Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
REMBANG JATENG - Ucapan bela sungkawa atas wafatnya Ketua DPRD Rembang, KH Majid Kamil MZ, terus berdatangan. Karangan bunga pun berjejer di kompleks Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Desa Karangmangu Kecamatan Sarang, Rembang.

Berdasarkan pantauan, karangan bunga datang dari berbagai tokoh maupun partai politik. Karangan bunga sendiri mulai berdatangan sejak Senin (13/7/2020) pagi hingga sore ini.

Namun, suasana rumah duka pria yang akrab disapa Gus Kamil itu tampak sepi aktivitas. Hanya tamu tertentu saja yang dapat melayat masuk ke dalam rumah Gus Kamil.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku dirinya juga telah datang ke rumah duka di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang. Ia mengaku datang bersama jajaran pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Tadi barusan ini saya pulang dari sana. Sama jajaran pengurus partai, untuk menyampaikan rasa bela sungkawa kami. Tapi tadi cuma terbatas, dan nampaknya tidak dibuka secara umum bagi pelayat," paparnya kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Salah seorang santri ndalem, Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Asrofi, menyebut pihak keluarga masih cukup syok atas meninggalnya Gus Kamil, yang juga merupakan putra dari KH Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen.

"Masih syok, pastinya iya (rumah terbatas untuk tamu pelayat)," kata Asrofi saat dimintai konfirmasi wartawan melalui pesan singkat.

Tak hanya di rumah duka, karangan bunga ucapan bela sungkawa juga nampak terlihat di sekitaran gedung DPRD Kabupaten Rembang. Bahkan, bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang simbol berduka.

Diberitakan sebelumnya, Gus Kamil meninggal dunia di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Minggu (12/7). Jenazah Gus Kamil langsung dimakamkan pada dini hari tadi menggunakan protokol virus Corona.

Gus Kamil merupakan anak ketiga dari mendiang Mbah Moen. Sebelum meninggal, dia dirawat sejak 6 Juli lalu di rumah sakit tersebut. Dari uji swab terkonfirmasi bahwa Gus Kamil positif virus Corona.

Sumber : m.detik.com

Innalilahi... Gus Kamil Dari Pesantren Al-Anwar Sarang Meninggal

LAMONGAN JATIM - Kabar Duka datang dari kabupaten Lamongan. Seorang dokter meninggal pada Minggu (12/7) dengan status positif COVID-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lamongan dr Eko Wahyuhono membenarkan kabar meninggalnya dokter tersebut. Dokter yang meninggal tersebut yakni dr Arief Agoestono Hadi yang juga anggota IDI Lamongan.

"Kami turut berduka cita yang amat mendalam atas wafatnya salah satu anggota IDI Cabang Lamongan pada Minggu, 12 Juli 2020," kata Eko Wahyuhono, Senin (13/7/2020).

Eko menuturkan, pihaknya tidak mengetahui sebab pasti meninggalnya dokter tersebut, karena tidak ikut merawat. Namun ia memastikan jika yang bersangkutan terpapar virus Corona.

Awalnya, kata Eko, dokter itu dirawat di Lamongan kemudian dirujuk ke Surabaya. Sehari sebelumnya, istri korban juga meninggal dunia karena COVID-19.

"Sebab kematian langsung saya tidak tahu karena tidak ikut merawat. Tapi beliau confirmed positif COVID-19," terangnya.

Lebih jauh Eko berpesan kepada masyarakat, untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Sebab, pandemi COVID-19 belum berakhir.

"Disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan terutama cuci tangan pakai sabun, pakai masker, sosial distancing, dan hindari kerumunan," tambahnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Lamongan Taufik Hidayat juga membenarkan, salah seorang tenaga medis di Lamongan meninggal dunia karena COVID-19. "Betul. Beliau  dirawat dirumah sakit Surabaya," kata Taufik.

Sumber rujukan : m.detik.com

Innalilahi... Kabar Duka, Dokter Di Lamongan Meninggal Terpapar Covid-19

SOLO - Kabar duka, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Syamsul Bahri meninggal dunia di RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo. Warga Solo itu meninggal usai dinyatakan positif COVID-19.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih. "Iya, meninggal dunia setelah dinyatakan positif," kata Ning saat dikonfirmasi wartawan, Senin (13/7/2020).

