Showing posts with label Manfaat Bersholawat. Show all posts
Showing posts with label Manfaat Bersholawat. Show all posts

Saturday, November 17, 2018

Adzan Pertama Kali Berkumandang, Kisah Bilal Bin Robbah

Bilal bin Rabah adalah seorang budak kulit hitam, dan hampir pasti orang tuanya pun budak juga. Dia diyakini berasal dari Abyssinia (sekarang dikenal sebagai Ethiopia). Orang tua Bilal termasuk tawanan yang dibawa dari Etihopia ke Arabia.


Terlahir dalam perbudakan, dia mungkin tidak pernah mengharapkan bentuk kehidupan untuk ditawarkan kepadanya selain dari sekadar kerja keras, kesakitan, dan kesusahan.

Bilal adalah satu dari sekian banyak orang yang diperbudak oleh seorang kepala suku Quraisy bernama Umayyah bin Khalaf. Umayyah adalah salah seorang pemuka Bani Jumah. Salah satu tugas yang ditugaskan oleh tuannya adalah untuk menggembalakan unta di bawah terik matahari di padang pasir Mekah pada siang hari.

Di malam hari tugasnya menyajikan makanan dan anggur kepada tuannya. Umayyah bin Khalaf diriwayatkan apabila sedang makan dia seperti binatang yang makan dengan rakus sampai kekenyangan, kemudian mabuk dan tertidur.

Dia memperlakukan budaknya secara tidak manusiawi, tidak ada satupun yang bisa mengatakan ‘tidak’ atas perintahnya atau menunjukkan tanda-tanda mengeluh. Umayyah bin Khalaf menyukai Bilal hanya karena tubuhnya yang kuat, jika tidak, dia pasti akan membuangnya seperti kain gombal atau membunuhnya tanpa ampun. Bilal harus melakukan yang terbaik untuk memuaskan tuannya, dia harus menjaga tubuhnya tetap kuat dan sehat sehingga bisa mengurus harta benda tuannya.

Umayyah bin Khalaf membeli Bilal saat masih kecil. Dari saat pertama dia masuk ke dalam rumah tuannya, Bilal menerima semua perlakuan buruk dan kasar dari setiap anggota keluarganya. Tidak ada seorang pun dari mereka yang menghormati atau memberinya waktu istirahat dari banyak beban yang diperintahkannya untuk dipikul.

Seiring berjalannya waktu, Bilal merasa bahwa dia akan menghabiskan seluruh hidupnya di bawah perbudakan. Dia lemah, tidak punya uang untuk membayar kebebasannya, atau memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya dari kekejaman tuannya.

Bahkan jika dia ingin mencari kebebasan, seluruh masyarakat akan berbalik melawan dia. Dia akan disebut ‘budak yang melarikan diri’. Seperti biasa, Bilal menyembah berhala yang terbuat dari batu karena tuannya menginginkan dia melakukannya.

Namun, Bilal tahu di dalam hatinya bahwa batu-batu semacam itu tidak akan bisa membahayakan dirinya atau pun membuatnya lebih baik. Berkali-kali, dia tertegun di depan berhala dan meminta mereka untuk memberkati dia. Dia yakin bahwa situasi masyarakat di Mekah akan berubah tapi dia tidak tahu bagaimana perubahan semacam itu akan dimulai.

BERITA TENTANG NABI MUHAMMAD

Hari-hari Bilal tidak berbeda dengan budak lainnya. Hari-harinya dilalui dengan rutinitas yang menyengsarakan dan tidak memiliki harapan untuk hari esok. Suatu saat, berita-berita tentang Muhammad yang diceritakan dari mulut ke mulut para penduduk Mekah sampai juga ke telinganya. Dari tamu-tamu yang datang menemui tuannya, Bilal mendengar percakapan mereka yang mengutuk, marah, menuduh, mengancam, dan membenci Muhammad.

Namun, di antara pembicaraan tentang keburukan Muhammad, Bilal juga mendengar tentang ajaran-ajaran yang disampaikan Muhammad. Di antaranya yang dia dengar adalah bahwa Muhammad mengaku dirinya seorang Nabi, dan dia menyeru orang untuk menyembah Allah, Tuhan satu-satunya; Muhammad juga menganjurkan untuk memperlakukan satu sama lain dengan keadilan dan kesetaraan; bahwa semua orang sama di hadapan Pencipta mereka, satu-satunya hal yang membuat seseorang berbeda adalah keyakinannya terhadap Allah dan kebenaran-Nya; Muhammad juga mendesak orang-orang Mekah untuk meninggalkan dewa-dewa palsu mereka, dan menyembah hanya kepada Yang Maha Esa, Pencipta seluruh alam semesta; dan Muhammad juga menyerukan kepada pembesar-pembesar untuk memperlakukan budak mereka dengan baik.

Apa yang disampaikan oleh Muhammad, bagi Bilal itu merupakan suatu hal yang aneh dan baru. Bilal semakin tertarik. Terlebih, walapun Umayyah dan teman-temannya membicarakan sesuatu yang buruk tentang Muhammad, namun mereka juga sebenarnya takjub dengan pribadi Muhammad. “Tidak pernah Muhammad berdusta atau menjadi tukang sihir. Tidak pula sinting atau berubah akal, walau kita terpaksa menuduhnya demikian, demi untuk membendung orang-orang yang memasuki agamanya!” kata salah seorang dari mereka kepada yang lainnya.

Bilal juga mendengarkan percakapan mereka tentang kesetiaan Muhammad menjaga amanat, tentang kejujuran dan ketulusannya, tentang akhlak dan kepribadiannya. Didengarnya juga bisik-bisik mengenai sebab mereka menentang dan memusuhi Muhammad, yaitu karena: pertama, kesetiaan mereka terhadap kepercayaan yang diwariskan oleh nenek moyang, dan kedua, khawatir akan merosotnya kemuliaan suku Quraisy sebagai pemegang kuasa pusat tempat ibadah dan ritual haji di jazirah Arab, dan ketiga, kedengkian terhadap Bani Hasyim (keluarga Muhammad), mereka mempertanyakan kenapa Nabi dan Rasul baru tersebut bukannya keluar dari golongan mereka.

Mendengar itu semua, di sela-sela rutinitasnya sebagai budak, keseharian Bilal selanjutnya dipenuhi dengan perenungan tentang Islam. Sepanjang hari ketika sedang menggembala ternak dia terus berpikir tentang ide-ide yang sebelumnya bahkan untuk diimajinasikan saja dia tidak berani. Dia berpikir dalam-dalam tentang Pencipta dan Ciptaannya.

Esok, ucapkanlah kata-kata yang baik terhadap Tuhan-tuhan kami, sebutlah, ‘Tuhanku Lata dan ‘Uzza’, nanti kami lepaskan dan biarkan engkau sesuka hatimu. Telah letih kami menyiksamu, seolah-olah kami sendirilah yang disiksa!” Bilal hanya menggelengkan kepalanya dan berkata, “Ahad…. Ahad….”

Setelah melalui berbagai perenungan yang panjang, pada suatu hari Bilal “menyaksikan” cahaya Ilahi, dan hatinya berkata dengan sebuah dorongan yang murni untuk menemui Muhammad.

Maka di hadapan Sang Nabi, Bilal menyatakan keislmannya, “ʾašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh”. Bilal sebagaimana sebagian muslim lainnya pada waktu itu masih merahasiakan keislamannya.

Namun, malang tak dapat dihindarkan, berita mengenai keislaman Bilal tidak dapat disimpan selamanya. Berita rahasia keislaman Bilal terungkap dan beredar di lingkungan para pemuka Quraisy. “Apa? Budak mereka orang Habsyi itu masuk Islam dan menjadi pengikut Muhammad?” ujar mereka.

Demi Umayyah bin Khalaf yang congkak, berita tentang keislaman Bilal merupakan tamparan pahit yang menghina dan menjatuhkan kehormatan dirinya serta Bani Jumah. Walaupun demikian, tidak apa, katanya di dalam hati, seraya berkata, “matahari yang terbit hari ini takkan tenggelam dengan Islamnya budak durhaka itu!”.

Di tengah hari, ketika matahari sedang terik-teriknya menyinari padang pasir, mereka membawa Bilal ke luar dan menelanjanginya. Kemudian mereka melemparkan Bilal ke atas pasir yang seolah menyala karena saking panasnya. Beberapa orang lelaki mengangkat batu besar yang sangat panas dan menindihkannya ke atas tubuh dan dadanya.

“Engkau akan tetap dalam keadaan begini sampai engkau mati, atau engkau menyumpahi Islam,” kata Umayyah.[5]Riwayat lainnya mengatakan bahwa Umayyah berkata, “aku tak akan membebaskan engkau sampai engkau mati seperti ini atau menolak agama Muhammad dan menyembah Lata dan ‘Uzza.” Mendapat perlakuan sedemikian rupa, Bilal menjawabnya hanya dengan dua kata yang jelas membuktikan kekokohan imannya. Ia berkata, “Ahad! Ahad!” (Yakni, Allah itu Esa.)

