19.

"Saat ini 31 orang yang dinyatakan positif COVID-19, dalam kondisi tidak bergejala dan telah dilakukan isolasi secara mandiri di fasilitas pondok pesantren," kata Jubir Satgas COVID-19 Kota Batu, M Chori dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).

Menurut Chori, isolasi mandiri di bawah pengawasan intensif oleh Dinkes Jatim, Dinkes Kota Batu, dan rumah sakit rujukan bagi seluruh santri dan pengelola.

"Yang termasuk kategori kontak erat dengan kasus konfirmasi positif seluruhnya juga telah menjalani karantina mandiri di lokasi yang terpisah dengan kasus terkonfirmasi," tuturnya.

Sampel swab diambil mulai 31 Agustus sampai dengan 13 September 2020, yang melibatkan Dinkes Jatim, puskesmas dan rumah sakit di Kota Batu.

Chori membeberkan, kasus pertama kali muncul di Ponpes Al Izzah pada 23 Agustus 2020 lalu. Satu santri inisial H (14), dinyatakan positif COVID-19 dari swab mandiri, dan kemudian menjalani perawatan di National Hospital, Kota Surabaya.

Sumber : detik.com

31 Santri Ponpes Al Izzah Kota Batu Positif Covid-19

LAMONGAN JATIM - Sebelas santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Babat, Lamongan positif COVID-19. Mereka kini diisolasi di ponpes tersebut dengan standar kesehatan dan dalam pengawasan tim Satgas.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Lamongan, Arif Bachtiar membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, jumlah awal yang diketahui yakni 11 santri. Satgas sudah turun ke lokasi untuk melakukan tes swab di ponpes tersebut.

"Jumlah awal diketahui ada 11 santri, Satgas sudah ke lokasi dan tidak dilakukan rapid, tapi swab agar hasilnya lebih akurat," kata Arif saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (18/9/2020).

Arif menambahkan, para santri yang positif COVID-19 sudah diisolasi di tempat khusus di pondok. Yakni di ruangan yang sesuai dengan standar. Selama masa pemantauan, para santri juga dibantu asupan makanan untuk suplai gizi dan memulihkan kesehatannya.

"Isolasi di tempat khusus di dalam pondok dengan diawasi langsung oleh tim Satgas. Tempat juga sudah dilihat dan memenuhi syarat serta tempatnya terpisah dari santri yang sehat," tambahnya.

Upaya lain yang dilakukan Satgas yakni melakukan tracing kepada para keluarga santri dan melakukan sterilisasi lingkungan pondok. Pondok yang berlokasi di Kecamatan Babat itu juga telah ditutup dan untuk sementara proses belajar mengajar ditiadakan.

Arif juga menambahkan, dari 11 santri yang diketahui positif itu sudah ada yang sembuh. "Sudah dilokalisir dengan harapan tidak ada penyebaran. Isolasi akan dilakukan sampai masa inkubasi 14 hari." tambahnya.

Adanya 11 santri positif COVID-19 ini juga mendapat perhatian anggota Forkopimda Lamongan. Bupati Fadeli, Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidiq Wiyono didampingi Satgas, bertandang ke ponpes tersebut untuk memberikan bantuan sembako, kepada Santri yang saat ini menjalani isolasi mandiri di dalam pondok.

Sumber : detik.com

11 Santri Di Pondok Pesantren Lamongan Positif Corona

BREBES JATENG - Kepala Inspektorat Brebes, Jawa Tengah, Sri Teguh Pambudi, meninggal dunia, Jumat (18/9/2020). Dia menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan di RSUD Brebes sebagai pasien COVID-19.

Keterangan Kepala Dinas Kesehatan Brebes, dr Sartono mengatakan bahwa Sri Teguh Pambudi meninggal pada Jumat dinihari pukul 00.00 WIB. "Tadi malam (Jumat dinihari) Kepala Inspektorat Brebes meninggal di RSUD," kata Sartono kepada wartawan.

Sri Teguh Pambudi, kata Sartono, sudah mengeluhkan sakit sejak beberapa minggu sebelumnya. Terakhir masuk kerja pada Rabu pekan lalu karena kondisinya makin memburuk.