Sekretaris DPD Golkar Solo, Bandung Joko Suryono juga membenarkan kabar tersebut. Syamsul Bahri diketahui sempat melakukan perjalanan ke Jawa Timur.

"Betul, kabarnya sempat ke Jawa Timur, lalu langsung ke Moewardi. Di sana dites, positif," kata Bandung saat dihubungi wartawan.

Bandung mengatakan Syamsul Bahri dalam Pileg 2019 lalu terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Tengah dari Partai Golkar Dia merupakan warga Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo.

"Dia anggota DPRD Jawa Tengah dari Partai Golkar. Rumahnya di Sumber," ujar dia. "Dia anggota DPRD Jawa Tengah. Rumahnya di Sumber," lanjut Bandung.

Hingga Minggu (12/7) kemarin, Kota Solo mencatatkan penambahan 18 kasus. Jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Solo menjadi 63 orang positif dengan rincian 22 dirawat, 4 meninggal dan 37 sembuh. Gugus Tugas COVID-19 Kota Solo menyebut saat ini Solo masuk zona hitam Corona.

Dengan meninggalnya Syamsul Bahri, maka jumlah kematian karena COVID-19 di Solo bertambah menjadi 5 orang. Terakhir kali Pemkot Solo mencatatkan kasus kematian karena positif COVID-19, yakni pada 29 April 2020 lalu.

Sumber rujukan : m.detik.com

Kabar Duka, Anggota DPRD Jawa Tengah Meninggal Terpapar Covid-19

SURABAYA - Kabar duka kembali datang dari tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 di Surabaya Jawa Timur.
Dalam Sehari, mingggu 12/07/2020, Dua Dokter yang menangani pasien Corona di Jatim Meninggal terpapar Covid-19.

Yang pertama Almarhum dr Deni Chrismono Raharjo meninggal, Minggu (12/7/2020), pukul 05.00 WIB di RSU dr Soetomo.

"Meninggal hari ini karena COVID-19. Ini saya masih mengumpulkan keterangannya," kata Ketua IDI Jatim Dr dr Sutrisno SpOG (K) saat dihubungi wartawan, Minggu (12/7/2020).

Sutrisno mengatakan, almarhum meninggal setelah dirawat selama dua pekan. "Dr Deni sempat dirawat selama dua minggu di rumah sakit Surabaya," ujarnya.

Sementara Ketua IDI Surabaya dr Brahmana Askandar SoPG mengatakan, almarhum dr Deni merupakan dokter yang bertugas di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya. Sebelum dimakamkan, almarhum disemayamkan RSJ Menur terlebih dulu.

"Masih belum tahu (Dimakamkan di Surabaya atau kampung halaman). Masih lewat RSJ Menur, karena beliau dinas di sana," jelasnya.

Yang kedua Dokter Budi Luhur yang bertugas di Gresik, Jatim, meninggal, Minggu (12/7/2020) di rumah sakit Surabaya.

"Dokter Budi meninggal hari ini karena COVID-19. Ini saya masih mengumpulkan keterangannya," kata Ketua IDI Jatim Dr dr Sutrisno SpOG (K) saat dihubungi wartawan, Minggu (12/7/2020).

Sutrisno mengatakan, almarhum yang menjadi anggota IDI Gresik sempat dirawat selama sepekan. Dan hari ini dr Budi mengembuskan nafas terakhirnya.

"Dokter Budi sempat dirawat selama seminggu. Dokter Budi masih saya telusuri," ujarnya.

Sedangkan untuk insenfif dan santunan, IDI Jatim akan segera mengurusnya. "Nanti akan kita urus (intensif dan santunan)," kata dia.

Jadi total hingga kini, ada 17 dokter di Jatim yang meninggal karena terpapar COVID-19. "Ada 17, semuanya terpapar COVID-19," pungkasnya.

Dalam Sehari, Dua Tenaga Medis Di Jatim Meninggal Terpapar Covid-19

SURABAYA - Kabar duka kembali datang dari tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 di Jatim. Dokter Budi Luhur yang bertugas di Gresik, Jatim, meninggal, Minggu (12/7/2020) di rumah sakit Surabaya.