Bilal tidak bergeming, dia kokoh pada pendiriannya dan tidak ingin mengikuti perintah para penyiksanya untuk meninggalkan Islam. Sehingga, tuan dan para penyiksanya harus mengulang terus-menerus penyiksaan terhadap Bilal selama beberapa hari ke depannya.

Konon, Abu Jahal pun suatu waktu turut serta dalam penyiksaan tersebut, dia berkata, “ingkarilah Tuhan Muhammad!” namun jawaban dari Bilal tetap sama, “Ahad! Ahad!”

Dengan penyiksaan yang terus menerus seperti itu, beberapa algojo menaruh kasihan pada Bilal. Sehingga mereka membujuk Bilal dan berjanji akan melepaskannya asalkan dia mau menyebutkan nama Tuhan mereka secara baik-baik, tidak apa-apa walaupun hanya sepatah kata, karena mereka hampir putus asa dengan kegigihan dan kekeraskepalaan Bilal. Sebab, apa yang akan dikatakan oleh orang-orang Quraisy lainnya? Apabila mereka mengalah dan tunduk kepada seorang budak hitam yang hina. Mereka khawatir apabila ini dibiarkan mereka akan jadi buah bibir di kalangan Quraisy dan nama baik mereka tercemar.

Tapi apa yang dikatakan Bilal ketika dibujuk? Masih tetap sama, “Ahad! Ahad!” Para penyiksa pun sampai berteriak seolah-olah seperti memohon, “sebutlah Lata dan ‘Uzza!” “Ahad! Ahad!” jawaban Bilal masih sama. “Sebutlah apa yang kami sebut!” pinta mereka. Bilal dengan lirih menjawab, “lidahku tak dapat mengucapkannya.” Maka ditinggalkannya lah Bilal sepanjang hari di padang pasir dengan batu panas yang terus menindihnya.

Orang-orang takjub akan kegigihan budak hitam ini, tawanan orang yang berhati bengis. Demikianlah sehingga Waraqah bin Naufal, pendeta Arab, menangisi keadaan Bilal seraya berkata kepada Umayyah, “demi Allah! Bila Anda membunuhnya dalam kondisi demikian, aku akan jadikan kuburannya tempat keramat untuk dikunjungi peziarah.”

Mendengar itu, Umayyah malah bertindak lebih keras. Ketika sore tiba, mereka dirikan Bilal, dan diikatkanlah tali ke leher Bilal, lalu mereka menyuruh anak-anak untuk menyeret dan mengaraknya keliling bukit-bukit dan jalan-jalan di sekitar kota Mekah. Sementara bibir Bilal terus bersenandung, “Ahad…. Ahad…. ”

Hingga malam tiba, para penyiksa menawarkan kepada Bilal, “esok, ucapkanlah kata-kata yang baik terhadap Tuhan-tuhan kami, sebutlah, ‘Tuhanku Lata dan ‘Uzza’, nanti kami lepaskan dan biarkan engkau sesuka hatimu. Telah letih kami menyiksamu, seolah-olah kami sendirilah yang disiksa!” Bilal hanya menggelengkan kepalanya dan berkata, “Ahad…. Ahad….”

Karena tak dapat menahan gusar dan amarah, maka Umayyah meninju Bilal dan berkata, “kesialan apa yang menimpa kami disebabkanmu, hai budak celaka! Demi Tuhan Lata dan ‘Uzza, akan kujadikan kau contoh bagi bangsa budak dan majikan-majikan mereka!” Mendengar itu, Bilal hanya berkata, “Ahad…. Ahad….”

“Bawahlah dia! Demi Lata dan ‘Uzza, seandainya harga tebusannya tak lebih dari satu ugia, pastilah dia akan kulepas juga,”

Segala acara dilakukan oleh Umayyah bin Khalaf untuk membuat Bilal meninggalkan agama Islam dan kembali ke agama penyembah berhala. Meskipun itu hanya sekedar di bibir Bilal saja Umayyah tidak peduli, yang paling penting adalah menyelamatkan mukanya dari cibiran Quraisy lainnya karena mempunyai seorang budak yang beragama Islam dan tidak menurut terhadap perintah tuannya untuk menyembah Lata dan ‘Uzza.

Setelah disiksa dengan ditindih batu panas, dibujuk, diarak keliling kota, dan dipukul, Bilal tidak juga bergeming, dia masih saja berkata, “Ahad… Ahad….” Hingga akhirnya Umayyah menyusun skenario, disuruhnyalah beberapa orang dari Bani Jumah untuk menemui Bilal. Mereka berpura-pura seolah-olah menaruh kasihan terhadap Bilal. Kemudian mereka berkata, “Biarkanlah dia wahai Umayyah! Demi Lata dan ‘Uzza! Mulai saat ini dia takkan disiksa lagi! Bilal ini anak buah kami, bukankah ibunya sahaya kami? Nah, dia takkan rela bila dengan keislamannya itu nama kami menjadi ejekan dan cemoohan bangsa Quraisy.”

Bilal mengetahui bahwa itu semua sekedar tipu muslihat, dia marah dan membelalakkan matanya menantang mereka semua. Namun dia segera tersadar, maka dibuanglah segala kemarahan dan ketegangannya, kemudian dia menyunggingkan sebuah senyuman. Dan dengan ketenangan yang teramat sangat, dia kembali berkata, “Ahad… Ahad….”

Keesokan harinya, di tengah hari Bilal kembali digelandang menuju padang pasir untuk menerima hukuman yang sama dengan hari kemarin, ditelanjangi kemudian ditindih dengan batu panas. Namun Bilal tetap sabar, tenang, dan tidak tergoyahkan. Sementara dia disiksa, datanglah Abu Bakar as-Shiddiq, dia berseru, “apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki karena mengatakan bahwa Tuhanku ialah Allah?” Kemudian dia berkata kepada Umayyah, “terimalah ini untuk tebusannya, lebih tinggi dari harganya, dan bebaskan dia!”

Mendengar itu Umayyah malah merasa lega dan beruntung, karena dia sudah mulai putus asa dapat menundukkan Bilal. Apalagi Umayyah adalah seorang saudagar, dia melihat peluang keuntungan di sana, ketimbang membunuhnya, lebih baik dia menjualnya karena akan mendatangkan uang. Umayyah setuju dengan penawaran Abu Bakar.

“Bawahlah dia! Demi Lata dan ‘Uzza, seandainya harga tebusannya tak lebih dari satu ugia, pastilah dia akan kulepas juga,” kata Umayyah. Abu Bakar kemudian menjawab, “demi Allah, seandainya kalian tidak hendak menjualnya kecuali seratus ugia, pastilah akan kubayar juga!” Demikianlah akhirnya Bilal memperoleh kebebasannya.

Kemudian pergilah Abu Bakar sambil mengepit Bilal untuk menemui Nabi Muhammad SAW, dan menyampaikan berita gembira tentang kebebasan Bilal sebagai orang merdeka. Momen itu adalah momen yang tak ubah bagai hari raya besar.

Riwayat dalam versi lain mengatakan bukan Abu Bakar yang membebaskan Bilal, namun Abbas, paman Nabi Muhammad SAW. Berikut ini adalah kisahnya, suatu hari, ketika Bilal disiksa, Rasulullah SAW kebetulan melihatnya. Kemudian Rasulullah berkata kepada Abu Bakar, “Seandainya aku memiliki harta, niscaya aku akan membebaskan Bilal.”

Kemudian Rasulullah SAW datang ke rumah Abbas dan mengatakan, “bebaskanlah Bilal untukku!” Abbas, kemudian datang ke wanita pemilik Bilal. Dalam kondisi hampir meninggal dunia disebabkan siksaan pedih yang dideritanya, Abbas datang membebaskan Bilal. Setelah wanita itu mencaci dan menghina Bilal, dia pun menjualnya kepada Abbas. Bilal terbebas dari siksaah lantaran kesabarannya. Sepanjang sisa hidup Rasulullah, kemudian Bilal mengabdi kepadanya sebagai orang yang merdeka.

Di kemudian hari, diriwayatkan bahwa Umayyah bin Khalaf terbunuh dalam perang Badar oleh Bilal. Sementara dalam versi lain, meskipun dalam latar belakang yang sama, yakni perang Badar, Umayyah dibunuh oleh pasukan Muslim. Berikut ini adalah kisahnya, Umayyah bin Khalaf dan putranya tertangkap oleh ‘Abd ar-Rahman bin ‘Auf. Karena latar belakang persahabatan, ‘Abd ar-Rahman bermaksud membawa keduanya ke luar dari medan pertempuran hidup-hidup sebagai tawanan.

Bilal melihat Umayyah dan menyadari bahwa ‘Abd ar-Rahman bin ‘Auf hendak menolongnya. Karena itu, Bilal berteriak keras-keras, “wahai para sahabat Allah! Umayyah adalah salah seorang pemimpin kafir. Ia tak boleh dibiarkan hidup.” Kemudian pasukan Muslim mengepung Umayyah lalu membunuhnya beserta putranya.

Versi lainnya lagi, Umayyah dan putranya tidak dibunuh ketika perang Badar sedang berlangsung, namun dia dan putranya menjadi tawanan perang. Sebagian Muslim tak menghendaki Umayyah dibunuh, namun Bilal mengatakan, “dia pemimpin kafir yang harus dibunuh.” Berdasarkan desakan Bilal, ayah dan anak itu akhirya dibunuh.

