Showing posts with label Kota terbesar di Sulawesi. Show all posts
Showing posts with label Kota terbesar di Sulawesi. Show all posts

Sunday, September 2, 2018

Inilah Kabupaten Terbesar dan Terpadat di Provinsi Sumatera Selatan Indonesia

Sumatera Selatan adalah salah satu provinsidi Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatera. Provinsi ini beribukota di Palembang. Secara geografis provinsi Sumatera Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara, provinsi Kep. Bangka-Belitung di timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat. Provinsi ini kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara. Selain itu ibu kota provinsi Sumatera Selatan, Palembang, telah terkenal sejak dahulu karena menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya.


Berikut ini kami telah merangkum daftar Kabupaten Terbesar dan Terpadat di Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan kepadatan jumlah penduduk :

1. Kabupaten Banyuasin

Kabupaten Terbesar dan Terpadat pertama di Provinsi Sumatera Selatan adalah Kabupaten Banyuasin, Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin yang terbentuk berdasarkan UU No. 6 Tahun 2002.

Kabupaten Banyuasin memiliki luas wilayah sekitar 11.832,99 km2 dan berpenduduk sebanyak 883.895 jiwa. Kabupaten ini merupakan kabupaten paling padat penduduknya di provinsi Sumatera Selatan.

Nama kabupaten ini berasal dari nama Sungai Banyuasin, yang melintasi wilayah kabupaten ini dan Kabupaten Musi Banyuasin. Perkataan banyuasin sendiri berasal dari istilah bahasa Jawa banyu (air) dan asin, merujuk pada kualitas air sungai tersebut yang masin rasanya, terutama ke arah pantai.

Banyak pembangunan provinsi sumatera selatan yang dilaksanakan di pinggir wilayah banyuasin presis berbatasan dengan wilayah kota palembang dengan tujuan untuk mendukung pembangunan di palembang, seperti sarana LRT, sekolah, Dermaga pelabuhan tanjung api-api dan pemerintah kabupaten Banyuasin sangat konsen dengan pembangunan dimulai dari desa dengan melaksanakan program 500 juta perdesa sehingga infrastruktur dapat terealisasi langsung menyentuh rakyat desa. selain itu beliau telah melaksanakan program perbaikan sistem demokrasi dengan melaksanakan pilkades evoting di 160 desa pada tahun 2015 lalu yang merupakan terbanyak secara nasional di indonesia dan masuk nominasi record MURI.

2. Kabupaten Ogan Komering Ilir

Kabupaten Terbesar dan Terpadat kedua yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ilir atau sering disingkat OKI yang beribukotakan Kayu Agung, adalah salah satu Kabupaten di Sumatera Selatan yang memiliki luas 19.023,47 Km² dan saat ini memiliki penduduk sekitar 787.513 jiwa. Pada tahun 2015 kabupaten ini memiliki 18 Kecamatan, yang terdiri atas 314 desa beserta 13 kelurahan.

Wilayah Kabupaten Ogan Komering ilir terletak di bagian Timur Provinsi Sumatera Selatan yaitu tepatnya antara 104°20’ dan 106°00’ Bujur Timur dan 2°30’ sampai 4°15’ Lintang Selatan, luasnya mencapai 19.023,47 Km².

Sekitar 75 persen dari luas wilayah Kabupaten OKI merupakan bentangan rawa dan 25 persennya merupakan daratan. Daerah ini dialiri oleh banyak sungai dan memiliki wilayah pantai dan laut. Wilayah pesisir Pantai Timur OKI meliputi Kecamatan Air Sugihan, Tulung Selapan, Cengal dan Kecamatan Sungai Menang.

3. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur

Kabupaten Terbesar dan Terpadat selanjunya adalah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, kabupaten ini adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan. Ibukota Kabupaten ini terletak di Martapura. Ogan Komering Ulu Timur terbentuk sebagai pemekaran Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Kabupaten ini terkenal sebagai salah satu daerah yang maju dan terdepan di Provinsi Sumatera Selatan. Suku Komering yang hampir 80 persen menempati wilayah ini seperti Di daerah Gunung Jati, Campang Tiga, Semendawai, Kangkung, Betung, Martapura, Gunung Batu, Muncak Kabau, Belitang, Buay Madang, Minanga, Belitang (sebagian), dan Madang Suku.

Sebagai daerah pemekaran baru yang terus berkembang laju pertumbuhan penduduk tersebut cukup moderat. Perbaikan kesejahteraan masyarakat dan perhatian pemerintah yang tinggi terhadap kesehatan penduduk mengakibatkan angka kematian menurun dari waktu ke waktu. Hal ini mengakibatkan angka kelahiran di OKU Timur lebih besar dibandingkan dengan kematian, yang mendorong relatif tingginya angka pertumbuhan penduduk. Kecamatan Jayapura memiliki angka pertumbuhan tertinggi di OKU Timur (5,91%). Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya imigrasi di kecamatan ini akibat adanya pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan karet yang menarik masuknya tenaga kerja ke Jayapura. Sementara laju pertumbuhan penduduk Kecamatan Buay Madang merupakan yang terkecil (0,20%).