"Dokter Budi meninggal hari ini karena COVID-19. Ini saya masih mengumpulkan keterangannya," kata Ketua IDI Jatim Dr dr Sutrisno SpOG (K) saat dihubungi wartawan, Minggu (12/7/2020).

Sutrisno mengatakan, almarhum yang menjadi anggota IDI Gresik sempat dirawat selama sepekan. Dan hari ini dr Budi mengembuskan nafas terakhirnya.

"Dokter Budi sempat dirawat selama minggu. Dokter Budi masih saya telusuri," ujarnya.

Sedangkan untuk insenfif dan santunan, IDI Jatim akan segera mengurusnya. "Nanti akan kita urus (intensif dan santunan)," kata dia.

Jadi total hingga kini, ada 17 dokter di Jatim yang meninggal karena terpapar COVID-19. "Ada 17, semuanya terpapar COVID-19," pungkasnya.

Sumber : m.detik.com

Kembali Berduka, Dokter Yang Bertugas di Gresik Meninggal Dunia

BLITAR JATIM - Seorang pasien sembuh dari virus Corona mendapat sambutan luar biasa dari warga di lingkungannya. Selain mendapat bucket bunga dari camat setempat, keluarga juga menggelar elekton.

Pasien yang telah dinyatakan sembuh itu bernama Dameria Suci Wijayanti. Wanita berusia 41 tahun ini adalah Sekretaris Dewan di Pemkab Blitar.

Warga Kelurahan Bendo Kecamatan Kepanjenkidul ini hasil tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG). Pada tanggal 17 Juni 2020 mengikuti Rapid Diagnostic Test (RDT) yang dilakukan oleh instansinya dan hasilnya reaktif.

Kemudian dilanjutkan pemeriksaan spesimen tanggal 22 Juni 2020. Pada tanggal 29 Juni 2020 keluar hasil positif. Yang bersangkutan tidak mengalami gejala ke arah COVID-19 ini isolasi di RS Rujukan COVID-19 Kota Blitar sejak 29 Juni dan dinyatakan sembuh pada 10 Juli.

Suci diantar pulang menggunakan ambulance rumah sakit dan turun di ujung gang, Jumat (10/7) sekitar pukul 19.00 WIB. Sudah banyak warga di lingkungannya menyambut dengan riang. Karena Suci terkenal dikenal ramah dan suka menolong tetangga sekitarnya.

Begitu turun dari ambulance, warga bertepuk tangan senang. Camat Kepanjenkidulpun memberikan seikat karangan bunga sebagai simbol ucapan selamat datang, kembali sehat bisa berkumpul dengan sanak keluarga.

"Begitu dapat laporan ada warga saya dinyatakan sembuh dan diantar pulang, saya langsung koordinasi dengan pihak Babinkamtibmas untuk mengadakan acara penyambutan. Sekaligus sosialisasi menegakkan disiplin protokol kesehatan," kata Camat Kepanjenkidul Parminto dihubungi wartawan, Sabtu (11/7/2020).

Sambil berjalan menuju rumahnya, hampir semua warga berdiri di depan rumah mereka, sambil mengucap syukur atas kesembuhan Suci. Alunan suara musik dari elekton kemudian terdengar bergema, ikut merayakan kesembuhan Suci sebagai anugerah.

"Iya keluarganya punya nazar. Kalau Bu Suci sembuh akan ditanggapke (digelar) elekton. Itupun tetap ketat protokol Corona ya dan hanya sekitar 1,5 jam sudah selesai," imbuh Parminto.

Dalam sambutan itu, Parminto kembali mengingatkan warga untuk tetap disiplin memakai masker, rajin cuci tangan dan selalu menjaga jarak aman. Walaupun Kota Blitar masuk zona kuning, namun jika warga abai bisa memicu munculnya pasien terinfeksi virus Corona yang baru.

"Saat ini yang terpenting, ketika keluar rumah harus pakai masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak aman. Ini satu-satunya cara yang bisa kita semua lakukan. Karena disiplin adalah vaksin," pungkasnya.

