Social Items

Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
MAGELANG JATENG -
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto, mengatakan, warga yang kontak erat dan tinggal di sekitar pasien positif dari Karangwuni, Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Terdapat sekitar 18 orang atau pun lebih yang dibawa ke RS Budi Rahayu untuk diperiksa, Kamis (28/5) siang.

"Mereka, kontak erat pasien berusia 64 tahun dari Kramat Utara yang dinyatakan positif.

Tadi pagi ambulans menjemput kontak erat yang di Karangwuni.

Mereka kita fasilitasi angkutan agar lebih enak dan karena ada balita juga.

Alhamdulilah, lancar. Komunikasi sudah sejak tadi malam," kata Majid, Kamis (28/5).

Anggota keluarga dari pasien yang positif sudah diperiksa.

Mereka kini menjalani karantina mandiri di rumah dengan pengawasan petugas kesehatan.

Karantina mandiri dilaksankan sampai hasil uji keluar.

Sementara, anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien positif dari Cacaban yakni seorang bayi berumur 9 bulan, juga telah diperiksa.

Sementara, kontak erat di Cacaban juga telah selesai dites," kata Majid.

Kondisi kedua pasien positif Covid-19 baru sendiri dalam keadaan baik.

Kedua pasien positif kini dirawat di RSUD Tidar Kota Magelang.

Sebelumnya, ada dua kasus baru positif Covid-19 di Kota Magelang yakni seorang pria berusia 64 tahun dan seorang bayi berumur 9 bulan, Kamis (28/5).

Riwayat dari pasien positif bayi dari Cacaban adalah sang ayah sebulan lalu pulang dari Riau.

Sementara itu, riwayat dari pasien positif lansia berusia 64 tahun dari Kramat Utara adalah berpergian ke Temanggung, 15 Mei 2020 lalu.

Bayi 8 Bulan Di Magelang Positif Corona, 18 Orang Diperiksa

SURABAYA - Hingga kini, sebanyak 135 orang tenaga medis di Jatim terpapar positif Covid-19. Lima orang di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah 135 tenaga medis itu terdiri dari 62 perawat, 47 dokter dan sisanya adalah tenaga lab, apoteker atau lainnya.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (28/5/2020) malam mengatakan, bahwa tenaga medis yang terpapar covid-19 itu tersebar di berbagai rumah sakit di Jatim, mayoritas berada di Surabaya.

“Tenaga kesehatan 135 orang yang terinfeksi. Ada 62 perawat di antaranya yang terinfeksi dan 2 meninggal dunia. Kemudian, yang masih menjalani perawatan medis ada 28 orang.

Dan, 47 dokter yang terinfeksi Covid-19 dan ada 3 yang meninggal dunia. Sedangkan yang masih menjalani perawatan ada 23 dokter,” kata dr Kohar.

Disinggung tentang informasi ada beberapa tenaga medis di RS Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya yang positif Covid-19, dr Kohar tidak memberikan komentar. “Nah itu silakan tanya langsung saja ke pihak RSUA,” ujarnya.

Yang jelas lanjutnya, tenaga medis yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini selain dari perawat dan dokter juga ada dari bagian lain, seperti apoteker. Namun, jumlahnya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan perawat dan dokter yang langsung bersentuhan dengan para pasien Covid-19.

Sebanyak 135 Tenaga Medis di Jatim Terinfeksi Virus Corona, 5 Meninggal Dunia

BLITAR JATIM - Kabar Gembira datang dari Blitar, lima pasien yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 di Kabupaten Blitar hari dinyatakan sembuh.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, saat dikonfirmasi menyampaikan, hasil swab kelima pasien yang keluar pada hari ini menyatakan negatif Covid-19, kamis 28/05/2020.

Pasien ini meliputi satu warga Nglegok, satu Dokter warga Srengat, satu Bidan warga Bakung, satu Dokter warga Wates dan laki-laki warga Wates yang merupakan klaster Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Selama masa perawatan, kelima pasien ini menunjukkan peningkatan kesehatan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar juga memastikan bahwa kelima pasien ini dipastikan sembuh tetapi tetap mendapatkan pengawasan dari petugas medis.

Saat ini di kabupaten Blitar Jumlah pasien Positif Covid 19 berjumlah 10 orang, sembuh 5 orang, meninggal dunia 3 orang, dan dalam perawatan 2 orang.

Untuk dua pasien positif dalam perawatan, satu orang pasien melakukan isolasi mandiri dirumah dengan dengan diawasi pihak desa dan gugus tugas Kecamatan.

Sedangkan satu pasien positif masih dirawat di RSUD Mardi waluyo Blitar. Kedua pasien positif tersebut, harus tetap menjalani test swab secara bertahap, hingga dinyatakan hasilnya negatif virus corona.