Aku, Bilal, budak Umayyah, akan memberitahumu tentang hari-hari yang harus dikagumi, aku ada di sana–dua puluh dua tahun mendampingi—ketika Muhammad, Rasulullah, berjalan di atas muka bumi, aku mendengar apa yang beliau katakan dan melihat apa yang beliau lakukan….”

Pada tahun 622 M, orang-orang Islam di Mekah melakukan Hijrah ke Madinah. Hijrah dilakukan secara bertahap selama dua bulan dari sejak peristiwa Baiat Aqabah Kubra. Baiat Aqabah Kubra adalah peristiwa Baiat terhadap penduduk Yastrib (Madinah) oleh Rasulullah mengenai pengesahan jalinan agama dan militer di bukit Aqabah, Mekah.

Setelah semua Muslim berhijrah ke Madinah, yang tersisa di Mekah hanya tinggal tiga orang, yakni Nabi Muhammad SAW sendiri, Abu Bakar as-Shiddiq, dan Ali bin Abu Thalib. Mereka bertiga menetap di Mekah karena belum mendapat perintah dari Allah SWT untuk berhijrah. Suatu hari datanglah Jibril kepada Nabi Muhammad SAW, dia mengabarkan bahwa perintah berhijrah telah turun, seraya berkata, “janganlah engkau tidur di tempat tidurmu malam ini seperti biasanya.”

Nabi Muhammad SAW kemudian memberi perintah kepada Ali, beliau berkata, “tidurlah di atas tempat tidurku, berselimutlah dengan mantelku warna hijau yang berasal dari Hadhramaut ini. Tidurlah dengan berselimut mantel itu. Sesungguhnya engkau tetap akan aman dari gangguan mereka yang engkau khawatirkan.” Demikianlah Ali menjadi pengganti Nabi untuk mengelabui orang-orang Quraisy.

Tengah malamnya, sebelas orang Quraisy hendak melakukan pembunuhan berencana terhadap Nabi Muhammad SAW. Di antara sebelas orang itu terdapat mantan majikan Bilal, yaitu Umayyah bin Khalaf. Atas izin Allah, mereka semua tidak dapat melihat Nabi ketika beliau keluar rumah.

BILAL MENGUMANDANGKAN ADZAN PERTAMA KALI

Kemudian mereka masuk ke dalam rumah Nabi hendak membunuh orang yang sedang tertidur yang mereka kira Nabi. Ali kemudian bangkit dari tempat tidur dan langsung dikepung. Mereka bertanya keberadaan Muhammad. Ali menjawab, “aku tidak tahu.”

Singkat cerita, pada akhirnya hampir seluruh Muslim dapat berhijrah ke Madinah, dan dari kota itulah secara perlahan umat Muslim dapat bangkit dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan. Kembali kepada kisah Bilal bin Rabah, setelah kemerdekaannya, Bilal sangat setia terhadap Nabi Muhammad SAW, ke mana pun Nabi pergi, Bilal selalu mengikutinya.

“Aku, Bilal, budak Umayyah, akan memberitahumu tentang hari-hari yang harus dikagumi, aku ada di sana–dua puluh dua tahun mendampingi—ketika Muhammad, Rasulullah, berjalan di atas muka bumi, aku mendengar apa yang beliau katakan dan melihat apa yang beliau lakukan….” kata Bilal.

Ketika Masjid Nabawi di Madinah selesai dibangun, Rasulullah telah mengambil keputusan akan menggunakan naqus(lonceng) sebagai alat untuk memanggil orang-orang untuk shalat. Namun Rasul sendiri tidak menyukainya karena menyerupai orang Nasrani. Hingga salah seorang sahabat Nabi yang bernama Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbih bermimpi, di dalam mimpinya itu dia didatangi seorang laki-laki.

“Laki-laki itu memakai baju hijau di tangannya membawa naqus. Aku bertanya kepadanya, ‘Ya Abdullah, apakah engkau mau menjual naqus itu?’ Orang itu menjawab, ‘akan kau gunakan untuk apa?’ Aku menjawab, ‘untuk memanggil orang buat shalat.’ Dia berkata, ‘maukah aku tunjukkan kepadamu cara yang lebih baik? Sebutlah Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar…. (diteruskan sampai dengan kalimat Adzan yang kita kenal hari ini).’ Maka aku bangun pagi, lalu pergi kepada Rasulullah. Aku kabarkan kepadanya mengenai mimpi itu. Lalu Rasulullah bersabda, ‘sesungguhnya mimpi itu betul, insya Allah.’…. ,” kata  Abdullah bin Zaid.

Kemudian Rasulullah memberikan perintah kepada Abdullah bin Zaid, “dapatkan Bilal dan katakan padanya apa yang telah engkau lihat, ajari dia kata-katanya sehingga dia bisa memberikan panggilan, karena dia memiliki suara yang indah.” Abdullah bin Zaid menemui Bilal dan mengajari kata-katanya.

Setelah diajari, mulailah Bilal Adzan, “Allaahu Akbar Allaahu Akbar. Allaahu Akbar Allaahu Akbar. Asyhadu an laa illaaha illallaah. Asyhadu an laa illaaha illallaah. Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah.  Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Hayya ‘alas-shalaah. Hayya ‘alas-shalaah. Hayya ‘alal-falaah. Hayya ‘alal-falaah. Allaahu Akbar, Allaahu Akbar. Laa ilaaha illallaah.” Adzan tersebut adalah Adzan pertama dalam sejarah Islam, dan dilakukan oleh mantan budak yang sebelumnya dihinakan.

Umar bin Khattab mendengar seruan itu saat masih berada di rumahnya, dia buru-buru keluar, menyeret jubahnya di belakangnya, berkata, “demi Dia yang mengutusmu dengan kebenaran, wahai Rasulullah, aku melihat mimpi yang sama.” Nabi Muhammad SAW senang dan berkata, “segala puji bagi Allah.”

Wallohua'lam Bisshowab

Hukum dan Manfaat Menjawab Adzan Berkumandang Dalam Islam

Di negara Indonesia suara adzan sudah tidak asing lagi di telinga kita.
Biasanya adzan dikumandangkan di tempat ibadah seperti masjid atau musholah melalui pengeras suara.

Adzan merupakan salah satu tanda panggilan kepada umat Islam untuk melakukan sholat wajib lima waktu.

Sebagai umat muslim Ternyata saat kita mendengar suara adzan di wilayah sekitar kita, ada anjuran untuk menjawab adzan tersebut.

Hukum Menjawab Adzan Dalam Ajaran Islam 


Imam An Nawawi mengatakan: “Adzan dan iqamah disyariatkan berdasarkan nash-nash syariat dan Ijma’. Dan tidak disyariatkan (adzan dan iqamah ini) pada selain shalat lima waktu, tidak ada perselisihan (dalam masalah ini)”

Dalam permasalahan waktu adzan semua ulama menyepakati bahwa, adzan dan iqamat hanya diperuntukan pada saat akan masuknya waktu sholat wajib. Diluar hal tersebut tidak ada keharusan untuk melantunkan adzan atau iqamah. Sedangkan dalam hukum menjawab adzan sendiri terdapat perbedaan antar ulama.

Ada pendapat yang kemudian mewajibkan dan hanya mensunnahkan hukum menjawab adzan. Agar lebih jelas maka simak uraian singkat mengenai hukum menjawab adzan dalam islam.

Wajib

Ibnu Wahab, Mazhab Hanafi, sebagian ulama mazhab Maliki, dan mazhab Zahiri berpendapat bahwa hukum menjawab seruan azan adalah wajib. Imam ath-Thahawi juga menukil beberapa pendapat ulama salaf yang menyatakan hukum menjawab seruan adzan adalah wajib. (Bada-i’ ash-Shana-i’, 1/660. Syarh Al-Kharasy alal Khalil, 1/233).

Sebagaimana Hadits Abu Said al-Khudhri radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ

“Jika kalian mendengar seruan adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan muadzin.”(HR. Al-Bukhari, 611. Muslim, 383).

Hukum wajib menjawab adzan ini adalah bahwa seorang muslim hendaknya tidak boleh berkata-kata atau sibuk ngobrol  ketika adzan berkumandang. Selain itu juga, seseorang juga harus berhenti dari segala aktivitasnya seperti membaca alquran atau melakukam pekerjaan lainnya dan fokus mendengarkan adzan saja yang di lantunkan oleh muazin.

Dalam hadist diatas juga disebutkan untuk menjawab atau mengikuti perkataan muazin. Dalam ushul fikih jika terdapat kata perintah maka hukumnya sama dengan wajib. Ditambah lagi tidak terdapat kata yang menggeser hukum kepada selain hukum wajib.