4. Kabupaten Musi Banyuasin

Kabupaten Terbesar dan Terpadat berikutnya adalah Kabupaten Musi Banyuasin, kabupaten ini adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan dengan ibu kota Kota Sekayu. Kabupaten ini memiliki luas wilayah ±14.265,96 km² yang terbentang pada lokasi 1,3° - 4° LS, 103° - 105° BT.

Pada tahun 2017 kabupaten Musi Banyuasin memiliki jumlah penduduk mencapai 608.125 jiwa dan merupakan kabupaten paling padat ke-4 penduduknya di provinsi Sumatera Selatan.

Kabupaten ini bermotto Bumi Serasan Sekate dengan ibukota Sekayu Kota Randik ("Rapi, Aman, Damai, Indah, dan Kenangan") dan merupakan bagian dari Kabupaten dan Kota di Sumatera Selatan.

5. Kabupaten Muara Enim

Kabupaten Terbesar serta Terpadat berikutnya di Provinsi Sumatera Selatan adalah Kabupaten Muara Enim, kabupaten ini adalah salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Muara Enim.

Kabupaten muara Enim memiliki luas wilayah sekitar 7.483,06 km2 dengan jumlah penduduk mencapai 600.398 jiwa.

Kabupaten Muara Enim mengandalkan pertanian terutama perkebunan dalam mendorong perekonomiannya. Hal ini terlihat dari besarnya luas lahan yang digunakan untuk perkebunan. Lahan yang ada di Kabupaten Muara Enim umumnya merupakan lahan bukan sawah yaitu sekitar 96,19 persen dan sisanya merupakan lahan sawah.

Sektor pertambangan juga berperan cukup besar dalam perekonomian Kabupaten Muara Enim, baik komposisi dengan migas maupun tanpa migas. Dalam komposisi dengan migas, peranan dominan sektor pertambangan dibentuk oleh dominasi produk minyak dan gas bumi, sementara dalam komposisi tanpa migas, sumbangan batubara masih cukup dominan. Jumlah produksi batubara tahun 2010 tercatat sebanyak 11.948.767 ton atau naik 3,54 persen dari tahun lalu yang mencapai 11.540.720 ton. Walaupun produksi briket batubara turun 88,64 persen dibanding tahun sebelumnya.

Nah Itulah daftar kabupaten Terbesar dan Paling Padat Penduduknya di provinsi Sumatera Selatan Indonesia. Jika ada Kekeliruan silahkan beri komentar pada kotak di bawah artikel.

Thursday, August 30, 2018

Inilah 5 Kota Terbesar di Provinsi Sumatera Barat Indonesia

Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Sumateradengan Padang sebagai ibu kotanya. Sesuai dengan namanya, wilayah provinsi ini menempati sepanjang pesisir barat Sumatera bagian tengah, dataran tinggi Bukit Barisan di sebelah timur, dan sejumlah pulau di lepas pantainya seperti Kepulauan Mentawai. Dari utara ke selatan, provinsi dengan wilayah seluas 42.297,30 km² ini berbatasan dengan empat provinsi, yakni Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Bengkulu.

Sumatera Barat adalah rumah bagi etnis Minangkabau, walaupun wilayah adat Minangkabau sendiri lebih luas dari wilayah administratif Provinsi Sumatera Barat saat ini. Provinsi ini berpenduduk sebanyak 5.131.900 jiwa dengan mayoritas beragama Islam.

Provinsi ini terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kota dengan pembagian wilayah administratif sesudah kecamatan di seluruh kabupaten (kecuali kabupaten Kepulauan Mentawai) dinamakan sebagai nagari.

Secara bertahap perekonomian Sumatera Barat mulai bergerak positif setelah mengalami tekanan akibat dampak gempa bumi tahun 2009 yang melanda kawasan tersebut. Dampak bencana ini terlihat pada triwulan IV-2009, di mana pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 0,90%. Namun kini perekonomian Sumatera Barat telah membaik, dengan tingkat pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Pada tahun 2012 ekonomi Sumatera Barat tumbuh sebesar 6,35%, lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 6,25%.

Berikut ini kami telah merangkum daftar Kota Terbesar dan Terpadat di Provinsi Sumatera Barat berdasarkan jumlah Penduduk, Perekonomian dan Pendidikan :

1. Kota Padang


Kota Padang adalah kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatera sekaligus ibu kota dari provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini merupakan pintu gerbang barat Indonesia dari Samudra Hindia.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016, kota ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 902.413 jiwa. Padang merupakan kota inti dari pengembangan wilayah metropolitan Palapa.