Kabar Gembira, 5 Pasien Positif Corona Di Blitar Dinyatakan Sembuh

MAGELANG JATENG - Setelah sempat mengalami nihil kasus baru selama empat hari terakhir, pasien terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19) di Kabupaten Magelang bertambah empat kasus. Dari tambahan empat tersebut, salah satunya meninggal dunia.

Empat tambahan kasus positif Corona tersebut terdiri dua orang dari Kecamatan Tempuran, satu orang dari Kecamatan Bandongan dan satu orang dari Kecamatan Tegalrejo. Untuk dua orang yang dari Kecamatan Tempuran, salah satunya meninggal dunia dan satunya lagi masih balita.

"Empat hari terakhir zero kasus. Hasil swab keluar untuk empat pasien positif. Satu pasien meninggal dunia," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, Kamis (28/5/2020).

"Untuk yang meninggal ini, seorang perempuan berusia 58 tahun. Yang bersangkutan memiliki penyakit penyerta. Sebelumnya dia dirawat di RSUD Tidar, Senin (25/5) hingga Kamis (28/5)," jelasnya.

Menurut Nanda, dengan tambahan pasien positif baru ini, kemudian yang meninggal dan sembuh, jumlah pasien terkonfirmasi positif kini ada 72 orang. Selain itu, ada satu pasien yang dinyatakan sembuh dari Kecamatan Ngablak.

"Dengan tambahan pasien baru, meninggal dan sembuh ini, jumlah pasien terkonfirmasi positif kini ada 72 orang. Untuk yang sembuh menjadi 27 orang," kata Nanda.

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) hingga saat ini, kata Nanda, bertambah satu orang dari Kecamatan Candimulyo sehingga berjumlah 27 orang. Kemudian, ada satu orang yang dinyatakan sembuh dari Kecamatan Mungkid.

"Dengan tambahan satu PDP sembuh itu, kini ada 130 PDP sembuh. Sedang jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dari 49 berkurang tujuh orang karena lolos pantau sehingga menjadi 42 orang," ujarnya.

Sempat Nihil, Pasien Positif Corona Di Magelang Bertambah 4 Hari Ini

REMBANG JATENG - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia di ruang isolasi RSUD dr R Soetrasno Rembang, siang tadi. Pasien yang diketahui sebagai pegawai negeri sipil (PNS) itu baru dirawat sehari dan belum sempat dites swab.

Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 42 tahun itu merupakan warga di Kecamatan Sulang, Rembang. Dia bertugas sebagai PNS di lingkup Pemkab Blora.

Pasien tersebut mengalami gejala batuk, pilek dan sesak napas sejak seminggu yang lalu. Pasien itu lalu memeriksakan diri di Puskesmas Sulang, hingga dirujuk ke RSUD dr R Soetrasno Rembang pada Rabu (27/5) malam.

"Yang bersangkutan memeriksakan diri ke Puskesmas Sulang dulu, kemudian dirujuk menuju RSUD dr R Soetrasno Rembang, Rabu malam. Saat menjalani rapid test, hasilnya nonreaktif," kata Humas gugus tugas COVID-19 Rembang, Arief Dwi Sulistia saat dihubungi wartawan, Kamis (28/5/2020).

Arief menyebut pasien itu belum sempat dites swab dan baru dilakukan rapid test. Hasil rapid testnya pun nonreaktif.

"Lantaran mengalami sesak napas berat, sehingga dimasukkan ke ruang isolasi. Namun belum sempat dites swab, pasien meninggal dunia, Kamis siang," imbuhnya.

Meski begitu, proses pemakaman terhadap jenazah pasien tetap menggunakan standar protokol COVID-19.

"Rencana pemakaman langsung dikomunikasikan oleh pihak kecamatan dan Puskesmas setempat. Insyaallah komunikasi berjalan dengan baik. Melalui kesiapsiagaan warga menjalankan protokol kesehatan, semoga COVID-19 lekas berlalu," terangnya.

Tak hanya itu, ada juga satu kasus pasien positif Corona yang meninggal di Rembang. Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki berinisial N berusia 56 tahun warga di Kecamatan Kaliori, Rembang itu sempat menjalani rawat isolasi di RSUD dr R Soetrasno Rembang selama 9 hari.

"Pasien dinyatakan meninggal dunia, kami dapat informasi dari pihak rumah sakit, pukul 18.10 WIB dinyatakan meninggal dunia," sambung Arief.

Arief menyebut pasien itu dirawat sejak Rabu (20/5) dan dinyatakan meninggal Kamis (28/5) sore tadi. Pasien ini merupakan rujukan Puskesmas Kaliori dengan keluhan panas, batuk, dan sesak napas.

"Pekerjaan sopir, sebelum sakit, pasien sempat mengantar melon ke Jakarta. Praktis sembilan hari dirawat," jelasnya.

Meninggalnya pasien tersebut menjadi kasus meninggal pertama di Kabupaten Rembang akibat COVID-19. Sebelumnya ada tiga pasien positif Corona dan dinyatakan sembuh.