Sunnah

Mazhab Syafi’i, Mazhab Hanbali, pendapat yang masyhur dalam mazhab Maliki, dan sebagian ulama mazhab Hanafi berpendapat bahwa hukum menjawab seruan adzan adalah sunnah, bukan wajib. Hal ini perpatokan dalam hadist. Hadits Anas bin Malik radhiyallahu anhu berikut:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُغِيرُ إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ، وَكَانَ يَسْتَمِعُ الأَذَانَ، فَإِنْ سَمِعَ أَذَانًا، أَمْسَكَ، وَإِلَّا أَغَارَ، فَسَمِعَ رَجُلًا، يَقُولُ: اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلَى الْفِطْرَةِ

“Rasulullah pernah hendak menyerang satu daerah ketika terbit fajar. Beliau menunggu suara adzan, jika beliau mendengar suara adzan maka beliau menahan diri. Namun jika beliau tidak mendengar, maka beliau menyerang. Lalu beliau pun mendengar seorang laki-laki berkata (mengumandangkan adzan), ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Rasulullah bersabda: ‘Di atas fithrah….’” (HR. Muslim no. 382).

Hadits Anas bin Malik tersebut sekaligus sebagai bantahan atas argumentasi pendapat para ulama yang menganggap hukum menjawab seruan adzan adalah wajib.

Imam asy-Syafi’I dalam kitab Al-Ummmenyebutkan, Ibnu Abi Fudaik telah berkata kepadaku, dari Ibnu Abi Dzi’b, dari Ibnu Syihab. Ia berkata, Tsa’labah bin Abi Malik berkata kepadaku,

كَانُوا يَتَحَدَّثُونَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَعُمَرُ جَالِسٌ عَلَى الْمِنْبَرِ فَإِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ قَامَ عُمَرُ فَلَمْ يَتَكَلَّمْ أَحَدٌ حَتَّى يَقْضِيَ الْخُطْبَتَيْنِ كِلْتَيْهِمَا فَإِذَا قَامَتْ الصَّلَاةُ وَنَزَلَ عُمَرُ تَكَلَّمُوا

“Pada hari Jumat mereka (Jamaah shalat) saling berbicara ketika Umar bin Khattab radhyallahu ‘anhu sedang duduk di Mimbar. Jika Muadzin telah selesai adzan Umar berdiri dan tak ada seorangpun yang berbicara sampai usai dua khutbah. Kemudian setelah shalat ditegakkan dan umar turun, mereka saling berbicara kembali.” (Al-Umm, 1/175)

Syaikh Abdul Aziz bin Marzuq ath-Thurifi menjelaskan, “Hadits di atas menunjukkan atas tidak adanya kewajiban menjawab dan mengikuti apa yang dikatakan muadzin ketika ia adzan, berdasarkan perbuatan sahabat yang meninggalkan itu dan disaksikan oleh Umar bin Khattab radhyallahu ‘anhu. (Al-Masa-il al-Muhimmah Fil Adzan wal Iqamah, Syaikh Abdul Aziz bin Marzuq ath-Thurifi, 107).

Berdasarkan penjelasan mengenai hukum menjawab adzan yang diuraikan di atas, maka sampailah kita kepada kesimpulan bahwa menjawah adzan hukumnya adalah sunnah. Sebab pendapat ulama jumhur yang mensunahkan hukum menjawab adzan lebih kuat dibanding dengan yang mewajibkan menjawab adzan. Meskipun demikian, tentunya sebagai umat muslim kita wajib menjunjung tinggi adab-adab keislaman. Dimana, kita dianjurkan untuk menjawab adzan sebisanya sebagai bentuk mencari keutamaan dalam ibadah.

Jika dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk menjawab panggilan adzan, maka anda tidak berdosa jika tidak melakukannya. Sebab sebagaimana hukum sunnah, yakni apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila jika tidak dikerjakan tidak apa-apa. Sebaliknya jika kita mencela adzan maka niscaya azab menghina adzan akan menimpa diri kita.

MANFAAT MENJAWAB SUARA ADZAN

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ، ثُمَّ صَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّـى عَلَيَّ صَلَّى اللهُ بِهَا عَلَيْهِ عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوْا اللهَ لِيَ الْوَسِيْلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُوْنَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ اللهَ لِيَ الْوَسِيْلَةَ حَلَّتْ عَلَيْهِ الشَّفَاعَةِ.

“Jika kalian mendengar mu-adzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali, maka dengannya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah al-wasilah kepada Allah untukku. Ia adalah sebuah tempat di Surga yang tak diraih kecuali oleh seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap ia adalah aku. Barangsiapa memintakan untukku wasilah kepada Allah, maka dia layak mendapat syafa’atku.”

Dari Jabir, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَالَ عِنْدَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: “اَللّهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَـائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا اَلْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ،” حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

“Barangsiapa yang ketika mendengar adzan mengucapkan, ‘Ya Allah, Rabb seruan yang sempurna ini serta shalat yang didirikan hammad wasilah dan keutamaan. Tempatkanlah ia pada kedudukan yang mulia sebagaimana Kau janjikan.’ Maka dia layak mendapat syafa’atku pada hari Kiamat.”

Berikut ini adalah Lafadz Adzan dan Jawabannya :

Lafadz Adzan

اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

Jawaban

اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

Lafadz Adzan

أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ

Jawaban

أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ

Lafadz Adzan

اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Jawaban

اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Lafadz Adzan

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

Jawaban

لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ 

Lafadz Adzan

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

Jawaban

لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ 

Lafadz Adzan

اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

Jawaban

اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

Lafadz Adzan

لاَ إِلَهَ إِلاَّالله

Jawaban

لاَ إِلَهَ إِلاَّالله

Wallohua'lam Bisshowab

Tuesday, September 25, 2018

Inilah Pahala Besar Mengantar Jenazah dalam Islam

Agama Islam telah menganjurkan pada ummatnya untuk mengunjungi orang yang sedang sakit menghibur dan mendo’akannya. Apabila seseorang telah meninggal dunia, hendaklah seorang dari mahramnya yang paling dekat dan sama jenis kelaminnya melakukan kewajiban yang mesti dilakukan terhadap jenazah, yaitu memandikan, mengkafani, menyembahyangkan dan menguburkannya.


Menyelenggarakan jenazah, yaitu sejak dari menyiapkannya, memandikannya, mengkafaninya, menshalatkannya, membawanya ke kubur sampai kepada menguburkannya adalah perintah agama yang ditujukan kepada kaum muslimin sebagai kelompok.

Apabila perintah itu telah dikerjakan oleh sebahagian mereka sebagaimana mestinya, maka kewajiban melaksanakan perintah itu berarti sudah terbayar. Kewajiban yang demikian sifatnya dalam istilah agama dinamakan fardhu kifayah.

Walaupun penyelenggaraan jenazah itu merupakan fardhu kifayah, tetapi agama menganjurkan supaya sebanyak mungkin orang menyertai shalat jenazah, mengantarnya ke kubur dan menyaksikan penguburannya. Lalu seperti apakah besarnya pahala mengiringi jenazah hingga keliang lahat/kubur.


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « مَنِ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا ، وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا ، وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا ، فَإِنَّهُ يَرْجِعُ مِنَ الأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ ، كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ » . رواه اِلْبُخَارِيِّ

Dari Abu Hurairah, Beliau berkata : Bersabda Rasulullah “Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai disholatkan atasnya maka dia mendapatkan satu qirat, dan barangsiapa yang menyaksikannya sampai jenazah itu dikuburkan, maka dia mendapatkan dua qirat”, maka ditanyakan “apakah itu dua qirat, Beliau menjawab “Semisal dua gunung yang besar”, dan bagi Imam Muslim “yang paling kecil dari keduanya seperti gunung uhud” Dan barang siapa yang shoalat jenazah, kemudian dia pulang tanpa menunggu mayat tersebut dikebumikan, sesungguhnya dia mendapat satu qhirat. " (HR. Bukhari)

Rasulullah Saw bersabda:

"Siapa yang turut menyaksikan pengurusan jenazah hingga ia menshalitinya, maka baginya pahala sebesar satu qirath. Sedangkan siapa yang turut menyaksikan pengurusannya hingga jenazah itu dimakamkan, maka baginya pahala sebesar dua qirath."

Lalu ditanyakanlah, "Apakah itu dua qirath?" beliau menjawab: "Seperti dua gunung yang besar."
sampai disinilah haditsnya Abu Thahir. Kemudian dua orang itu menambahkan; Ibnu Syihab berkata, Salim bin Abdullah bin Umar berkata; Ibnu Umar pernah menshalati jenazah lalu ia bubar dan pergi. Dan ketika hadits Abu Hurairah sampai padanya, ia pun berkata,
"Sungguh, kita telah menyia-nyiakan banyak qirath."