PEREKONOMIAN

Kota Padang sebagai kota pelabuhan sejak abad ke-19 telah mengalami pertumbuhan ekonomi cepat yang didorong oleh tingginya permintaan kopi dari Amerika. Akibatnya pada tahun 1864 telah berdiri salah satu cabang Javaansche Bank yakni bank yang bertanggung jawab terhadap mata uang di Hindia Belanda serta telah mengikuti standar selaras dengan yang ada di negara Belanda. Seiring itu pada 1879 juga telah muncul bank simpan pinjam. Hal ini mencerminkan tingginya tingkat peredaran uang di kota ini.

Kota ini menempatkan sektor industri, perdagangan dan jasa menjadi andalan dibandingkan dengan sektor pertanian dalam mendorong perekonomian masyarakatnya.

Di kota ini terdapat sebuah pabrik semen yang bernama PT Semen Padang dan telah beroperasi sejak didirikan pada tahun 1910. Pabrik semen ini berlokasi di Indarung dan merupakan pabrik semen yang pertama di Indonesia, dengan kapasitas produksi 5.240.000 ton per tahun.

PENDIDIKAN

Kota Padang sejak dari zaman kolonial Belanda telah menjadi pusat pendidikan di Sumatera Barat. Tercatat pada tahun 1864, jumlah pelajar yang terdaftar di sekolah yang ada di kota ini sebanyak 237 orang.

Kota Padang memiliki puluhan perguruan tinggi, sepuluh di antaranya berbentuk universitas. Universitas Andalas (Unand) yang belokasi di Limau Manis diresmikan oleh Wakil Presiden pertama Mohammad Hatta pada tahun 1955 sebagai universitas tertua di luar Jawa. Pada tahun 2014, Unand menjadi universitas pertama di Sumatera yang mendapatkan peringkat A untuk akreditasi perguruan tinggi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Perguruan tinggi negeri lainnya yang ada di Kota Padang yakni Universitas Negeri Padang (UNP) di Air Tawar, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN-IB) di Lubuk Lintah, Politeknik Negeri Padang di Limau Manis, Politeknik Kesehatan Padang di Siteba, dan Akademi Teknologi Industri Padang di Tabing. Beberapa perguruan tinggi swasta juga berada di kota ini, seperti Universitas Bung Hatta, Universitas Baiturrahmah, Universitas Ekasakti, Universitas Tamansiswa, Universitas Putra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Institut Teknologi Padang, dan Universitas Dharma Andalas.

2. Kota Bukittinggi


Kota Bukittinggi adalah kota dengan perekonomian terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Kota ini juga pernah menjadi ibu kota Provinsi Sumatera dan Provinsi Sumatera Tengah.

Kota ini pada zaman kolonial Belanda disebut dengan Fort de Kock dan mendapat julukan sebagai Parijs van Sumatra. Bukittinggi dikenal sebagai kota perjuangan bangsa dan merupakan tempat kelahiran beberapa tokoh pendiri Republik Indonesia, di antaranya adalah Mohammad Hatta dan Assaat yang masing-masing merupakan proklamator dan pejabat presiden Republik Indonesia.

Kota Bukittinggi merupakan salah satu pusat perdagangan grosir terbesar di Pulau Sumatera. Pusat perdagangan utamanya terdapat di Pasar Ateh, Pasar Bawah, dan Pasar Aur Kuning. Dari sektor perekonomian, Bukittinggi merupakan kota dengan PDRB terbesar kedua di Sumatera Barat, setelah Kota Padang.

PEREKONOMIAN

Perkembangan pasar Loih Galuang yang sekarang disebut juga Pasar Ateh, membuat pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1900 mengembangkan sebuah loods ke arah timur, tepatnya pada kawasan pinggang bukit yang berdekatan dengan selokan yang mengalir di kaki bukit. Karena lokasi pasar tersebut berada di kemiringan, masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Pasar Teleng (Miring) atau Pasar Lereng. Perkembangan berikutnya di sekitar kawasan tersebut muncul lagi beberapa pasar, di antaranya Pasar Bawah dan Pasar Banto. Pasar-pasar tradisional di sekitar kawasan Jam Gadangini, kemudian berkembang menjadi tempat penjualan hasil kerajinan tangan dan cendera mata khas Minangkabau. Dalam penataan pasar, pemerintah Hindia Belanda juga menghubungkan setiap pasar tersebut dengan janjang (anak tangga), dan di antara anak tangga yang terkenal adalah Janjang 40.

PENDIDIKAN

Sejak zaman kolonialis Belanda, kota ini telah menjadi pusat pendidikan di Pulau Sumatera. Dimulai sejak tahun 1872, dengan berdirinya Kweekschool voor Inlandsche Onderwijzers (sekolah guru untuk guru-guru bumiputra) atau dikenal juga dengan nama sekolah radja, yang selanjutnya berkembang menjadi volksschool atau sekolah rakyat.

