Showing posts with label Manfaat Sholat Taubat. Show all posts
Showing posts with label Manfaat Sholat Taubat. Show all posts

Sunday, November 25, 2018

Hukum dan Manfaat Sholat Fardhu Berjamaah Dalam Islam

HUKUM SHOLAT BERJAMAAH


Menurut Jumhur Ulama’, sholat berjama’ah hukumnya sunnah muakkad, sedangkan menurut Imam Ahmad Bin Hanbal, sholat berjama’ah hukumnya wajib. Rosulullah SAW selama hidupnya sebagai Rosul belum pernah meninggalkan sholat berjama’ah di masjid meskipun beliau dalam keadaan sakit.

Rosululah SAW pernah memperingatkan dengan keras keharusan sholat berjama’ah di masjid, sebagai mana diuraikan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori Muslim berikut :

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدهممت أن اَمُرَ بِحَطْبٍ فَيَحْتَطِبُ ثُمَّ اَمُرَ بِا لصَّلاَةِ فَيُؤَذِّنَ لَهَا ثُمَّ اَمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسَ, ثُمَّ اُخَالِفَ اِلَى رَجُالٍ لاَيَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحْرِقَ عَلَيْهِم بُيُوتَهُمْ – متفق عليه

Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya, sungguh aku bertekad menyuruh mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku suruh seorang adzan untuk sholat dan seseorang untuk mengimami manusia, kemudian aku pergi kepada orang-orang yang tidak ikut sholat, kemudian aku bakar rumah mereka”

Pada suatu saat Rosulullah didatangi oleh salah satu sahabat yang dicintainya, yaitu Abdullah Bin Umi Maktum. Ia berkata kepada Rosulullah bahwa dirinya buta dan tidak ada yang menuntunnya ke masjid sehingga ia memohon kepada Nabi untuk memberinya keringanan untuk tidak melaksanakan sholat berjama’ah di masjid. Selanjutnya Rosulullah bertanya kepadanya:

هَلْ تَسْمَعُ النّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ؟ قَالَ نَعَمْ. قَالَ : فَأَجِبْ..

Begitulah seruan Rosulullah kepada umatnya agar senantiasa menunaikan sholat berjama’ah di masjid sekalipun kepada sahabatnya yang tidak bisa melihat alias buta. Bagaimana dengan kita umatnya, yang diberikan kenikmatan yang sempurna.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rosulullah bersabda :

لاَصَلاَةَ لِمَنْ جَارَ الْمَسْجِدَ اِلاَّ بِالْجَمَاعَة وَفِى رِوَايَة اِلاَّ فِى الْمَسْجِد – رواه احمد

Tidak sempurna sholat seseorang yang bertetangga dengan masjid kecuali dengan berjama’ah. Dalam suatu riwayat, kecuali di masjid”.

Hadits-hadits di atas menunjukkan betapa pentingnya sholat berjama’ah. Rosulullah menekankan bahwa sholat jama’ah dilaksanakan di masjid. Karena masjid didirikan bukan untuk bemegah-megahan, melainkan untuk diramaikan atau dimakmurkan.

Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 18 :

إنَّمَا يَعْمُرً مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ أمَنَ بِاللهِ وَاليَوْمِ الأخِرِ وَأقَامَ الصَّلاَةَ وَأَتَى الزَّكَوةَ وَلَمْ يَخْشَ إلاَّ اللهَ

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut selain kepada Allah.”

Berikut ini adalah Manfaat Sholat Berjamaah berdasarkan Hadits :

1. Allah SWT akan melipatgandakan pahala sholat secara berjama’ah

Rosulullah sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :

صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ

Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti pelaksanaan shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam Hadist yang lain, Rasulullah Sholallahu Alaihi wassalam bersabda :

صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة

Shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلَاةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى فَأَبْعَدُهُمْ وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الْإِمَامِ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الَّذِي يُصَلِّيهَا ثُمَّ يَنَامُ

Manusia paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalannya, lalu yang selanjutnya. Dan seseorang yang menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya (sendirian) kemudian tidur.” (HR. Muslim)

من صلَّى العشاء في جماعة فكأنما قام نصف الليل ، ومَن صلّى الصبح في جماعة فكأنما قام الليل كله

Barangsiapa shalat isya’ secara berjamaah maka seakan-akan dia melakukan shalat separuh malam. Barangsiapa shalat subuh berjamaah maka seakan-akan dia shalat seluruh malam.” (HR. Muslim)

2. Sholat berjama’ah Menghindarkan dari gangguan syaitan

Hal ini sesuai dengan sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam :

مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

“Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).” (HR. Abu Daud dan  An-Nasai)

3. Allah SWT Melindungi di hari Kiamat

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Rabb-nya, seseorang yang hatinya bergantung di masjid-masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah berkumpul dan berpisah karena-Nya, seseorang yang dinginkan (berzina) oleh wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, maka ia mengatakan,’ Sesungguhnya aku takut kepada Allah’,seseorang yang bersadaqah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di nafkahkan oleh tangan kanannya, dan seseorang yang mengingat Allah dalam keadaan sepi (sendiri) lalu kedua matanya berlinang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Allah SWT menghapus kesalahan dan meninggikan Derajatnya