Berikut Tata cara dan Amalan-amalan saat berada di pemakaman :


  1. Jangan menginjak kubur atau mendudukinya, karena yang demikian ini datang ancamannya dari  hadits Rasulullah
  2. Melepas sandal
  3. Mengucapkan doa ketika hemdak masuk ke pekuburan sesuai dengan tuntutan Rasulullah
  4. Bagi yang mampu maka hendaknya menyaksikan penguburan tersebut (dimasukkannya jenazah kedalam kuburan), dalam rangka mengambil pelajaran darinya, yakni mengingatkan akan kematian, bahwasanya kita juga akan dimasukkan kedalam tanah seperti itu
  5. Menanti pemakaman dengan khidmat (berdiam diri, merenungkan dengan mengambil pelajaran dari peristiwa ini)Kita menjauhkan diri dari hal-hal yang malalaikan hati kita dari mengingat kematian, seperti tertawa, berbicara masalah dunia, bergurau atau lainnya
  6. Bagi orang yang berada disekitar kuburan, setelah liang kubur sudah siap ditutup dengan tanah, maka masing-masing menggenggam atau mengambil tanah untuk ditimbunkan kedalam liang sebanyak tiga kali (dan ini warid dari Rasulullah). Yang diperbolehkan dalam kondisi seperti ini adalah menyampaikan wasiat tentang kematian, dan ini tidak dilakukan secara rutinitas, hanya sekali-kali saja
  7. Di wilayah pekuburan hendaknya kita memuliakan kaum muslimin yang telah meninggal di kuburan tersebut dengan tidak membuang kotoran atau sesuatu yang tidak pantas di kuburan tersebut
  8. Meninggalkan ritual-ritual bid’ah di pekuburan, misalnya adzan, tabur bunga, meletakkan nisan, siram air, dllMengucapkan istighfar ketika pekuburan tersebut selesai, karena Rasulullah menyatakan “Mintakanlah ampun bagi saudara kalian karena sesungguhnya sekarang dia sedang ditanya”
Wallohua'lam bisshowab


Saturday, May 19, 2018

Inilah Manfaat Buah Kurma yang jarang diketahui

Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan bahwa makan Kurma merupakan bagian dari diet yang sehat. Mereka mengandung gula, lemak dan protein, serta vitamin penting.

Kuwaluhan.com

Orang Arab biasanya menggabungkan Kurma  dengan susu dan yogurt atau roti, mentega dan ikan. Kombinasi ini memang membuat diet mandiri dan lezat untuk Otak dan tubuh.

Kurma telah disebutkan dalam Al-Qur’an 20 kali, sehingga menunjukkan pentingnya mereka Selain sabda Rasullulah :

"Jika seorang dari kamu berpuasa, biarkan dia berbuka dengan kurma Dalam hal ia tidak memiliki mereka, kemudian dengan air Sesungguhnya air adalah pemurnian"

Salah satu yang disebutkan dalam Al-Qur’an :

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS Al An’aam:141)

Nabi (sallallahu alaiyhi wassallam) memafaa’kan untuk berbuka puasa dengan makan beberapa kurma sebelumnya membaca doa berbuka puasa,

Dan jika buah kurma yang masak tidak tersedia, ia menggantikan mereka dengan beberapa buah anggur kering.

Ketika mereka juga tidak tersedia, ia digunakan untuk memiliki beberapa teguk air, menurut beberapa riwayat.

Kurma juga kaya akan serat alami. Obat modern telah menunjukkan bahwa sangat efektif dalam mencegah kanker perut. Mereka juga mengungguli buah-buahan lain. Mengandung minyak, kalsium, belerang, besi, kalium, fosfor, mangan, tembaga dan magnesium. Dengan kata lain, satu tanggal adalah minimum dari diet yang seimbang dan sehat.

Beberapa alasan bahwa kekurangan gula dalam darah merupakan faktor utama yang membuat orang merasa lapar dan bukan perut kosong seperti yang sering diasumsikan. Ketika tubuh menyerap gizi beberapa tanggal, perasaan kelaparan menjadi diredakan.

Ketika seseorang berbuka puasa dengan memakan Kurma sebelum mengambil beberapa makanan lain, ia tidak bisa makan banyak serta membantu seseorang menghindari makan yang berlebihan.

Percobaan lain juga menunjukkan bahwa kurma mengandung beberapa stimulan yang memperkuat otot rahim pada bulan-bulan terakhir kehamilan. Ini membantu pelebaran rahim pada saat persalinan dan mengurangi perdarahan sa’at melahirkan.

Ahli nutrisi menilai bahwa ini makanan terbaik bagi perempuan masa yang menyusui. Hal ini karena kurma mengandung unsur-unsur yang membantu dalam mengurangi depresi pada ibu dan memperkaya ASI dengan semua unsur yang dibutuhkan untuk membuat anak sehat dan tahan terhadap penyakit.

Dalam Al-Qur’an disebutkan dalam surat Maryam 23-25 :

"Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia [bersandar] pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan“. (QS. Maryam 23)

"Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu". (QS. Maryam 24)

"Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu." (QS. Maryam 25)

HADIST DAN RIWAYAT BUAH KURMA


Sabda Rasulullah s.a.w. :

“Rumah yang tiada kurma nescaya penghuninya kelaparan”

Daripada Abu Musa r.a. katanya:

Anakku lahir, lalu aku membawanya kepada Nabi s.a.w. lalu baginda menamakannya dengan nama Ibrahim dan meletakkan pada lelangitnya dengan buah kurma”

Saidina Ali r.a. meriwayatkan:

Barang siapa yang memakan 7 butir tamar setiap hari, ia akan membunuh semua kuman di dalam badannya”

Daripada Abdullah bin Jaafar r.a katanya:

Aku pernah melihat Rasulullah s.a.w memakan mentimun Arab dengan buah kurma masak”

Hadis Saad r.a: Rasulullah s.a.w pernah bersabda:

Siapa yang memakan tujuh biji kurma di antara La Bataiha (dua tanah tidak berpasir di Madinah) pada waktu pagi, maka racun tidak akan dapat memudaratkannya sampai petang”

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang bermaksud :
“Diceritakan oleh Jumaah bin Abdullah yang disampaikan oleh Marwan yang mendapat berita daripada Ibnu Hashim bahawa Amir bin Saad mendengar bapanya meriwayatkan Rasulullah s.a.w. bersabda :

barang siapa yang memakan 7 biji tamar ‘Ajwah’ dia akan terkawal daripada kejutan syaitan dan sihir pada hari itu”

Daripada Anas bermaksud :

Rasulullah s.a.w. berbuka puasa dengan beberapa biji buah kurma sebelum sembahyang. Sekiranya tiada terpadat kurma, maka Rasulullah s.a.w. akan berbuka dengan beberapa biji anggur. Sekiranya tiada anggur, maka Baginda meminum beberapa teguk air” (Hadis riwayat Ahmad)

Riwayat daripada Muhammad b. Ali al Husayn bermaksud :

Kurma Ajwa adalah daripada syurga dan daripadanya ia menjauhkan racun (Al-Samm)”

Diriwayatkan pula oleh Amirulmukminin Ali bin Abi Talib:

Barang siapa yang memakan kurma Ajwa tujuh kali sebelum tidur, ia akan menghapuskan penyakit atau keracunan (Al-Dud ) di dalam tubuhnya“

Riwayat tentang kurma daripada Ahlul Bait Rasullallah s.a.w pula, berkata Imam Ali as yang berbunyi; Jibrail as datang kepada Nabi s.a.w dan berkata,

Bergantunglah pada Al-Barni karena ia adalah jenis kurma yang terbaik. Ia membawa manusia terhindar dari api neraka”

Rasullallah s.a.w pula bersabda :

  ”makanlah kurma sebelum sarapan untuk ia membunuh cacing di dalam perut”

Diriwayatkan daripada Abdullah bin Jaafar katanya:

Aku melihat Rasulullah S.A.W memakan buah-buahan dengan kurma masak”

Hadis Rasulullah s.a.w. :

Berilah makan buah kurma kepada isteri-isteri kamu yang hamil, kerana sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, nescaya anak yang bakal dilahirkan itu, menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas pemikirannya”


MANFAAT BUAH KURMA



  • Memakan 7 buah kurma dapat menangkal racun dan sihir
Dalam Shahih Buhari dan Muslim, diriwayatan oleh Saad bin Abi Waqash, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam beliau bersabda ‘Barangsiapa mengkonsumsi kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun atau sihir'.

Ajwah merupakan salah satu jenis kurma yang berasal dari Madinah, dikenal sebagai kurma Hijaz yang terbaik dari seluruh jenisnya. Bentuknya bagus, padat dan agak keras, namun termasuk kurma yang paling lezat, harum dan empuk. Biasanya kalau anda survey ke pasar, dia memiliki harga yang paling tinggi diantara yang lain.