 Kemudian pada tahun 1912 muncul Hollandsch Inlandsche School (HIS), yang dilanjutkan dengan berdirinya Sekolah Pamong Opleiding School voor Inlandsch Ambtenaren (OSVIA) tahun 1918. Pada tahun 1926 juga telah berdiri MULO di Kota Bukittinggi.

Pada masa awal kemerdekaan di kota ini pernah berdiri sekolah Polwan dan Kadet serta sekolah Pamong Praja yang pertama di Indonesia. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan FKIP Universitas Andalas (sekarang Universitas Negeri Padang) juga pertama kali didirikan di kota ini sebelum dipindahkan ke Kota Padang.

3. Kota Payakumbuh


Kota Terbesar ke-3 di Provinsi Sumatera Barat yaitu Kota Payakumbuh.
Kota Payakumbuh adalah sebuah kota di provinsi Sumatera Barat, Indonesia.

Luas wilayah kota ini sekitar 80.43 km2 dengan jumlah penduduk mencapai 133.639 jiwa dan merupakan kota Terpadat ke-3 di Provinsi Sumatera Barat.

Pada tahun 2011, Payakumbuh merupakan salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera Barat. Inovasi dalam bidang sanitasi, pengelolaan sampah, pasar tradisional sehat, pembinaan pedagang kaki lima, dan drainase perkotaan mengantarkan kota ini meraih penghargaan Inovasi Managemen Perkotaan (IMP) pada 2012, Indonesia Green Regional Award (IGRA), Kota Sehat Wistara, dan sederet pengharaan lainnya.

PEREKONOMIAN

Kota Payakumbuh sebagai kota persinggahan, menjadikan sektor jasa dan perdagangan menjadi sektor andalan. Namun sektor lain seperti pertanian, peternakan dan perikanan masih menjanjikan bagi masyarakat kota ini karena didukung oleh keadaan tanahnya juga terbilang subur.

Untuk menjadikan kota ini sebagai sentra perdagangan selain dengan meningkatkan pasar-pasar tradisional yang ada selama ini, pemerintah setempat bersama masyarakatnya mencoba membangun sistem pergudangan untuk mendukung aktivitas perdagangan yang modern. Saat ini kota Payakumbuh telah memiliki sebuah pasar modern yang terletak di jantung kotanya.

Sementara industri-industri yang ada di kota ini baru berskala kecil, namun telah mampu berproduksi untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri, diantaranya sulaman bordir dan songkok/peci.

PENDIDIKAN

Pada tahun 1954 di Paya­kum­buh didirikan perguruan tinggi pertanian dan meru­pakan perguruan tinggi negeri yang tertua di luar Jawa. PTN inilah yang kemudian berkem­bang menjadi Universitas Andalas. Pada tahun 1960-an berdiri pula salah satu fakul­tas dari IAIN Imam Bonjol.

4. Kota Pariaman


Kota Terbesar ke-4 di Provinsi Sumatera Barat yaitu Kota Pariaman. Kota Pariaman adalah sebuah kota yang terletak di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini berjarak sekitar 56 km dari kota Padang atau 25 km dari Bandara Internasional Minangkabau.

Kota ini memiliki luas wilayah sekitar 73.36 km2 dengan jumlah penduduk mencapai 97.901 jiwa.

PEREKONOMIAN

Sektor perdagangan merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja paling banyak di kota Pariaman, yang kemudian disusul oleh sektor jasa, di mana pada kota ini terdapat 2 (dua) unit pasar induk tradisional yakni Pasar Pariaman dan Pasar Kuraitaji serta pasar pembantu yakni Pasar Pagi Nareh, Pasar Cubadak Aia dan Pasar Cubadak Mentawai. Sektor industri cukup berkembang di kota ini terutama industri kimia dan logam. Sedangkan sektor pertanian masih menjanjikan bagi masyarakat setempat di mana sampai tahun 2007 luas areal persawahan yang masih dimiliki kota ini adalah 36.81 % dari total luas wilayahnya, dan sektor pertanian ini juga memberikan konstribusi paling besar yaitu sebesar 27.06 % dari total PDRB kota Pariaman.

PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan faktor penting dalam pembangunan daerah dan menjadi salah satu prioritas pemerintah kota ini, karena dengan ketersediaan sumberdaya manusia yang berkualitas tentu akan mendorong perkembangan pembangunan kota Pariaman. Beberapa program pemerintah kota diarahkan pada peningkatan sarana prasarana penunjang pendidikan, baik pengadaan alat laboratorium, alat peraga sekolah, maupun buku-buku sekolah. Selain itu peningkatan kemampuan dan pemerataan tenaga pendidik juga dilakukan secara kontinu termasuk dukungan pendanaan, pelatihan maupun studi lanjut.

5. Kota Solok


Kota Terbesar selanjunya adalah Kota Solok, Kota ini Merupakan salah satu kota yang berada di Sumatera Barat, Indonesia. Lokasi kota Solok sangat strategis, karena terletak pada persimpangan jalan antar provinsi dan antar kabupaten/kota.