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang perkara yang akan menghapuskan kesalahan-kesalahan dan juga mengangkat beberapa derajat?” Para sahabat menjawab,”Tentu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda,”Menyempurnakan wudhu’ pada saat yang tidak disukai, banyak melangkah ke masjid-masjid, dan menunggu shalat setelah melaksanakan shalat. Maka, itulah ar-tibath (berjuang di jalan Allah).” (HR. Muslim)

5. Allah SWT menjanjikan Surga bagi Mereka

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda

“Ada tiga golongan yang semuanya dijamin oleh Allah Ta’ala, yaitu orang yang keluar untuk berperang di jalan Allah, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalu memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala dan ghanimah, kemudian orang yang pergi ke masjid, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalau memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala, dan orang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka ia dijamin oleh Allah.”(HR. Abu Dawud)

6. Allah SWT akan memuliakan Dirianya

Barangsiapa yang berwudhu’ di rumahnya dengan sempurna kemudian mendatangi masjid, maka ia adalah tamu Allah, dan siapa yang di kunjunginya wajib memuliakan tamunya.” (HR. ath Thabrani)

Di dalam Kiitab az Zuhd, Imam Ibnul Mubarak rahimahullah meriwayatkan dari ‘Amr bin Maimun, bahwasannya ia mengatakan, “Para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengatakan,’Rumah Allah di bumi adalah masjid, dan Allah wajib memuliakan siapa yang mengunjungi-Nya di dalamnya”

7. Sholat berjama’ah dapat menghindarkan dari Sifat Munafik

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :

مَنْ سَرَّهُ أنْ يَلْقَى اللَّهَ غَدًا مُسْلِمًا فَلْيُحَافِظْ عَلَى هَؤُلاءِ الصَّلَوَاتِ حَيْثُ يُنَادَى بِهِنَّ فَإنَّ اللَّهَ شَرَعَ لِنَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُنَنَ الْهُدَى وَإنَّهُنَّ مِنْ سُنَنِ الْهُدَى وَلَوْ أنَّكُمْ صَلَّيْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ كَمَا يُصَلِّي هَذَا الْمُتَخَلِّفُ فِي بَيْتِهِ لَتَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ وَلَوْ تَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ لَضَلَلْتُمْ وَمَا مِنْ رَجُلٍ يَتَطَهَّرُ فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَعْمِدُ إلَى مَسْجِدٍ مِنْ هَذِهِ الْمَسَاجِدِ إلاّ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةٍ يَخْطُوهَا حَسَنَةً وَيَرْفَعُهُ بِهَا دَرَجَةً وَيَحُطُّ عَنْهُ بِهَا سَيِّئَةً وَلَقَدْ رَأيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إلاّ مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ

“Barangsiapa yang ingin bertemu dengan Allah kelak (dalam keadaan) sebagai seorang muslim, maka hendaklah dia memelihara shalat setiap kali ia mendengar panggilan shalat. Sesungguhnya Allah telah mensyariatkan sunnanal huda (jalan-jalan petunjuk) dan sesungguhnya shalat berjama`ah merupakan bagian dari sunnanil huda. Apabila kamu shalat sendirian di rumahmu seperti kebiasaan shalat yang dilakukan oleh seorang mukhallif (yang meninggalkan shalat berjama`ah) ini, berarti kamu telah meninggalkan sunnah nabimu, apabila kamu telah meninggalkan sunnah nabimu, berarti kamu telah tersesat. Tiada seorang pun yang bersuci (berwudhu`) dengan sebaik-baiknya, kemudian dia pergi menuju salah satu masjid melainkan Allah mencatat baginya untuk setiap langkah yang diayunkannya satu kebajikan dan diangkat derajatnya satu tingkat dan dihapuskan baginya satu dosa. Sesungguhnya kami berpendapat, tiada seorang pun yang meninggalkan shalat berjama`ah melainkan seorang munafik yang jelas-jelas nifak. Dan sesungguhnya pada masa dahulu ada seorang pria yang datang untuk shalat berjama`ah dengan dipapah oleh dua orang laki-laki sampai ia didirikan di dalam barisan shaff shalat berjama`ah.” (H.R. Muslim)

8. Alloh SWT Melimpahkan Dan Memudahkan Rizkinya

Shalat Berjama'ah yang dicontohkan langsung oleh Nabi dengan mengedepankan salat berjamaah sehingga dalam kehidupan beliau selalu dipermudah dalam mendapatkan rizki dan dapat dengan mudah menyebarkan agama Islam melalui komunitas salat berjamaah tersebut.

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah sedikit ulasan mengenai Hukum dan Manfaat Sholat Berjamaah.

Saturday, February 17, 2018

Manfaat dan Keutamaan Sholat Witir serta waktunya Sholat Witir dalam Islam

Sholat Witir adalah Sholat yang dikerjakan setelah melakukan sholat sunnat malam atau sebagai penutup Sholat Sunnat malam, seperti Sholat Tahajud, Sholat Hajat, Sholat Tasbih dan lainnya. Jumlah rakaat Sholat Witir adalah ganjil, minimal 1 rokaat salam.


Witir sendiri menurut bahasa berarti ganjil, seperti yang dapat di ketahui dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Sesungguhnya Allah itu Witr dan menyukai yang witr (ganjil).”
(HR. Bukhari no. 6410dan Muslim no. 2677)

Shalat witir memiliki makna shalat yang dikerjakan antara isya’ dan terbitnya fajar. Maksud dari fajar di sini adalah shalat subuh. Shalat witir juga merupakan penutup dari shalat malam.