"Minggu malam, dia dirujuk ke RSUD Brebes dan diperiksa swab pada Senin pagi. Hasilnya diketahui pada Senin dan dinyatakan positif (COVID-19)," ungkapnya.

Lima hari menjalani perawatan, Sri Teguh Pambudi meninggal dunia. Dia diketahui memiliki penyakit penyerta yaitu jantung dan hipertensi. "Jadi pasien ini (Sri Teguh Pambudi) memiliki komorbit atau penyakit penyerta jantung dan darah tinggi," sambung dia.

Jenazah pasien langsung dimakamkan Jumat pagi pukul 06.00 tadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Birahi, Brebes. Proses pemakaman menggunakan standar COVID-19.

Sartono menambahkan, hasil tracing terhadap kontak erat, diketahui satu orang karyawan Inspektorat reaktif rapid swab test. Sementara kontak dari pihak keluarga hasilnya semua negatif termasuk anak dan istri pasien.

Sumber : detik.com

Kepala Inspektorat Brebes Meninggal Karena Covid-19

BREBES JATENG - Ketua DPRD Brebes Muhamad Taufik terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Bupati Brebes Idza Priyanti yang sempat hadir dalam rapat paripurna DPRD menjalani tes swab.

"Sejak tadi malam petugas kami langsung tracing dan memeriksa (tes swab) bupati berikut keluarga dan ajudan. Pertimbangannya, karena pada hari Selasa kemarin, hadir di rapat paripurna bersama pasien (Muhamad Taufik)," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Brebes dr Sartono kepada wartawan di kantor Dinkes Brebes, Jumat (11/9/2020).

Selain itu, Pemkab Brebes juga memeriksa pegawai Sekretariat DPRD Brebes. Sartono mengungkap ada 100 orang terdiri dari staf hingga pejabat di Sekretariat DPRD Brebes yang menjalani pemeriksaan.

"Hari ini, tim dari Dinkes sedang memeriksa staf DPRD. Kita memakai rapid swab test. Jadi sampel yang dipakai adalah swab bukan darah," jelas Sartono.

Sedangkan pemeriksaan terhadap para anggota DPRD Kabupaten Brebes dilaksanakan di puskesmas-puskesmas terdekat dari tempat tinggal.

"Ini untuk memudahkan, jadi mereka tidak perlu ke rumah sakit," ujarnya.

Selain itu, aktivitas para anggota DPRD Brebes dihentikan untuk sementara. Salah satunya karena akan ada penyemprotan disinfektan di area gedung DPRD Brebes.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Brebes, Komar, mengatakan pegawai di kantornya yang berusia di atas 50 tahun akan mulai bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai Senin (14/9) pekan depan. Sedangkan bagi pegawai yang berusia di bawah 50 tahun bekerja secara shift atau bergantian.

"Khusus yang 50 tahun ke atas full WFH. Tapi bagi yang di bawahnya, kita gunakan shift. Sehari berangkat sehari WFH," jelas Komar.

Sumber : detik.com

Ketua DPRD Brebes Positif Covid-19, Keluarga Jalani Test Swab

KEDIRI JATIM - Dr. Machmud, Sp. BS., yang merupakan dokter Spesialis Bedah Syaraf di RSUD Gambiran Kota Kediri, meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19.

Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri, DR. Fauzan Adima, saat dikonfirmasi membenarkan kabar duka ini. Dr. Machmud meninggal dunia pada Rabu 9 September 2020 sekitar jam 20.40 di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Sebelum meninggal, Dr. Machmud sempat menjalani perawatan intensif di RS Gambiran pada Agustus 2020 lalu. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, akhirnya pasien dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo pada 24 Agustus 2020. Saat dirujuk, kondisi pasien tetap tidak stabil. Diketahui, pasien mempunyai penyakit jantung.

Dr. Fauzan Adima menambahkan, dari hasil tracing pasien diduga terkena virus corona saat perjalanan ke Jogjakarta karena suatu urusan. Selain itu, istri dr. MACHMUD dan dua anaknya juga dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri dirumahnya yang berada di Perum Candra Kirana, Mojoroto, Kediri.