Kota ini juga merupakan titik persimpangan untuk menuju Kota Padang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat yang jaraknya hanya sekitar 64 Km saja. Bila ke arah utara akan menuju Kota Bukittinggi yang berjarak sekitar 71 Km untuk menuju kawasan Sumatera Bagian Utara. Dulunya Kota ini merupakan Ibu kota Kabupaten Solok.

Kota Solok memiliki luas wilayah sekitar 57.64 km2 dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 68.241 jiwa dan merupakan kota Terbesar dan Terpadat ke-5 di Provinsi Sumatera Barat.

PEREKONOMIAN

Mayoritas penduduk usia produktif bekerja pada lapangan usaha perdagangan kurang lebih 33 % diikuti usaha jasa-jasa 32 % lapangan usaha pertanian 16 %. Mata pencaharian utama ini sekaligus memperlihatkan kondisi penyerapan tenaga kerja Kota Solok yang didominasi oleh sektor perdagangan dan jasa dengan dukungan sektor pertanian, sebagai ciri masyarakat agraris.

Sektor perdagangan merupakan salah satu sektor penggerak utama kegiatan perekonomian dan pembangunan di Kota Solok yang perkembangannya hingga saat ini cukup menggembirakan. Hal ini didukung oleh letak Kota Solok yang strategis karena berada di persimpangan jalur lalu-lintas perekonomian Sumatera Barat sehingga sektor ini dimungkinkan untuk dikembangkan sebagai sektor utama penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sampai tahun 2014 usaha perdagangan di Kota Solok didominasi oleh pedagang kecil yang sebagian besar bergerak di bidang jasa, sedangkan perusahaan yang beroperasi di Kota Solok sebagian besar berbentuk PO.

Sektor Industri di Kota Solok pada umumnya didominasi oleh industri kecil dan industri menengah yang menyerap tenaga kerja hampir 2.500 orang. Upaya pengembangan industri ini terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Solok melalui kegiatan pengembangan usaha industri, khususnya industri kecil berupa pengelolaan usaha dan manajemennya. Kegiatan ini menitikberatkan pada pelatihan para pengrajin industri kecil agar mampu mengelola dan mengembangkan usahanya agar dapat menghasilkan produk yang dapat bersaing dengan produk sejenis dari daerah daerah.

Itulah daftar Kota Terbesar dan Terpadat di Provinsi Sumatera Barat Indonesia.

Inilah Kabupaten Terbesar dan Terpadat di Provinsi Sulawesi Tengah Indonesia

Sulawesi Tengah adalah sebuah provinsi di bagian tengah Pulau Sulawesi, Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Palu. Luas wilayahnya 61.841,29 km², dan jumlah penduduknya 3.222.241 jiwa.


Sulawesi Tengah memiliki wilayah terluas di antara semua provinsi di Pulau Sulawesi, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Pulau Sulawesi setelah provinsi Sulawesi Selatan.

Sedangkan Kota dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Palu sebanyak 362.202 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk adalah 1,95% per tahun (2010). Sementara penduduk Provinsi Sulawesi Tengah yang tinggal di daerah pemukiman dan pedalaman ialah sekitar 30%, daerah pesisir 60%, dan kawasan kepulauan ialah 10%.

Berikut ini kami telah merangkum Daftar Kabupaten Terbesar dan Terpadat di Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan jumlah penduduk :

1. Kabupaten Parigi Moutong

Kabupaten Parigi Moutong adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Parigi. Kabupaten Parigi Moutong melingkupi sebagian besar dari daerah pantai timur Sulawesi Tengah dan Teluk Tomini.

Kabupaten ini merupakan kabupaten Terbesar dan Terpadat di Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah penduduk mencapai 444.513 jiwa tahun 2017 dengan luas wilayah sekitar 6.231,85 km2.

2. Kabupaten Banggai

Kabupaten Banggai, adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Luwuk.

Kabupaten Banggai merupakan kabupaten Terbesar dan Terpadat kedua di Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah penduduk mencapai 359.495 tahun 2017 dan memiliki luas wilayah sekitar 9.672 km².

Kabupaten Banggai menjadi salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, baik berupa hasil laut (ikan, udang, mutiara, rumput laut dan sebagainya), aneka hasil bumi (kopra, sawit, coklat, beras, kacang mente dan lainnya) serta hasil pertambangan (nikel yang sedang dalam taraf eksplorasi) dan gas (Blok Matindok dan Senoro).

3. Kabupaten Donggala

Kabupaten Donggala adalah sebuah kabupatendi provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten sekaligus pusat administrasi terletak di Kota Donggala.

Kabupaten Donggala merupakan kabupaten Terbesar dan Terpadat ke-3 di Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah penduduk mencapai 301.757 jiwa dengan luas wilayah sekitar 4275,08 km².