Shalat witir merupakan shalat sunnah yang hukumnya sunnah muakkad, atau sunnah yang sangat dianjurkan. Jadi sesungguhnya Sholat Witir sangat dianjurkan untuk umat Muslim melaksanakan shalat witir ini.

A. JUMLAH ROKAAT SHOLAT WITIR

Shalat witir tidak memiliki jumlah rakaat tertenu, tetapi semua bisa melakukan shalat ini dengan jumlah rakaat terkecil adalah satu rakaat. Seperti sabda dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Shalat Witir adalah hak atas setiap Muslim. Barangsiapa yang ingin berwitir dengan lima raka’at, maka lakukanlah; barangsiapa yang ingin berwitir dengan tiga raka’at, maka lakukanlah; dan barangsiapa yang ingin berwitir dengan satu raka’at, maka lakukanlah.”
(HR. Abu Dawud No. 1422, an-Nasa-iIII/238-239, dan Ibnu Majah No. 1190)

Meurut hadits di atas, kita bisa melaksanakan shalat witir dengan satu ataupun tiga rakaat. Untuk witir dengan satu rakaat, ada hadits lain yang dapat menguatkan pendapat tersebut.

Shalat Witir itu satu raka’at di akhir malam.
(HR. Muslim dalam kitab Shalaatul Musaafiriin, bab Shalaatil Laili Matsna Matsna wal Witru Rak’atan min Akhiiril Lail, No. 752)

Shalat malam itu 2 rakaat salam, 2 rakaat salam. Apabila kalian khawatir masuk subuh, hendaknya dia shalat satu rakaat sebagai witir dari shalat malam yang telah dia kerjakan.”
(HR. Bukhari 990 dan Muslim 749)

Untuk yang mengerjakan witir sebanyak tiga rakaat, hal tersebut juga ada dalil yang mendasarinya. Seperti yang terdapat dalam sebuah hadits, dari Abu Ayyub Al Anshori, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Siapa yang suka lakukan witir tiga rakaat, maka lakukanlah.” 
(HR. Abu Daud no. 1422 dan An Nasai no. 1712. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari ‘Aisyah, ia berkata,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” 
(HR. Al Baihaqi 3: 28)

B. WAKTU SHOLAT WITIR

Shalat witir waktunya adalah setelah isya’ sampai subuh. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits.

Imam Ahmad meriwayatkan, bahwa Ibnu Mas’ud berkata,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Witir pada awal malam, pertengahan dan akhir malam.” 
(HR. Ahmad dalam Musnadnya, dengan sanad hasan, No. 16623)

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata,

Setiap malam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Witir, sejak awal malam, pertengahan dan akhir malam, dan shalat Witirnya ini berakhir hingga waktu sahur.” 
(HR. Al-Bukhari dalam kitab al-Witr, bab Saa’aatil Witr, No. 996)

Waktu paling utama mengerjakan shalat witir adalah dengan mengakhirkan pelaksanaannya sampai akhir malam.

Hal tersebut diperuntukkan bagi yang yakin bahwa dia akan bangun di akhir malam, seperti yang dituliskan dalam sebuah hadits dari Jabir radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Barangsiapa yang khawatir tidak bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia me-lakukan shalat Witir pada awal malam. Dan barangsiapa yang bersikeras untuk bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia melakukan shalat Witir pada akhir malam, karena shalat di akhir malam itu disaksikan (oleh para Malaikat), dan hal itu adalah lebih utama.’”
 (HR. Muslim dalam kitab Shalaatil Musaafiriin, bab Man Khaafa an Laa Yaquuma min Aakhiril Laili fal Yuutir Awwa-lahu, No. 755)

Sedangkan untuk tata caranya, shalat witir ini dapat dikerjakan satu rakaat, tiga rakaat, atau bahkan lebih. Seperti dalam hadits yang sudah disebutkan sebelumnya, kita bisa melaksanakan shalat witir dengan satu rakaat.

Sholat witir bisa dilaksanakan tiga rakaat yaitu dua rakaat salam dan satu rakaat salam. Atau bisa juga dengan tiga rakaat satu salam sekaligus. Seperti yang telah disebutkan dalam hadits dari ‘Aisyah, ia berkata,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di dalam kamar ketika saya berada di rumah dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memisah antara raka’at yang genap dengan yang witir (ganjil) dengan salam yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam perdengarkan kepada kami.” (HR. Ahmad 6: 83. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Nafi’, ia berkata mengenai shalat witir dari Ibnu ‘Umar,

Ibnu ‘Umar biasa mengucapkan salam ketika satu rakaat dan dua rakaat saat witir sampai ia memerintah untuk sebagian hajatnya.” (HR. Bukhari no. 991)

Hadits lain yang menyebutkan bahwa kita boleh melaksanakan witir dengan tiga rakaat sekaligus adalah dari Abu Ayyub Al Anshori, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Siapa yang suka lakukan witir tiga rakaat, maka lakukanlah.”
(HR. Abu Daud no. 1422 dan An Nasai no. 1712. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

dari ‘Aisyah, ia berkata,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi 3: 28)

Jika ingin melakukan witir dengan tiga rakaat sekaligus, janganlah seperti shalat magrib, yaitu dengan duduk tasyahud awal terlebih dahulu. Tetapi dilakukan tanpa duduk tasyahud awal, maksudnya langsung mengerjakan tiga rakaat satu salam.