Sumber rujukan : m.detik.com

Pasien Sembuh Corona Di Blitar Disambut Meriah Dengan Elekton

TRENGGALEK JATIM - Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Trenggalek kembali mengumumkan tiga pasien positif Covid-19 berdasarkan swab test yang keluar Jum'at kemarin. Mereka terpapar virus corona ketika bekerja di luar Trenggalek.

Dua orang mengalami gejala sakit dan satu orang masa kerjanya habis, sehingga harus pulang kampung ke Trenggalek.

Juru Bicara Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Trenggalek, dr. Murti Rukiyandari ketika dikonfirmasi mengatakan, dua pasien saat ini dirawat di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Pasien pertama laki-laki, asal Desa Ngares Kecamatan Trenggalek berprofesi sebagai sopir di Sidoarjo.

Selama pemberlakuan PSBB pasien tidak pulang ke Trenggalek. Selesai PSBB pasien pulang ke Trenggalek. Karena mengalami keluhan demam dan pusing selama enam hari sehingga melakukan pemeriksaan di laboratorium dan dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Kemudian pasien kedua, laki-laki, asal Kelurahan Kelutan Kecamatan Trenggalek. Bekerja di bengkel dinamo mobil milik kakaknya yang ada di Pasuruan. Karena nafsu makan menurun, lemas, sesak dan kadang-kadang batuk sehingga diantar pulang ke Trenggalek.

Ketika dilakukan rapid test oleh Puskesmas Trenggalek dengan hasil reaktif, pasien kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Serta satu orang pasien laki-laki, asal Desa Sukorejo Kecamatan Tugu saat ini menajalani karantina di asrama Balai Diklat BKD Trenggalek. Pasien sebelumnya bekerja di pabrik tahu yang ada di Kota Ambon Maluku. Pasien pulang ke Trenggalek menggunakan pesawat melalui Bandara Juanda, Surabaya. Melanjutkan perjalanan ke Trenggalek menggunakan travel bersama 7 orang lainnya.

Pasien di rapid test karena teman 1 travel dengannya reaktif ketika di rapid test. Ketika di swab test, pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Pulang Dari Luar Kota, Tiga Warga Trenggalek Positif Corona

KEDIRI JATIM - Salah seorang anak usia 4,5 tahun dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani isolasi mandiri. Dia merupakan warga Desa Mukuh Kecamatan Kayen Kidul. Anak tersebut tertular dari kakaknya, masuk klaster Pondok Pesantren Temboro, Magetan.

Selain itu, seorang anak laki-laki usia 6 tahun, warga Desa Padangan Kecamatan Kayen Kidul juga dinyatakan sembuh. Pasien tersebut tertular Covid-19 dari keluarga terdekat, klaster Desa Padangan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib mengatakan, selain dua anak yang dinyatakan sembuh, kemarin ada tambahan lagi 5 warga Kabupaten Kediri sembuh dari Covid-19. Mereka merupakan satu warga Desa Langenharjo Kecamatan Plemahan, dua warga Desa Kuwik Kecamatan Kunjang, satu warga Desa Sukorejo Kecamatan Gurah, satu Desa Bobang Kecamatan Semen.

Ahmad Khotib menambahkan, pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kediri bertambah lima orang. Seorang perempuan usia 59 tahun, warga Desa Pesing Kecamatan Purwoasri. Pasien sudah meninggal pada 3 Juli 2020 di RSUD Pare Kediri, sebelum hasil swab keluar. Seorang perempuan usia 28 tahun, warga Desa/Kecamatan Kandangan, Klaster Sidoarjo, saat ini isolasi mandiri.

Seorang laki-laki usia 30 tahun, warga Desa Titik Kecamatan Semen, klaster Pabrik Rokok Araya, isolasi mandiri. Lalu, dua orang warga Desa Padangan yang terpapar Covid-19 dari Kasus Padangan sebelumnya. Laki-laki usia 41 tahun dan wanita 31 tahun, saat ini menjalani isolasi mandiri.

Saat ini terdapat 252 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri, dengan rincian 167 orang dirawat, 69 orang sembuh dan 16 orang meninggal.

Sumber : Andikafm.com

Bocah Usia 4 Tahun di Kediri Sembuh Dari Corona