Kabupaten Donggala terdiri dari 16 kecamatan dan 166 desa/kelurahan. Donggala mengelilingi wilayah Kota Palu, dan berbatasan dengan Parigi Moutong di bagian timur, Tolitoli di bagian utara dan timur laut, Sigi di bagian selatan, dan Sulawesi Barat di bagian barat dan barat daya.

4. Kabupaten Sigi

Kabupaten Sigi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibukotanya adalah Bora yang berada di Kecamatan Sigi Biromaru.

Kabupaten Sigi merupakan kabupaten Terbesar dan Terpadat ke-4 di provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah penduduk mencapai 247.057 jiwa tahun 2017 dengan luas wilayah sekitar 5.196 km2.

Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Donggala.

5. Kabupaten Poso

Kabupaten Poso adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia.
Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Poso.

Kabupaten ini mempunyai luas wilayah sebesar 8.712,25 km² dan merupakan kabupaten Terbesar dan Terpadat ke-5 di provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah penduduk mencapai 243.025 jiwa tahun 2017.

Itulah daftar kabupaten Terbesar dan Terpadat di Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan jumlah penduduk. Jika ada Kekeliruan silahkan berkomentar di bawah artikel.

Monday, August 27, 2018

Inilah Daftar Kabupaten dan Kota Terbesar di Provinsi Riau Indonesia

Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pulau Sumatera. Provinsi ini terletak di bagian tengah pantai timur Pulau Sumatera, yaitu di sepanjang pesisir Selat Melaka.

Hingga tahun 2004, provinsi ini juga meliputi Kepulauan Riau, sekelompok besar pulau-pulau kecil (pulau-pulau utamanya antara lain Pulau Batam dan Pulau Bintan) yang terletak di sebelah timur Sumatera dan sebelah selatan Singapura. Kepulauan ini dimekarkan menjadi provinsi tersendiri pada Juli 2004. Ibu kota dan kota terbesar Riau adalah Pekanbaru.

Berikut ini kami telah merangkum Daftar Kabupaten dan Kota Terbesar di Provinsi Riau Indonesia berdasarkan jumlah penduduk :

A. KATEGORI KOTA

1. Kota Pekanbaru


Kota Pekanbaru adalah ibu kota dan kota terbesar di provinsi Riau, Indonesia.

Kota ini merupakan salah satu sentra ekonomi terbesar di bagian timur Pulau Sumatera, dan termasuk sebagai kota dengan tingkat pertumbuhan, migrasi dan urbanisasi yang tinggi. Kota ini berawal dari sebuah pasar (pekan) yang didirikan oleh para pedagang Minangkabau di tepi Sungai Siak pada abad ke-18.

Hari jadi kota ini ditetapkan pada tanggal 23 Juni 1784. Kota Pekanbaru tumbuh pesat dengan berkembangnya industri terutama yang berkaitan dengan minyak bumi, serta pelaksanaan otonomi daerah.

Kota Pekanbaru saat ini memiliki jumlah penduduk mencapai sekitar 1,038,118 jiwa dengan luas wilayah sekitar 632,27km2.

Pekanbaru mempunyai satu bandar udara internasional, yaitu Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II dan terminal bus antar kota dan antar provinsi Bandar Raya Payung Sekaki, serta dua pelabuhan di Sungai Siak, yaitu Pelita Pantai dan Sungai Duku. Saat ini Kota Pekanbaru sedang berkembang pesat menjadi kota dagang yang multi-etnik, keberagaman ini telah menjadi modal sosial dalam mencapai kepentingan bersama untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakatnya.

Saat ini Pekanbaru telah menjadi kota metropolitan, yaitu dengan nama Pekansikawan, (Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan). Perkembangan perekonomian Pekanbaru, sangat dipengaruhi oleh kehadiran perusahaan minyak, pabrik pulp dan kertas, serta perkebunan kelapa sawit beserta pabrik pengolahannya.

Sektor perdagangan dan jasa saat ini menjadi andalan Kota Pekanbaru, yang terlihat dengan menjamurnya pembangunan ruko pada jalan-jalan utama kota ini. Selain itu, muncul beberapa pusat perbelanjaan modern, diantaranya: Plaza Senapelan, Plaza Citra, Plaza Sukaramai, Mal Pekanbaru, Mal SKA, Mal Ciputra Seraya, Lotte Mart, Metropolitan Trade Center, The Central, Panam Square dan Giant.

Beberapa perguruan tinggi juga terdapat di kota ini, di antaranya adalah Politeknik Caltex Riau, Universitas Riau, UIN Suska, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Islam Riau, dan Universitas Lancang Kuning.

2. Kota Dumai


Kota Dumai adalah sebuah kota di Provinsi Riau, Indonesia, sekitar 188 km dari Kota Pekanbaru. Dumai adalah kota dengan wilayah administrasi terluas ketiga di Indonesia, setelah Kota Palangka Raya dan Kota Tidore Kepulauan. Kota ini berawal dari sebuah dusun kecil di pesisir timur Provinsi Riau.