  • Kurma Ajwa berasal dari surga dan dapat mengobati racun
Sebagaimana sabda Rosulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam : "Kurma ‘Ajwah itu berasal dari Surga, ia adalah obat dari racun". HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shahih.
  • Menjaga pemiliknya dari kelaparan
Rumah yang tidak ada tamr (kurma kering) di dalamnya, akan membikin lapar penghuninya' (HR. Muslim no. 2046)
- Rumah yang tidak ada tamr (kurma kering) di dalamnya, seperti rumah yang tidak ada makanan di dalamnya' (HR. Ibnu Majah no. 3328)
  • Kaum Arab Badui, yang makan kurma secara teratur, menunjukkan tingkat kejadian yang sangat rendah dari kanker dan penyakit jantung.
  • Buah kurma kaya serat yang mencegah penyerapan kolesterol LDL dalam usus.
  • Kandungan serat kurma juga membantu melindungi selaput lendir usus dengan mengurangi paparan dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan kanker usus besar.
  • Sebagai makanan laksatif (laxative food), kurma bermanfaat melancarkan buang air besar dan mencegah konstipasi.
  • Kurma mengandung antioksidan yang dikenal sebagai tanin. Tanin diketahui bersifat anti-infeksi, anti-inflamasi dan anti-hemoragik.
  • Kurma adalah sumber vitamin A, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan sangat penting untuk kesehatan mata. Vitamin A juga diperlukan menjaga kulit tetap sehat. Konsumsi buah-buahan alami yang kaya akan vitamin A  diketahui membantumelindungi dari kanker paru-paru dan rongga mulut.
  • Kurma merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Besi adalah komponen darihemoglobin di dalam sel darah merah yang menentukan daya dukung oksigen darah.
  • Kalium dalam kurma adalah komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung koroner dan stroke.
  • Kalsium merupakan mineral penting dalam pembentukan tulang dan gigi, dan dibutuhkan oleh tubuh untuk kontraksi otot, penggumpalan darah dan konduksi impuls saraf.
  • Mangan digunakan oleh tubuh sebagai unsur pendukung untuk enzim antioksidan superoksidan dismutase.
  • Tembaga diperlukan dalam produksi sel darah merah.
  • Magnesium sangat penting bagi pertumbuhan tulang.
  • Kurma kaya akan vitamin K dan vitamin B-kompleks, yaitu  piridoksin (vitamin B-6), niacin, asam pantotenat dan riboflavin. Vitamin ini membantu tubuh dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Vitamin K sangat penting dalam pembekuan darah  dan metabolisme tulang.
Itulah beberapa manfaat buah Kurma.
Wallohua'lam Bisshowab

Inilah Manfaat dan Khasiat Madu dalam Islam

Manfaat dan Khasiat madu bagi kesehatan manusia telah dijelaskan dalam Al Quran :

ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسۡلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً يَخۡرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخۡتَلِفٌ أَلۡوَانُهُ فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوۡمٍ يَتَفَكَّرُونَ 

Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 69).

Dari berbagai penelitian yang telah dihasilkan oleh ilmuwan dan para ahli, didapatkan fakta tak terbantahkan akan khasiat dan manfaatnya bagi manusia. Hampir seluruh negara di dunia mengenal madu.

Kuwaluhan.com

Berikut adalah manfaat madu bagi kesehatan manusia:

1. Madu untuk awet muda

Madu berperan besar dalam menjaga kesehatan sehingga membuat keduannya berumur panjang. Bagi keluarga Kerajaan inggris, sarapan madu adalah kebiasaan setiap hari mereka mengoleskan madu berkualitas tinggi pada roti. Manis alami madu digunakan di Inggris hingga pertengahan abad ke-17. Kebiasaan tersebut sempat berubah ketika gula yang dianggap lebih berkelas mulai di produksi. Namun setelah gula semakin meluas pemakaiannya tak lagi terbatas pada kalangan atas, keluarga kerajaan kembali mengkonsumsi madu. Itulah sebabnya kesehatan mereka terjaga dengan baik.

2. Mengobati radang tenggorokan

Dalam berbagai penelitian klinis, madu telah terbukti efektif dalam mengobati radang tenggorokan dan batuk. Madu pun bisa dikonsumsi secara langsung atau dicampur dengan air lemon untuk mendapatkan khasiat sehat lainnya.

3. Melawan insomnia

Sulit tidur tentu bisa memperburuk kesehatan tubuh. Namun insomnia ternyata juga bisa diatasi dengan mengonsumsi madu. Sebab madu sifatnya mampu menurunkan stres dan membuat tubuh menjadi lebih rileks.

4. Memperkuat seks

Dengan mengkonsumsi madu murni yang masih alami atau belum mengalami proses pemanasan, karena di dalam kandungan madu lebah terdapat vitamin B, Zinc dan vitamin E yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan dan menjaga vitalitas pria dewasa. Vitamin B2 (Riboflavin) yang terdapat dalam unsur madu, berfungsi untuk pertumbuhan dan reproduksi sementara kandungan B6 (piridoksin) yang berguna untuk mengatur keseimbangan hormon dan mengatur fungsi kekebalan tubuh.

5. Memperbagus kualitas sperma

Dengan mengkonsumsi madu sangat dipercaya dapat meningkatkan produksi sperma secara dramatis yang akhirnya dapat meningkatkan kuantitas sperma dalam jumlah yang banyak pada saat mengkonsumsi madu secara teratur. Dengan kuantitas sperma yang bagus, maka otomatis sperma yang dihasilkan juga mempunyai kualitas yang baik. Kandungan afrodisiak yang terkandung di dalam unsur madu juga sangat dipercaya dapat meningkatkan kehidupan seks para pria, dikarenakan lebah sering mengumpulkan nektar pada bunga-bunga Afrodisiak, seperti bunga anggrek dan bunga melati.

6. Untuk Kecantikan

Manfaat madu bagi kesehatan manusia dapat membantu merawat kecantikan yaitu untuk melindungi kulit terutama dalam menghapus luka, bintik merah hingga infeksi. Banyak manfaat yang didapat dari kandungan madu termasuk anti penuaan yang bisa dilakukan secara tradisional maupun modern. Madu kaya senyawa humektan. Hal ini membantu mempertahankan kadar air dalam kulit dan mengembalikan elastisitasnya, sehingga membuat kulit lentur.

7. Untuk Ibu hamil

Kandungan Glukosa, Fruktosa, Maltosa dan Sukrosa bermanfaat untuk memberikan asupan energi bagi ibu hamil yang cenderung membutuhkan tenaga ekstra daripada kondisi normal sebelum kehamilan. Vitamin C dalam madu juga memiliki banyak fungsi untuk kesehatan, salah satunya sebagai anti-oksidan. Yaitu, untuk menangkal Radikal Bebas dalam tubuh yang disebabkan oleh polutan, zat kimia dalam makanan atau pun stress oksidatif.

8. Khasiat madu untuk bayi dan balita

Membantu perkembangan jaringan sel-sel otak yang tengah berkembang. Perkembangan yang maksimal sangat membantu kecerdasan baik untuk otak maupun mentalnya.

9. Khasiat madu untuk anak-anak

Meningkatkan ketahanan tubuhnya terhadap penyakit sekaligus membantu meningkatkan nafsu makan. Sebagaimana kita ketahui, nafsu makan pada anak-anak seringkali kurang karena pengaruh konsumsi jajanan di luar.

10. Untuk pertumbuhan remaja

Sangat baik untuk metabolisme dan perkembangan tubuh yang sempurna. Masa remaja adalah masa dimana tubuh sedang berkembang sempurna. Oleh karena itu, patut dibantu oleh asupan gizi yang baik.

11. Khasiat madu untuk dewasa

Meminimalisir stres akibat tuntutan pekerjaan dan beban hidup. Sebagaimana kita tahu, stres yang berlebihan dapat mengundang datangnya aneka penyakit. Khasiat madu untuk orang dewasa juga turut membantu kecukupan gizi, terutama bagi para pekerja dengan waktu kerja yang panjang dan sedang mengambil lembur.

12. Khasiat madu untuk orang tua

Sebagai asupan gizi terbaik yang aman. Karena ada kalanya orang-orang tua harus mengurangi asupan gula karena penyakit atau harus mengurangi berat badan demi kesehatan. Kondisi tubuh seiring dengan usia tentu vitalitasnya semakin menurun, terutama organ pencernaan. Nah, khasiat madu yang mudah diserap tubuh tentu akan sangat membantu dan yang terpenting tanpa efek samping yang membahayakan.

13. Membersihkan lapisan darah dan darah menjadi bersih.

14. Mengimbangi kandungan lemak dan membuat jantung aktif.

15. Menghilangkan rasa cemas dan mengurangkan tekanan darah tinggi.

16. Menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

17. Menambah kekuatan sex dikarenakan madu mempunyai kandungan mineral

18. Untuk kesuburan

Menurut beberapa ahli nutrisi, manfaat madu bagi kesehatan manusia dapat meningkatkan kemampuan seksual dan kesuburan. Madu akan merangsang ovarium untuk berovulasi (melepaskan sel telur) dan mempersiapkan rahim untuk segera hamil.

19. Madu untuk penyembuh luka

Dalam dunia pengobatan masyarakat Yunani dan Romawi memelopori penggunaan madu untuk mengobati hidung tersumbat sementara itu bangsa mesir kuno menjadi pelopor pemanfaatan madu untuk mengobati luka. Mereka membuat salep dari madu untuk mengobati luka bakar dan luka akibat tusukan benda tajam.

20. Sebagai antibiotik

Setelah ribuan tahun digunakan, khasiat madu sebagai obat luka terungkap secara ilmiah. Madu bekerja sebagai antibiotik alami yang sangggup mengalahkan bakteri mematikan. Madu sangat asam sehingga tidak cocok untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri. Madu menghasilkan hidrogen peroksida yang merupakan anti septik luar biasa. Proses osmosis di dalam madu membasmi bakteri kekentalan madu yang sedikit mengandung air menghasilkan proses osmosis menyerap air dari bakteri pada luka dan luka bakar, tak ubahnya spons menyerap air. Madu mengeringkan bakteri sehingga bakteri sulit tumbuh.