C. SHOLAT WITIR SEBAGAI PENUTUP SHOLAT MALAM

Sholat witir merupakan shalat yang dilakukan pada malam hari sebagai penutup Sholat Sunnat malam.

“Jadikanlah penutup shalat malam kalian adalah shalat witir.”  (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)

D. MANFAAT DAN KEUTAMAAN SHOLAT WITIR

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat Witir, maka shalat Witirlah kalian antara waktu shalat ‘Isya’ hingga shalat Shubuh.’” (HR. Ahmad No.6880)

Selain hadits di atas, ada satu hadits yang menyebutkan bahwa Allah telah memberi kita tambahan shalat dan memerintahkan untuk memelihara shalat tersebut. Seperti yang tertulis dalam hadits tersebut, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, maka peliharalah dia, yaitu shalat Witir.” (HR. Ahmad No. 6654)

Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat Witir.” 
(HR. Al-Bukhari dalam kitab al-Witr, bab Liyaj’al Aakhira Shalaatihi Witra, No. 998)

Witir juga merupakan wasiat yang ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau meninggalkan tiga perkara, dan tiga perkara itu tidak pernah ditinggalkannya sampai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat.

Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata:

Kekasihku Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku wafat; berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur setelah shalat Witir.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab at-Tahajjud, bab Shalaatudh Dhuha fil Hadhar, No. 1178)

Allah menyukai orang yang menjalankan shalat witir. Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, ia menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan shalat Witir, maka shalat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an.”
 (HR. Abu Dawud dalam kitab ash-Shalaah bab Istihbaabil Witr, No. 1416).

- SHOLAT WITIR SEBAGAI TAMBAHAN

Hadits berikut menjelaskan bahwa shalat witir adalah shalat yang dianjurkan untuk dikerjakan di antara waktu shalat farduyakni  isya dan sebelum waktu subuh datang. Dengan melaksanakan shalat witir kita bisa menambah shalat dan tentunya mendapatkan pahala dari shalat tersebut. Sebagaimana hadits berikut ini :

إِنَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، وَهِيَ الْوِتْرُ، فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الْفَجْرِ

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat Witir, maka shalat Witirlah kalian antara waktu shalat ‘Isya’ hingga shalat Shubuh.’” [HR. Ahmad]

نَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، فَحَافِظُوْا عَلَيْهَا، وَهِيَ اَلْوِتْرُ

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’alatelah memberi kalian tambahan shalat, maka peliharalah dia, yaitu shalat Witir.

- Sebagai Penyempurna Shalat Malam

Shalat malam yang dilaksanakan baik sebelum maupun setelah bangun tidur dan tanpa shalat witir tidak akan sempurna shalat malam atau qiyamul lail seseorang. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini

جْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat Witir”

- Shalat witir dicintai Allah

Allah sangat menyukai sesuatu yang ganjil karena Allah adalah satu. Sebagaimana rakaat shalat witir yang ganjil,  dan witir merupakan salah satu ibadah yang dicintai Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam haduts Rasulullah  SAW berikut ini

نَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوْا يَاأَهْلَ الْقُرْآنِ

Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan shalat Witir, maka shalat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an.”

Sebagai hamba Allah yang beriman dan bertaqwa tentunya kita sebagai umatnya juga akan mencintai apa yang di cintai oleh Allah dan berusaha untuk melaksanakan segala perintahnya termasuk menjalankan shalat witir.

- Shalat yang lebih baik dari unta merah

Hadits menyebutkan bahwa keutamaan shalat witir adalah lebih baik dari unta merah. Hal ini berarti bahwa shalat witir yang dikerjakan bernilai lebih besar dari nilai seekor unta merah terutama bila dikerjakan sebelum waktu shalat subuhdatang. Berikut hadits yang menyebutkan keutamaan tersebut :

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَاشِدٍ الزَّوْفِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُرَّةَ الزَّوْفِيِّ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ حُذَافَةَ قَالَ أَبُو الْوَلِيدِ الْعَدَوِيُّ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ وَهِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ وَهِيَ الْوِتْرُ فَجَعَلَهَا لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ

Telah menceritakan kepada Kami [Abul Walid Ath Thayalisi] dan [Qutaibah bin Sa’id] dari [Kharijah bin Hudzafah], Abu Al Walid Al Adawi berkata; Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam keluar menemui Kami dan berkata:
“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian sebuah shalat yang dia lebih baik bagi kalian dari pada unta merah, yaitu shalat witir, dan telah menjadikannya berada diantara shalat Isya hingga terbit fajar.” (HR Abu dawud)

- Dikabulkan doanya

Waktu melaksanakan shalat witir adalah waktu yang tepat untuk berdoa dan merupakan waktu yang dekat dengan Allah SWT. Doa yang dipanjatkan setelah shalat witir bisa jadi merupakan salah satu doa yang akan diijabah oleh Allah SWT. (Baca penyebab doa tidak dikabulkan oleh Allah SWT)

Shalat yang disaksikan malaikat

Shalat witir yang dilaksanakan di penghujung malam disaksikan oleh malaikat dan malaikat tentunya kana memebawa berkah dan ikut mendoakan kita kepada Allah SWT. Hal tersebut dijelaskan dalam hadits berikut ini yang diriwayatkan oleh imam Muslim