Rencananya, dr. MACHMUD akan dimakamkan di pemakamanan umum di Kelurahan Mojoroto yang dilakukan petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Sumber : andikafm.com

Kabar Duka, Satu Dokter Di Kediri Meninggal Karena Covid-19

TULUNGAGUNG JATIM - Setelah sempat mereda, Kabupaten Tulungagung kembali mencatatkan tambahan lima kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Tambahan kasus tersebut didominasi pelaku perjalanan.

Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro saat dikonfirmasi menjelaskan kelima pasien masing masing berinisial ADF, TO, FL, LB, dan HN. Dua pasien berasal dari Kecamatan Sumbergempol, dan satu pasien dari Kecamatan Kedungwaru, Gondang, dan  Pakel, Tulungagung. Tiga diantaranya adalah pelaku perjalanan yang mencari surat keterangan sehat sebagai syarat perjalanan. Namun saat dilakukan tes swab, hasilnya positif.

Lima tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini adalah yang tertinggi, setelah kasus Covid-19 di Tulungagung sempat mereda. Untuk itu tracing akan semakin diperketat, termasuk pada pelaku perjalanan dari luar daerah. Selain itu, pemeriksaan secara acak (random) juga dilakukan di setiap lokasi persinggahan oleh pelaku perjalanan. Hal tersebut dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas ke daerah lain.

Para pelaku perjalanan dari luar daerah yang masuk ke wilayah Tulungagung juga masih diwajibkan untuk melakukan isolasi.

Secara kumulatif, hingga 08 September kemarin, total ada 312 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Tulungagung. Sementara 284 diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 berharap masyarakat semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan. GALIH menilai kebijakan pemerintah tidak akan bisa maksimal tanpa partisipasi masyarakat.

Sumber : Andikafm.com

Sempat Mereda, Tulungagung Kembali Catatkan 5 Pasien Positif Covid-19

KEDIRI JATIM– Penanganan Covid-19 di Kabupaten Kediri semakin menunjukkan trend positif. Ini dibuktikan dengan tingkat kesembuhan pasien mencapai 86 persen. Angka ini lebih tinggi dari Jawa Timur 70,31 persen dan Nasional 72,1 persen.

Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri menyebutkan, dari total penderita Covid-19, 601 orang, saat ini tinggal 46 orang pasien, baik dirawat di rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri di rumah. Sehingga tingkat kesembuhannya sebesar 86 persen, meninggal dunia 5,6 persen dan dirawat 7,8 persen.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi mengaku, bersyukur dengan peningkatan angka kesembuhan pasien Covid-19. Terlebih pada dua hari terakhir, jumlah kasus positif di Kabupaten Kediri relatif landai dan hanya ada penambahan 2-3 kasus.

“Alhamdulillah tingkat kesembuhan pasien lumayan tinggi mencapai 80 persen. Kami sangat bersyukur. Semoga Kabupaten Kediri yang berada di zona orange, bisa segera menuju zona kuning dan hijau,” ucap Slamet Turmudi.

Slamet menambahkan, tingginya tingkat kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Kediri dipengaruhi oleh beberapa faktor. Paling utama adalah treatmen yang diberikan. Treatmen yang diberikan mulai dari pemberian multi vitamin, obat-obatan serta penyediaan makanan bergizi kepada pasien.

“Baik yang berada di rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri di rumah kita lakukan pemantauan langsung. Kalau di rumah sakit tentunya oleh tenaga medis di rumah sakit, sementara yang berada di rumah dipantau oleh Puskesmas,” tegas Slamet.

Diakui Slamet, saat ini kategori keksembuhan pasien Covid-19 tidak harus tergantung pada hasil swab test negatif. Tetapi parameternya lebih sederhana. Yakni, ketika dua minggu pasien tidak menunjukkan gejala klinis seperti batuk, demam dan sesak nafas, maka sudah dinyatakan sembuh.

Untuk diketahui, kasus suspek di Kabupaten Kediri hingga Kamis 3 September 2020, proses pemantauan 117 orang, selesai pemantauan 1.900 orang Meninggal 19 orang. Total 2036 orang. Kasus Probable 66 orang, terkonfirmasi positif Covid-19 601 orang dirawat 46 orang, sembuh 521 orang, meninggal 34 orang. Data statistik Covid-19 Kabupaten Kediri juga dapat dilihat di website corona di kedirikab.go.id.

Tingkat Kesembuhan Covid-19 Di Kediri Lampaui Jatim Dan Nasional