21. Madu untuk membunuh kuman

Kandungan gizi yang luar biasa antara lain asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit. Madu mengandung zat antibiotik yang berguna untuk mengalahkan kuman patogen penyebab panyakit infeksi. Mengikuti bangsa mesir kuno setelah menempuh kajian untuk menemukan fakta ilmiah, salep madu untuk luka kini di produksi di Australia.

22. Madu untuk terapi

Bangsa Mesir dikenal paling piawai meramu obat dari bahan-bahan alami. Madu termasuk dalam 500 resep obat dari 900 resep yang diketahui. Pengobatan modern yang mengacu pada terapi kuno penggunaan madu dari Mesir puas dengan hasilnya.

23. Madu untuk mengobati borok

Sifat anti-jamur dalam madu, dapat membantu menyembuhkan infeksi. RS Universitas Wisconsin Medical School and Public Health misalnya, Menerapkan terapi madu bagi borok yang diderita penderita diabetes. Uji coba terhadap seorang pasien berusia 79 tahun berhasil menyembuhkan borok pada jari kakinya. Sang pasien bahkan tidak jadi diamputasi berkat terapi madu tersebut.

25. Madu untuk antioksidan

Di Selandia Baru, terapi madu berhasil menyembuhkan lecet pada punggung pasien yang terlalu lama terbaring di ranjang rumah sakit. Di Uni Emirat Arab, terapi madu untuk luka akibat herpes bibir dan alat kelamin mempercepat penyambuhan dan mengurangi rasa sakit. Sementara itu untuk membuktikan peran madu sebagai antioksidan peneliti di Universitas California membuktikan konsumsi madu mampu meningkatkan antioksidan dalam darah. Uji coba pada tikus untuk mengkaji kemampuan madu meningkatkan penyerapan kalsium memberikan hasil memuaskan. Riset di Universitas Purdue itu menyimpulkan, konsumsi suplemen kalsium bersama madu mampu meningkatkan penyerapan kalsium oleh tubuh.

26. Khasiat madu untuk kecantikan

Sejak zaman Mesir Kuno, Ratu Cleopatra sudah menggunakan madu untuk merawat kecantikannya yang sangat termasyhur itu. Sang Ratu menggunakan madu untuk masker wajah yang berkhasiat menjaga kelenturan dan kemulusan kulit. Khasiat madu juga dimanfaatkan ratu yang sangat cantik ini untuk menjaga kemilau rambutnya dengan cara mengoleskannya pada rambut yang basah dan didiamkan sebentar. Khasiat madu untuk kecantikan wajah dan rambut bisa kita manfaatkan juga saat ini. Lakukan cara yang sama seperti Ratu Cleopatra untuk merawat kecantikannya.

27. Mencerahkan rambut

Manfaat madu bagi kesehatan manusia untuk mencerahkan rambut. Dengan mengambil satu sendok teh madu dan campur ke dalam satu liter air hangat. Siramlah pada rambut yang telah dicuci dengan sampo. Tidak perlu dibilas untuk mendapatkan rambut yang cerah dan berkilau.

28. Pencuci muka

Ada cara yang lebih alami daripada sabun untuk membersihkan muka, yaitu dengan menggunakan madu. Gunakan madu sebagai pencuci muka dan bilas hingga bersih.

29. Melawan parasit

Minuman yang terbuat dari madu, cuka, dan air adalah obat yang paling ampuh untuk mengatasi masalah perut ketika bepergian. Sebab ketiga campuran bahan tersebut merupakan pelawan parasit.

30. Menyingkirkan jerawat

Oleskan madu pada jerawat dan biarkan selama setengah jam. Setelah itu, bilas hingga bersih. Ulangi langkah yang sama untuk menyingkirkan jerawat secara alami.

31. Menghaluskan Kulit

Jika biasanya ada garam mandi dan minyak yang digunakan untuk mandi berendam, ganti bahan tersebut dengan madu dan minyak zaitun. Fungsinya adalah menghaluskan dan membuat aroma kulit semakin segar.

32. Meredakan cemas

Entah dicampur di dalam teh atau diminum secara langsung, madu cukup dikenal ampuh meredakan rasa cemas. Madu juga bisa dikonsumsi setelah dicampur bersama jahe dan air lemon.

33. Lip balm

Campurkan madu, minyak zaitun, dan cocoa butter untuk menciptakan lip balm alami yang ampuh mengatasi bibir kering. Penerapan madu pada bibir pecah-pecah dan keriput akan membuatnya halus dan lembut.

34. Madu untuk Pelangsing

Memiliki peran penting dalam mengelola obesitas. Madu membantu mempercepat metabolisme yang pada gilirannya membantu tubuh lebih banyak membakar lemak. Madu membantu menurunkan kolesterol serta meningkatkan HDL (kolesterol baik).

35. Kesehatan pencernaan

Madu hangat dan lemon sebaiknya dikonsumsi setiap pagi untuk membantu melancarkan dan menyehatkan sistem pencernaan serta membantu menurunkan berat badan. Madu hangat dan lemon akan membersihkan perut di pagi hari, serta membantu produksi cairan lever yang berguna untuk mencerna makanan. Lemon yang ditambahkan pada madu hangat akan mencegah kembung dan membuat makanan lebih mudah dicerna tubuh.

36. Membersihkan racun

Manfaat madu bagi kesehatan manusia adalah membersihkan tubuh dari racun yang tak diinginkan atau zat yang menyebabkan masalah pada tubuh dan pencernaan. Menambahkan lemon pada madu hangat biasanya akan membuat Anda lebih sering buang air kecil karena racun yang dikeluarkan dari tubuh. Ini karena urine akan membawa racun tersebut keluar dan membuat tubuh bersih.

37. Menambah energi

Minum madu hangat adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan energi. Energi yang tinggi akan membantu tubuh untuk meningkatkan metabolisme. Madu juga akan merangsang organ tubuh untuk bekerja dengan baik dan efektif. Hal ini juga membantu menurunkan berat badan karena metabolisme yang lancar akan membakar lebih banyak kalori. Hebatnya, energi yang Anda dapatkan dari madu hangat setiap pagi akan bertahan hingga seharian.

38. Mencegah rasa lapar

Madu hangat yang dicampur dengan lemon akan membantu menekan nafsu makan. Hal ini sangat cocok jika Anda sedang berdiet. Mengonsumsi di pagi hari akan membuat Anda menghindari camilan sepanjang hari. Selain itu, madu hangat juga mengandung banyak serat yang menyehatkan tubuh dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

39. Madu membantu membersihkan sistem pernapasan dari lendir.

40. Sebagai obat anemia

Konsumsi madu secara teratur akan meningkatkan penyerapan kalsium dan jumlah hemoglobin yang membantu untuk melawan anemia.

41. Manfaat madu bagi kesehatan manusia dapat meningkatkan kecerdasan dan daya ingat.

42. Madu membantu membersihkan luka, mengurangi bau dan nanah dan meningkatkan penyembuhan cepat.

43. Madu untuk kulit

Sebagai pelembap kulit yang baik dan efektif meremajakan kulit. Sarat dengan antioksidan alami, yang membantu melindungi kulit dari ultraviolet. Dengan menembus lapisan atas kulit, jadi dapat mengelupas kotoran. Serta membantu melawan infeksi dan mencegah masalah jerawat.

44. Mencegah kanker

Kandungan flavonoid yang terdapat pada madu yaitu kandungan antioksidan yang membantu anda dalam mengurangi risiko jenis kanker dan penyakit jantung. Termasuk kanker payudara dan serviks yang sering menyerang wanita, selain itu kelebihan berat badan (obesitas) yang sering dijumpai pada wanita akan memicu serangan jantung oleh karena itu membiasakan konsumsi madu sangat baik untuk anda.

45. Mengurangi keputihan

Kandungan anti bakteri yang dihasilkan oleh madu akan membantu anda dalam mengurangi dan mencegah adanya keputihan yang diantaranya disebabkan oleh bakteri dan jamur. Kandungan antibakteri yang terdapat didalam madu akan baik untuk digunakan sebagai mencegah beberapa penyakit yang diakibatkan oleh bakteri.

46. Meningkatkan kemampuan seksual yang disebabkan kelainan prostat.

47. Meningkatkan fungsi ovarium dan kualitas sel telur.

48. Mengurangi gejala yang berhubungan dengan PMS (Pre-Menstrual Syndrome).

49. Menyehatkan organ seksual

Manfaat madu bagi kesehatan manusia untuk merangsang dan memelihara sistem reproduksi ke arah yang lebih sehat, baik organ seksual wanita maupun pria.

50. Untuk bertempur diatas ranjang bagi suami istri

Di dalam madu juga terdapat zat boron yang sangat bermanfaat untuk membantu tubuh dalam mengelola estrogen yang penting untuk meningkatkan gairah seksual. Beberapa peneliti menegaskan bahwa madu juga menambah tingkat energi pada seseorang.

Sepertinya sebuah pemikiran kreatif sekaligus sebagai alternatif untuk memadukan kekuatan madu dan susu yang berfungsi meningkatkan dorongan seksual. Untuk itulah, sebaiknya madu bisa dijadikan pilihan minuman bagi anda dan pasangan, sebelum melakukan aktifitas seksual.