Kota Dumai merupakan kota Terbesar dan Terpadat kedua di Provinsi Riau dengan jumlah penduduk mencapai 350,678, jiwa dengan luas wilayah sekitar 1.772,38 km2.

Kota Dumai merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis. Diresmikan sebagai kota pada 20 April 1999, dengan UU No. 16 tahun 1999 tanggal 20 April 1999 setelah sebelumnya sempat menjadi kota administratif (kotif) di dalam Kabupaten Bengkalis. Pada awal pembentukannya, Kota Dumai hanya terdiri atas 3 kecamatan, 13 kelurahan dan 9 desa dengan jumlah penduduk hanya 15.699 jiwa dengan tingkat kepadatan 83,85 jiwa/km2.

Indikator ekonomi makro berupa Product Domestic Regional Bruto (PDRB) Kota Dumai yang terus meningkat tiap tahunnya sejak tahun 2000-2005 merupakan gambaran keberhasilan pembangunan perekonomian di Kota Dumai. Untuk mendukung peningkatan PDRB tersebut maka titik berat pembangunan ekonomi Kota Dumai adalah dengan mempertahankan dominasi pembangunan pada sektor industri, perdagangan,bangunan angkutan serta bangunan disamping memperhatikan sektor pertanian sebagai penghasil bahan baku industri. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat juga telah memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat di Kota Dumai sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

Selain itu juga ada beberapa perguruan tinggi sudah berdiri sejak Dumai masih berstatus kota administratif. Dan seiring pembangunan yang sangat pesat, beberapa sekolah tinggi tersebut telah meningkatkan kualitasnya, dan mampu bersaing dengan sekolah tinggi yang berasal dari daerah lain yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning, Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer Dumai, Akademi Manajemen Ilmu Komputer Dumai, Sekolah Tinggi Teknologi Dumai, Akademi Keperawatan Sri Bunga Tanjung, Akademi Kebidanan Hang Jebat dan Akademi Akuntansi Riau.

B. KATEGORI KABUPATEN

1. Kabupaten Kampar

Kabupaten Kampar adalah salah satu kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia.

Kabupaten Kampar merupakan kabupaten Terbesar dan Terpadat di Provinsi Riau dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 740.839 jiwa tahun 2017 dan memiliki luas wilayah sekitar 10.928,20 km2.

Kabupaten Kampar yang beribukota di Bangkinang ini juga dikenal dengan julukan Serambi Mekkah di Provinsi Riau.

Sebagai salah satu daerah terluas di Provinsi Riau, Kabupaten Kampar secara berkelanjutan melakukan peningkatan fasilitas dan infrastruktur seperti jaringan jalan raya (1.856,56 km), jaringan listrik (72,082 KWH) dengan 5 unit pembangkit tenaga diesel Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Koto Panjang yang memproduksi energi dengan kapasitas tersambung sebesar 114,240 KWH.

Kabupaten Kampar mempunyai banyak potensi yang masih dapat dimanfaatkan, terutama di bidang pertanian dan perikanandarat. Sebagian besar penduduk (67.22%) bekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

2. Kabupaten Rokan Hilir

Kabupaten Rokan Hilir adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia. Ibukotanya terletak di Bagansiapiapi, kota terbesar, bersejarah, dan pernah dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di Indonesia. Kabupaten ini sebelumnya termasuk ke dalam Kabupaten Bengkalis.

Kabupaten Rokan Hilir merupakan kabupaten Terbesar dan Terpadat kedua di Provinsi Riau dengan jumlah penduduk di tahun 2017 mencapai sekitar 631.238 jiwa dan memiliki luas wilayah sekitar 8.881,59 km2.

Rokan Hilir dibentuk dari tiga kenegerian, yaitu negeri Kubu, Bangko dan Tanah Putih. Negeri-negeri tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Siak.

3. Kabupaten Indragiri Hilir

Kabupaten Indragiri Hilir adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Riau, Indonesia.

Kabupaten ini merupakan kabupaten Terbesar dan Terpadat ke-3 di Provinsi Riau dengan jumlah penduduk di tahun 2017 mencapai sekitar 616.347 jiwa dan memiliki luas wilayah sekitar 11.606 km2.

Kabupaten ini memiliki lembaga pendidikan tinggi diantaranya Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin Tembilahan, Universitas Islam Indragiri, STIT Ar Risalah Sungai Guntung Kateman dan Akbid Puri Husada Tembilahan.

4. Kabupaten Rokan Hulu

Kabupaten Rokan Hulu adalah salah satu kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia, yang dijuluki dengan Negeri Seribu Suluk. Ibu kota Rokan Hulu adalah Pasir Pengaraian.