Berdasarkan data gugus tugas COVID-19 per Kamis (28/5), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD dr R Soetrasno sebanyak enam orang, sedangkan pasien positif COVID-19 ada satu orang.

Kabar Duka, Satu PDP Virus Corona Di Rembang Meninggal Dunia

JEMBER JATIM - Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terus bertambah. Pemerintah Kabupaten Jember mengumumkan ada tambahan 5 Orang warga yang terkonfirmasi, Kamis (28/5/2020).

Sebanyak enam orang di antaranya sudah sembuh, tiga orang meninggal dunia, dan 24 orang masih dirawat. Tiga orang warga yang meninggal dunia itu adalah warga luar Jember, warga Kecamatan Patrang, dan warga Kecamatan Kencong.

“Kasus ke-29 adalah warga Desa Sukojember, Kecamatan Jelbuk. Kasus ke 30 adalah warga Desa Padomasan, Kecamatan Jombang. Kasus ke-31 adalah warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Kasus ke-32 adalah warga Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Kasus ke-33 adalah warga Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono.

Sementara enam Pasien sembuh adalah warga Kelurahan Sempusari, Kepatihan (Kaliwates), Desab Jombnang (Kecamatan Jombang), Desa Ajung (Kecamatan Ajung), Desa Grenden (Kecamatan Puger), Desa Klungkung (Kecamatan Sukorambi).

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 165 orang, 14 orang di antaranya adalah warga luar Jember. Jumlah kasus PDP terbanyak di Kecamatan Sumbersari dan Patrang, masing-masing 16 kasus.

Bertambah, 5 Warga Jember Terkonfirmasi Positif Corona

MOJOKERTO JATIM - Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto kembali mencatat adanya tambahan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Update per tanggal 28 Mei 2020, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto bertambah satu orang yakni seorang tenaga kesehatan (nakes) asal Kecamatan Gondang.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto mengatakan, dengan adanya tambahan satu pasien positif terkonfirmasi Covid-19 tersebut sehingga total jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto sebanyak 31 pasien positif.

“Pasien positif 31 merupakan nakes asal Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, seorang perempuan berinisial E usia 22 tahun dan pekerjaannya sama dengan pasien positif 30. Yakni di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Kota Surabaya,” ungkapnya.

Masih kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto ini, sample untuk uji swab pasien positif 31 telah diambil pada tanggal 18 Mei 2020 lalu di RSUA Kota Surabaya. Hasilnya uji swab terhadap pasien positif 31 baru keluar, Kamis hari ini dengan hasil positif terkonfirmasi Covid-19.

“Pasien positif 31 ini masuk kategori OTG yakni Orang Tanpa Gejala dan saat ini pasien E menjalani isolasi mandiri di Kota Surabaya. Meski bekerja di Kota Surabaya dan tinggal di Kota Surabaya, tapi karena KTP merupakan warga Kabupaten Mojokerto sehingga data masuk Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.

Dengan adanya tambahan satu orang pasien positif terkonfirmasi Covid-19 hari ini, jumlah total pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto berjumlah 31 orang. Dengan rincian, sebanyak 28 pasien masih menjalani perawatan, dua pasien positif sudah sembuh dan satu pasien meninggal dunia warga Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Tenaga Medis di Mojokerto Kembali Terjangkit Virus Corona

Bupati Batang Wihaji didampingi Tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 kembali mengkonfirmasi adanya penambahan tiga kasus positif.

Dari tiga pasien positif virus corona tersebut dua di antaranya pedagang di Pasar Blado dan satu lagi merupakan kuli di Pasar Induk Jakarta.

"Dua orang pedagang merupakan suami istri warga Kecamatan Blado, ini masih kami telusuri riwayatnya, untuk yang satu riwayatnya jelas karena bekerja sebagai kuli di pasar induk Jakarta," terang Bupati Batang Wihaji saat konferensi pers, Kamis (28/5/2020).

Saat ini ketiga pasien telah diisolasi di RSUD Kalisari Batang, dan termasuk dalan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Ketiganya OTG, meski begitu jika swab positif tetap kami isolasi di Rumah Sakit, agar mendapat pengawasan," ujarnya.

Dengan adanya kasus positif pedagang di Pasar, maka Pemerintah Kabupaten Batang akan melakukan stimulasi baru dengan penataan jarak di semua pasar.

"Kemarin sudah dilakukan rapid test massal di Pasar, ada total 16 reaktif, kasus baru ini ada pedagang positif hasil swab maka kami akan lakukan penataan dan pembenahan di semua pasar," pungkasnya.

Sementara data kumulatif di Kabupaten Batang terdapat 30 kasus positif, di antaranya 17 pasien dirawat, 12 sembuh, satu meninggal.

Sedangkan ODP 105 orang dan PDP 2 orang.

Kasus Corona di Batang bertambah 3 orang