Itulah manfaat Madu untuk kebutuhan tubuh manusia.

Wallohua'lam Bisshowab

Saturday, December 2, 2017

Manfaat Dan Faidah Menakjubkan Membaca Sholawat Nabi Muhammad

HADITS TENTANG KEAJAIBAN MEMBACA SHALAWAT


Bismillahirrohmanirrohim

Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Semoga sholawat dan salam tetap tercurah kepada Imam para utusan, penutup para nabi, diutus pembawa rahmat bagi alam semesta, panglima bagi orang-orang yang memiliki muka bercahaya, pemberi syafaat bagi orang-orang yang berdosa, dan pemilik bendara pujian pada hari pembalasan. Semoga shalawat juga tercurah atas keluarganya yang bersih dan para shahabatnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {56}

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. 33:56)

Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang membaca shalawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali.

Pelayan kedua wahyu, penggemar dua tanah suci, dan pecinta utusan Allah bagi bangsa jin dan manusia berkata, “risalah ini saya himpun untuk menjelaskan tentang keajaiban membawa shalawat kepada penghulu anak Adam. Saya himpun sebagai hadiah bagi para pembawa shalawat Nabi. Saya menurunkan delapan puluh hadits tentang shalawat yang saya sertakan rujukan dan faedahnya, yang saya ringkas dari kitab “Jalaul Afham” karya Ibnu Qayyim, dan saya menambahi isinya kemudian saya beri judul “al-Arbainin Fis Shalah ala Ibnu Dzabihain”. Saya memohon kepada agar menjadikan tulisan ini sebagai perantara untuk meraih syafaat dan penjamin selamat.

Ditulis oleh: Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi 1363 H

1. Dari Abu Bakar as-Shiddiq berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلي علي كنت شفيعه يوم القيامة

"Barang siapa yang bershalawat kepadaku, maka aku akan memberinya syafaat pada hari kiamat." (Hadits riwayat Ibnu Syahiin dalam at-Targhib dan Ibnu Basykawal).

2. Dari Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلى عليك واحدة صلى الله عليه وسلم عشرا ورفع له عشر درجات

"Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat."(Dikeluarkan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Abu Syaibah, al-Bazzar, Ibnu Syahiin dan al-Ismaili dengan sanad ma’lul).

3. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:

"البخيل الذي من ذكرت عنده فلم يصل علي".

"Manusia bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi tidak membaca shalawat kepadaku".(Dikeluarkan Imam at-Tirmidzi dan beliau berkata bahwa hadits hasan shahih. Dan juga dikeluarkan Imam Nasa’i, Ibnu Hibban dal al-Hakim).

4. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:

"من سره أن يكتالَ بالمكيالِ الأوفى إذا صلَّى علينا أهل البيت فليقل: اللهم صلِّ على محمدٍ النبيِّ الأمي وأزواجه أمهات المؤمنين وذريته وأهل بيته، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ".

Barang siapa yang ingin mendapat balasan dengan takaran yang penuh ketika membaca shalawat kepada kami, ahli bait, maka hendaknya membaca: Allahumma Sholli Ala Muhammad an-Nabi al-Ummi, Wa Azwajihi Ummahatil Mukminin Wa Dzurriatihi Wa Ahli Baitihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Innaka Hamidun Majid (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, seorang nabi yang ummi, kepada isteri-isterinya sebagai ibunda kaum mukminin, anak cucunya dan keluarganya sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.(Dikeluarkan Imam an-Nasa’i)

5. Hadits Dari Abu Mas’ud.

عن أبي مسعود الأنصاري أنه قال: أتانا رسول اللّه صلى الله عليه وسلم في مجلس سعد بن عبادة فقال له بشير بن سعد: أمرنا اللّه أن نصلي عليك يارسول اللّه، فكيف نصلي عليك؟ فسكت رسول اللّه صلى الله عليه وسلم حتى تمنينا أنه لم يسأله، ثم قال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم "قولوا: اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ ٌ و بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ في العالمين إنك حميدٌ مجيدٌ". والسلام كما قد علمتم

Dari Abu Mas’ud berkata: Pernah Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda hadir ditengah kami sementara kami sedang berada di majlisnya Sa’ad bin Ubadah. Maka Basyir bin Sa’ad bertanya kepada beliau: Allah telah memerintahkan kepada kami bershalawat kepadamu, bagaimanakah cara bershalawat kepadamu. Abu Mas’ud berkata: Maka Rasulullah diam, sehingga kami ingin kalau sekiranya ia (Basyir bin Saad) tidak bertanya kepada beliau. Kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Fil Aalamina Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim atas sekalian semesta alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia). Adapun salam sebagaimana yang kalian ketahui. ( Dikeluarkan Ahmad, Muslim, Abu Daud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim).

6. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Ka’ab bin Ujrah berkata: Maukah kami aku beri suatu hadiah? Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda telah hadir di tengah kami, maka kami bertanya: Kami telah mengetahui bagaimana mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana membaca shalawat kepadamu. Beliau bersabda: Ucapkanlah

"اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ، اللهمَّ بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ".


 Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid, Allahumma Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid.(Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maka Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.  (Dikeluarkan Bukhari dan Muslim serta Abu Daud)

7. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Hadirlah kalian. Maka kamipun hadir. Ketika naik mimbar pada tangga pertama beliau mengucapkan ‘Amin’, kemudian naik mimbar pada tangga kedua beliau mengucapkan ‘Amin’. Kemudian naik mimbar pada tangga ketiga beliau juga mengucapkan ‘Amin’. Setelah usai khutbah, beliau turun dari mimbar, maka kami bertanya kepada beliau: Wahai Rasulullah kami mendengar darimu sesuatu yang belum pernah kami dengar darimu sebelumnya. Beliau Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui Ramadhan namun tidak diampuni dosanya. Maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga kedua, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang namamu disebut namun dia tidak membaca shalawat kepadamu, maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga ketiga, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui kedua orang tuanya dalam keadaan tua renta, atau salah satunya, namun dia tidak masuk surga. Maka aku katakan Amin. ( Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim dan beliau berkata: Sanadnya shahih).

8.  Dari Abu Humaid as-Sa’idi bahwa mereka berkata: Wahai Rasulullah bagaimana kami membaca shalawat kepadamu, maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah:

"اللهم صلِّ على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما صليت على آل إبراهيم، وبارك على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ".


 Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Barik Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Berkahilah Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.  (Dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim).
   
9. Abu Usaid berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda: Jika diantara kamu masuk masjid maka ucapkanlah shalawat dan salam kepada nabi dan bacalah:

اللهم صلي علي محمد اللَّهمَّ افتح لي أبواب رحمتك، فإِذا خرج فليقل: اللَّهمَّ إنِّي أسألك من فضلك".


“Allahumma Shalli Ala Muhammad, Allahumma Iftah Li Abwaaba Rahmatik, ( Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, ya Allah bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu) dan jika keluar dari Masjid, hendaklah ia ucapkan “Allahumma Inni As’aluka Min Fadzlik. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu) (Dikeluarkan Imam Muslim dan Abu Daud secara ringkas)
   
10. Hadits Abu Said al-Khudri

عن أبي سعيد الخدري؛ قال:- قلنا يا رسول الله! هذا السلام عليك قد عرفناه. فكيف الصلاة؟ قال ((قولوا: اللهم صل على محمد عبدك ورسولك كما صليت على آل إبراهيم. وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم)).


Dari Abu Said al-Khudri berkata bahwa kami bertanya: Wahai Rasulullah, Salam kepadamu kami telah mengetahui, maka bagaimanakah kami bershalawat kepadamu? Beliau Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: Ucapkanlah: Allahumma Shalli Ala Muhammad Abdika Warasulika Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim. Wabarik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ibrahim. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, hamba-Mu dan utusan-Mu, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim).  (Dikelurkan Bukhari)
_________________

A . Namun dinyatakan hasan oleh syaikh al-Bani dalam shahih Adabul Mufrad (499) dan Silsilah Hadits Shahihah (829).

B . Dalam Sunan Abu Daud dan Misykatul Mashabih dari Abu Hurairah.

C . Dalam buku aslinya, penulis menyatakan bahwa hadits ini dari Ali bin Abu Thalib yang dikeluarkan Imam Nasa’i, namun setelah kami teliti ternyata kami temukan dalam sunan Abu Daud, sunan al-Baihaqi (2686) dan Miskatul Mashabih dari Abu Hurairah.

MANFAAT dan KEAJAIBAN MEMBACA SHOLAWAT


  1. Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
  2. Mencontoh Allah dalam membaca shalawat.
  3. mencontoh para malaikat-Nya.
  4. Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
  5. Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
  6. Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
  7. Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
  8. Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
  9. Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
  10. Mendapat pengampunan dari Allah.
  11. Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
  12. Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
  13. Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
  14. Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
  15. Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
  16. Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
  17. Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
  18. Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
  19. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
  20. Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
  21. Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
  22. Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
  23. Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
  24. Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
  25. Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
  26. Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
  27. Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
  28. Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
  29. Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
  30. Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
  31. Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
  32. Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
  33. Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam secara abadi.
  34. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
  35. Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
  36. Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallamMenjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
  37. Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam atasnya.
  38. Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
  39. Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya.
  40. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.

Wallohua'lam Bisshowab