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا حَفْصٌ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ خَافَ أَنْ لَا يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ فَإِنَّ صَلَاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ و قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ مَحْضُورَةٌ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Hafsh] dan [Abu Mu’awiyah] dari [Al A’masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia melakukan witir di awal malam. Dan siapa yang berharap mampu bangun di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam disaksikan (oleh para malaikat) dan hal itu adalah lebih afdlal (utama).” Abu Mu’awiyah berkata; “Mahdlurah (dihadiri oleh para malaikat).”(HR. Muslim)

- Tidak pernah ditinggalkan Rasulullah

Ada tiga perkara yang tidak pernah ditinggalkan Rasul dalam hidupnya yakni berpuasa selama tiga hari setiap bulan (baca macam-macam puasa sunnah), mendirikan shalat dhuha(baca keutamaan shalat dhuha) dan melaksanakan shalat witir. Rasul tidak pernah meninggalkan shalat witir dan apabila ia meninggalkannya, beliau akan mengqadha shalt witir yang ditinggalkannya tersebut. Hal ini dikuatkan oleh hadits rasulullah berikut ini :

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Kekasihku Rasulullah  memberi wasiat kepadaku agar aku berpuasa 3 hari setiap bulan, mendirikan shalat Dhuha 2 raka’at dan shalat witir sebelum aku tidur” (HR. Bukhori)

- Mendapatkan Hidayah dari Allah SWT

Orang yang melaksanakan shalat witir akan senantiasa merasa kuat dalam menghadapi cobaan di dunia ini dan doanya akan senantiasa di dengar oleh Allah SWT. Allah SWT senantiasa memberi petunjuk bagi umatnya yang menjalankan perintahnya serta melakukan apa yang dia cintai. Pada saat shalat witir, ada doa qunut yang bisa kita baca sebagai permohon petunjuk dan keselamatan kepada Allah SWT. Berikut adalah doa qunut yang bisa dibaca saat melaksanakan shalat witir :

اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكَافِرِيْنَ مُلْحِقٌ،
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ، وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ، وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ، وَنَخْضَعُ لَكَ، وَنَخْلَعُ مَنْ يَكْفُرُكَ

Ya Allah, kepada-Mu kami beribadah, untuk-Mu kami melakukan shalat dan sujud, kepada-Mu kami berusaha dan bersegera (melakukan ibadah). Kami mengharapkan rahmat-Mu, kami takut kepada siksaan-Mu. Sesungguh-nya siksaan-Mu akan menimpa pada orang-orang kafir. Ya Allah, kami minta pertolongan dan memohon ampun kepada-Mu, kami memuji kebaikan-Mu, kami tidak ingkar kepada-Mu, kami beriman kepada–Mu, kami tunduk kepada-Mu dan meninggalkan orang-orang yang kufur kepada-Mu.”


WALLOHUA'LAM BISSHOWAB

Friday, February 16, 2018

Manfaat dan Kemuliaan Sholat Dhuha Menurut Al-Qur'an dan Hadits

Shalat Dhuha adalah Sholat Sunnat yang memiliki keutamaan dan faedah yang sangat Agung. Orang yang mengerjakan shalat Dhuha akan diberi kemuliaan tersendiri oleh Alloh SWT, diantaranya yaitu :
- selalu berada dalam penjagaan dan perlindungan dari Allah sepanjang hari,
- dosa-dosanya dihapuskan
- terjaga dari perbuatan-perbuatan buruk
- dimasukkan ke dalam golongan muhsinîn (orang-orang berbuat ihsan)
- ahli ibadah dan menjadi golongan yang beruntung
- dibangunkan rumah di dalam surga
- memperoleh pahala seperti pahala menunaikan haji dan umrah
- serta sepadan dengan sedekah 360 kali. 


Adapun hadits-hadits yang berbicara mengenai keutamaan shalat Dhuha, di antaranya adalah sebagai berikut:

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى .

Diriwayatkan dari Abu Dzar a dari Nabi n bahwa Beliau bersabda, ‘Setiap ruas tubuh masing-masing dari kalian setiap harinya memiliki kewajiban untuk bersedekah. Setiap tasbih (memahasucikan Allah) adalah sedekah; setiap tahmid (memuji Allah) adalah sedekah; setiap tahlil (membaca lâ ilaha illallâh) adalah sedekah; setiap takbir (memahabesarkan Allah) adalah sedekah; memerintahkan kemakrufan adalah sedekah dan mencegah kemunkaran adalah sedekah. Namun itu semua dapat diganti dengan dua rakaat yang dikerjakan oleh seseorang dari waktu dhuha (mengerjakan shalat Dhuha)’.” (HR. Muslim)

Hadits lain :

عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : فِي الْإِنْسَانِ سِتُّوْنَ وَثَلَاثُ مِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً . قَالُوْا : فَمَنْ الَّذِيْ يُطِيْقُ ذَلِكَ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ ؟ قَالَ : النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوْ الشَّيْءُ تُنَحِّيْهِ عَنِ الطَّرِيْقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ .

Diriwayatkan dari Buraidah a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah n bersabda, ‘Pada diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh tiga ruas. Ia memiliki kewajiban bersedekah atas setiap ruas tersebut.’ Para sahabat bertanya, ‘Siapakah yang mampu melakukan hal itu, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Ludah di dalam masjid yang ia timbun (dibersihkan) atau sesuatu (penghalang) yang ia singkirkan dari jalanan (bisa mewakili kewajiban sedekah). Jika engkau belum mampu, dua rakaat shalat Dhuha sudah memadai untuk mewakili kewajibanmu bersedekah’.”

diriwayatkan juga dari Bukhari :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : أَوْصَانِيْ خَلِيْلِيْ بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوْتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ .

Diriwayatkan dari Abu Hurairah a bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir’.” (HR. Bukhari)


عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى حَتَّى نَقُوْلَ لَا يَدَعُهَا وَيَدَعُهَا حَتَّى نَقُوْلَ لَا يُصَلِّيْهَا

Diriwayatkan dari Abu Sa‘id Al-Khudri bahwa ia berkata, ‘Adalah Rasulullah n mengerjakan shalat Dhuha sehingga kami katakan bahwa Beliau tidak pernah meninggalkannya. Namun ternyata Beliau pun pernah meninggalkannya sehingga kami katakan bahwa Beliau tidak pernah mengerjakannya’.” (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan olehnya)


عَنْ نُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : يَا ابْنَ آدَمَ لَا تُعْجِزْنِيْ مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِيْ أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ .

Diriwayatkan dari Nu‘aim bin Hammar a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah n bersabda, ‘Allah f berfirman, ‘Wahai anak Adam, janganlah kamu merasa lemah (kehilangan kesempatan) untuk beribadah kepada-Ku dengan cara mengerjakan shalat empat rakaat di awal waktu siangmu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu di akhir harimu’.” (HR. Abu Dawud)

Yang dimaksud dengan ‘mencukupkan’ adalah melindunginya dari segala bencana dan kejadian yang merugikan. Bisa juga yang dimaksud adalah menjaganya dari dosa-dosa dan memberikan maaf kepadanya manakala ia sudah telanjur melakukan dosa, atau dengan pengertian yang lebih luas lagi. 

Ini adalah penjelasan dari Imam Suyuthi dan Imam Syaukani.
Diriwayatkan dari Anas secara marfu‘, “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua belas rakaat, maka Allah f akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.”

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةِ الضُّحَى غُفِرَ لَهُ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ .

Diriwayatkan dari Abu Hurairah a bahwa Rasulullah n bersabda, ‘Barangsiapa memelihara pelaksanaan shalat Dhuha yang genap jumlah rakaatnya, maka diampunilah dosa-dosanya, sekalipun banyaknya laksana buih lautan’.” (HR. Tirmidzi)

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُوْلُ : يَا ابْنَ آدَمَ اكْفِنِيْ أَوَّلَ النَّهَارِ بِأَرْبَعِ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ بِهِنَّ آخِرَ يَوْمِكَ .

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir Al-Juhani bahwa Rasulullah n bersabda, ‘Sesungguhnya Allah f berfirman, ‘Wahai anak Adam (manusia), cukupkan untuk-Ku di awal waktu siang (dhuha) dengan mengerjakan shalat empat rakaat, niscaya Aku cukupkan untukmu dengannya pada akhir harimu’.” (Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya‘la)

RINCIAN MANFAAT DAN FAIDAH SHOLAT DHUHA


- Waktu Yang Sangat Penting

Hal ini telah Disebutkan di dalam Al-Qur'an yang memiliki arti :

Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang yang menampakkannya, demi malam apabila menutupinya, demi langit serta membinanya, demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Dia mengilhamkan kepadanya kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya”(QS. As-Syams:1-10).

- Wasiat Dari Rosululloh

Hal ini dijelaskan dalam hadits yang berbunyi :

Shalat Dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi ` kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir’.” (HR. Bukhari)

Dari hadits tersebut, Rasulullah mewasiatkan umatnya untuk sebisa mungkin merutinkan shalat Dhuha.

- Sebagai Sedekah Bagi Persendian Tubuh Manusia

 Diriwayatkan dari Buraidah a bahwa ia berkata: 

Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Pada diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh tiga ruas. Ia memiliki kewajiban bersedekah atas setiap ruas tersebut.’ Para sahabat bertanya, ‘Siapakah yang mampu melakukan hal itu, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Ludah di dalam masjid yang ia timbun (dibersihkan) atau sesuatu (penghalang) yang ia singkirkan dari jalanan (bisa mewakili kewajiban sedekah). Jika engkau belum mampu, dua rakaat shalat Dhuha sudah memadai untuk mewakili kewajibanmu bersedekah’.”

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: 

“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala,” (HR Muslim).

- Mendapat Keuntungan Yang Besar

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:

Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang.
Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.

Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).

Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”

Mereka menjawab; “Ya!”

Rasul SAW berkata lagi:
 “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya,” (Shahih al-Targhib: 666)

- Mendapatkan Sebuah Rumah Di Surga

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw: 

Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga,” (Shahih al-Jami`: 634)

Diriwayatkan dari Anas secara marfu‘, 

Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.”

Nabi Muhammad saw bersabda:

Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab al dhuha (pintu dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada  yang memanggil,’dimana orang yang senantiasa mengerjakan shalat dhuha?’inilah pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang (rahmat) Allah”.

- Shalat Dhuha di Pagi hari, Langsung dapat pahala di Sore Hari

Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW berkata: Allah ta`ala berkata: 

Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).

“Diriwayatkan dari Nu‘aim bin Hammar a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, 

"Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam, janganlah kamu merasa lemah (kehilangan kesempatan) untuk beribadah kepada-Ku dengan cara mengerjakan shalat empat rakaat di awal waktu siangmu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu di akhir harimu’.” (HR. Abu Dawud)

- Mendapat Pahala Umroh

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: 

Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).

- Mendapatkan Ampunan Dosa

Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan,” (HR Tirmidzi).

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah sedikit penjelasan tentang manfaat dan Kemuliaan dari Sholat Dhuha, 
Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Monday, February 5, 2018

Pengertian Sholat Taubat dan Manfaatnya dalam Islam

Shalat Taubat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim saat ingin bertobat terhadap kesalahan yang pernah ia lakukan.


Shalat taubat dilaksanakan dua raka’at dengan waktu yang bebas kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat (lihat pada shalat sunnat). Shalat yang dikerjakan oleh seseorang disebabkan menyesali perbuatan maksiat (dosa) dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Dari Ali -radhiallahu anhu- dari Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa lalu di bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” (HR. At-Tirmizi, Abu Dawud dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmizi I/128)

Dan hadits ini juga didukung oleh keumuman firman Allah Ta’ala, 

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran : 135)

Sesungguhnya termasuk rahmat Allah subhanahu wa ta’ala terhadap umat ini adalah terbukanya pintu taubat untuknya. Pembukaan pintu taubat ini tidak akan terputus sehingga roh telah sampai di tenggorokan atau matahari terbit dari barat. Dan termasuk rahmat-Nya pula terhadap umat ini adalah disyariatkannya sebuah ibadah yang sangat agung, yang dengannya seorang hamba bertawassul kepada Rabb-Nya dengan berharap diterima taubatnya. Ibadah tersebut adalah shalat taubat.

Anjuran dan perintah untuk mengerjakan Sholat Sunnah Taubat ini bisa kalian lihat didalam Sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang telah dijelaskan didalam Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi yang berbunyi : ” tidak seorang muslim pun yang berbuat dosa lalu bangkit dan bersuci (Berwudhu), kemudian melakukan sholat lantas meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa ta’ala melainkan Allah Subhanahu wa ta’ala akan mengampuninya (Hadits Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi) ”

Dari Hadits Shahih tersebut kita dapat mengambil Hikmah Sholat Taubat, bahwasanya orang yang telah menyesali perbuatan yang telah ia perbuat dengan ikhlas dan sungguh-sungguh ingin dosanya diampuni oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, maka Seorang Muslim – Muslimah bisa mengerjakan Shalat Sunnah Taubat Dua Raka’at ini untuk memohon dan meminta agar dosanya diampuni oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. 

A. MANFAAT DAN FAIDAH SHOLAT TAUBAT


Keutamaan Mengerjakan Sholat Taubat sesuai dengan Hadits – Hadits Nabi yang Shahih. Hal ini dikarenakan Sholat Sunnah Taubat merupakan salah satu Sholat Sunnah yg sering dilakukan oleh Masyarakat Muslim selain Sholat Sunnah Istikharah, Sholat Sunnah Tahajud, Sholat Sunnah Hajat dan Sholat Sunnah Dhuha sehingga dengan adanya ulasan tentang Tujuan Mengerjakan Shalat Taubat ini maka diharapkan bisa menjadi suatu Motivasi agar kalian semakin Rajin Menunaikan Sholat Sunnah Taubat.

- MENDAPATKAN PAHALA SUNNAH YG BANYAK

Yang Pertama adalah akan mendapatkan Pahala Sholat Sunnah Yang Banyak, dalam hal ini dikarenakan kalian sebagai Seorang Muslim – Muslimah telah melakukan apa yang sudah di anjurkan (disunnahkan) oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dan telah menghidupkan apa yang menjadi Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Keistimewaan Sholat Taubat ini bisa di lihat didalam Hadits Shahih dari Amr bin Auf bin Zaid al Muzani Ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: 

"Barangsiapa yg menghidupkan Satu Sunnah dari Sunnah – Sunnah ku, lalu diamalkan oleh Manusia, maka ia akan memperoleh Pahala seperti Pahala Orang-Orang yg mengamalkan-nya dg tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun ”.

- MENANBAH KEIMANAN SEORANG MUSLIM

Lalu Hikmah Mengerjakan Sholat Taubat Menurut Hadits Shahih Yang Kedua adalah menjadi salah satu Bukti Keimanan Seorang Mukmin kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Hal ini dikarenakan kalian Seorang Muslim – Muslimah selalu ingat bahwa kita sebagai Manusia mempunyai Kesalahan (Dosa) dan Kita selalu kembali kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk meminta dan memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala atas segala Kesalahan (Dosa) yang sudah kita perbuat.

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala didalam Al Qur’an Surat Al A’raf Ayat 153 yang berbunyi: 

Orang2 yg melakukan Kejahatan, lalu bertaubat setelah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan km setelah taubat yg disertai dg iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Al A’raf, Ayat : 153) 

Dan didalam Surat An-Nur Ayat 31 berbunyi : 

” ….. Dan bertaubat-lah km sekalian kepada Allah, hai orang-orang yg beriman agar km beruntung (QS. An-Nur Ayat : 31) ”.

- DIAMPUNI DOSA – DOSA YG LALU

Keajaiban Mengerjakan Sholat Taubat Ketiga adalah akan di ampuni dosa – dosanya oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, walaupun dosa (Kesalahan) sebesar Gunung dan sebanyak Buih di Lautan.

Dengan Syarat, bahwa Taubat yang dilakukan oleh kalian dilakukan dengan sungguh – sungguh dan tidak akan melakukan Perbuatan Dosa itu lagi karena meminta Ampun (Bertaubat) kepada Allah hanya dg Lisan, tetapi masih tetap melakukan Dosa maka mereka seperti Bermain – Main dlm Taubatnya.

Hadits Shahih Riwayat At Tirmidzi, dari Ali bin Abi Thalib Ra berkata bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda: 

"Tidaklah seorang melakukan Perbuatan Dosa, lalu dia Berwudhu dan Shalat, lalu meminta Ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni Dosanya itu. Lalu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam membacakan Firman Allah didalam Al Qur’an Surat Ali Imran Ayat 135" (Hadits Riwayat At Tirmidzi dan Abu Daud)

- MEMBUAT TENTRAM DAN BAHAGIA

Kemudian Manfaat Mengerjakan Sholat Taubat Bagi Kesehatan Manusia adalah akan memberikan Kebahagia’an dalam hidupnya, dan dalam hal ini dikarenakan kita sebagai Seorang Muslim – Muslimah akan lebih Bahagia ketika sudah mengakui Kesalahan dan memohon Ampunan kepada Allah SWT atas Dosa – Dosa yang sudah pernah kita lakukan, baik itu Kesalahan yg disengaja maupun yang tidak disengaja.

Selain itu Manfaat Sholat Taubat lainnya akan membuat Manusia lebih Tenang dalam menjalani Hidup karena dengan Bertaubat maka kita sebagai Seorang Muslim akan mendapat ketenangan jiwa yang tak terhingga karena hati dan perasaan kita menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Disadari atau tidak, hati kita seperti terikat dengan Allah dan hubungan kita dengan-Nya akan semakin meningkat seiring meningkatnya keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

B. KEUTAMAAN SHALAT TAUBAT


Dari Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu , dia berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu' alaihi wa sallam bersabda,

ما من رجل يذنب ذنبا, ثم يقوم فيتطهر - وفي رواية: فيحسن الوضوء -, ثم يصلى - وفي رواية: ركعتين -, ثم يستغفر الله; إلا غفر الله له », ثم قرأ هذه الآية {والذين إذا فعلوا فاحشة أو ظلموا أنفسهم ذكروا الله فاستغفروا لذنوبهم ومن يغفر الذنوب إلا الله ولم يصروا على ما فعلوا وهم يعلمون

" Tidaklah seorang (muslim) melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia bersuci - dalam riwayat lain: berwudhu dengan baik -, kemudian melaksanakan shalat - dalam riwayat lain: dua rakaat -, lalu meminta ampun kepada Allah, pelana Allah akan mengampuni (dosa) nya ". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca ayat ini (yang artinya), "Dan (juga) orang-orang yang sedang melakukan kejoh atau menganiaya diri sendiri mereka akan ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang bisa mengampuni dosa selain dari pada Allah, dan mereka tidak kejam kejinya itu, sedang mereka mengatahui "(QS. Ali 'Imraan: 135)

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan shalat dua rakaat saat seorang bertaubat dari perbuatan dosa dan janji pengampunan dosa dari Allah Ta'ala bagi yang melakukan shalat tersebut.

Beberapa faidah penting yang dapat kita petik dari hadits ini:

- Agungnya rahmat dan kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-hamba-Nya, karena Dia mensyariatkan bagi mereka cara untuk membebaskan diri dari buruknya perbuatan dosa yang telah mereka lakukan.

- Wajib bagi seorang muslim untuk selalu bertakwa kepada Allah Ta'ala , merasakan pengawasan-Nya, dan berusaha untuk menghindari perbuatan maksiat semaksimal mungkin. Kalau dia terjerumus ke dalam dosa maka harusnya dia segera bertaubat dan kembali kepada Allah [3] , agar Dia mengampuni dosanya, pemberian janji-Nya dalam firman-Nya:

{إنما التوبة على الله للذين يعملون السوء بجهالة ثم يتوبون من قريب فأولئك يتوب الله عليهم, وكان الله عليما حكيما}

" Sesungguhnya taubat di sisi Allah siap untuk orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka yang yang Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana "(QS an-Nisaa ': 17).

- Yang dimaksud dengan " meminta ampun kepada Allah " dalam hadits ini adalah bertaubat dengan sungguh-sungguh yang menyertai penyesalan atas perbuatan tersebut, menjauhkan diri dari dosa itu dengan alasan, dan tekad yang bulat untuk tidak mengulanginya selamanya, dan jika dosa yang berhubungan dengan hak orang lain maka segera dia menyelesaikannya.

- Imam Ibnu Hajar mengatakan, "mohon ampun kepada Allah (hanya) dengan lisan, tapi masih tetap mengerjakan dosa (dengan anggota badan) adalah seperti bermain-main (dalam bertaubat).

- Sahabat Yang mulia Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu Berkata:

“Sesungguhnya orangutan Yang beriman Memandang dosanya seperti dia sedang berada di Bawah Sebuah gunung (besar) Yang dia Takut gunung tersebut akan menimpa (Dan membinasakan) nya, sedangkan orangutan Yang fajir ( rusak imannya) lihat dosanya seperti cara lalat yang lewat di (depan) hidungnya kemudian dihalaunya dengan jas (dinggapnya remeh dan kecil).

Wallohua'lam Bisshowab

Semoga bermanfaat untuk kita semua.