Kabupaten ini merupakan kabupaten Terbesar dan Terpadat ke-4 di provinsi Riau dengan jumlah penduduk mencapai 553.095 jiwa dan memiliki luas wilayah sekitar 7.449.85 km².

Mayoritas penduduk asli kabupaten Rokan Hulu adalah termasuk salah satu bagian dari Rumpun Minangkabau. Menurut sejarahnya, dahulu daerah Rokan Hulu disebut Rantau Rokan atau Luhak Rokan Hulu karena merupakan daerah perantauan orang-orang Minangkabau pada masa lalu (Rantau nan Tigo Jurai). Pada masa itu diistilahkan sebagai ‘Rantau Nan Tigo Kabuang Aie’ yakni Rantau Timur Minangkabau di sekitar Kampar dan Kuantan sekarang.

5. Kabupaten Bengkalis

Kabupaten Bengkalis adalah salah satu kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia. Wilayahnya mencakup daratan bagian timurPulau Sumatera dan wilayah kepulauan, dengan luas adalah 7.793,93 km². Ibu kota kabupaten ini berada di Bengkalis tepatnya berada di Pulau Bengkalis yang terpisah dari Pulau Sumatera.

Kabupaten ini merupakan kabupaten Terbesar dan Terpadat ke-5 di provinsi Riau dengan jumlah penduduk di tahun 2017 mencapai sekitar 537.142 jiwa dan memiliki luas wilayah sekitar 7.793,93 Km².

Penghasilan terbesar Kabupaten Bengkalis adalah minyak bumi yang menjadi sumber terbesar APBD-nya bersama dengan gas.

Kabupaten Bengkalis mempunyai letak yang sangat strategis, karena dilalui oleh jalur perkapalan internasional menuju ke Selat Malaka. Bengkalis juga termasuk dalam salah satu program Indonesia Malaysia Singapore Growth Triangle (IMS-GT) dan Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Sebelum dibagi menjadi 4 daerah otonom, kabupaten Bengkalis adalah penghasil minyak terbesar di provinsi Riau dan di Indonesia. Eksplorasi minyak ini dilakukan oleh PT. Caltex Pacific Indonesia dan konsesi dengan Kondur Petroleum.

Itulah daftar Kabupaten dan Kota Terbesar dan Paling Padat di Provinsi Riau Indonesia. Jika ada Kekeliruan silahkan beri komentar pada kotak di bawah.

Tuesday, August 7, 2018

Inilah Daftar Kabupaten,Kota Terbesar dan Terpadat di Provinsi Bengkulu Indonesia

Bengkulu adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kotanya berada di Kota Bengkulu. Provinsi ini terletak di bagian barat daya Pulau Sumatera.

Luas Provinsi Bengkulu kurang lebih sekitar 19.788,70 km2. Dan pada tahun 2017 jumlah penduduk Bengkulu mencapai sekitar 1.904.793 jiwa.

Berikut ini kami merangkum Daftar Kabupaten dan Kota Terbesar di Provinsi Bengkulu Indonesia :

1. KOTA BENGKULU


Kota Bengkulu merupakan kota terbesar kedua di pantai barat Pulau Sumatera, setelah Kota Padang. Sebelumnya kawasan ini berada dalam pengaruh kerajaan Inderapura dan kesultanan Banten.

Kota Bengkulu memiliki luas wilayah sebesar 144,52 km² dengan jumlah penduduk sebesar 364.604 jiwa pada tahun 2017.
Kota ini menjadi Kota Terbesar dan Terpadat pertama di Provinsi Bengkulu.

2. KABUPATEN BENGKULU UTARA

Bengkulu Utara adalah sebuah kabupaten di provinsi Bengkulu, Indonesia. Kabupaten yang terletak di kawasan pesisir Pantai Barat Sumatera dengan ibukotanya Arga Makmur. Kota Arga Makmur berjarak sekitar 60 km dari Kota Bengkulu.

Kabupaten Bengkulu Utara memiliki luas 9.585,24 km² saat wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Mukomuko masih menjadi wilayah kabupaten ini. Setelah dimekarkannya Bengkulu tengah, luasnya menjadi 4.424,60 km². Pada tahun 2017 jumlah penduduk di kabupaten ini mencapai kurang lebih sekitar 295.439 jiwa. Dan menjadikan Kabupaten Bengkulu Utara Terbesar dan Terpadat di Provinsi Bengkulu.

3. KABUPATEN REJANG LEBONG

Kabupaten Rejang Lebong adalah sebuah kabupaten di provinsi Bengkulu, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.515,76 km² dan populasi sekitar 275.640 jiwa pada tahun 2017. Ibu kotanya ialah Curup. Kabupaten ini terletak di lereng pegunungan Bukit Barisan dan berjarak 85 km dari kota Bengkulu yang merupakan ibukota provinsi.

Kabupaten ini merupakan kabupaten Terbesar dan Terpadat di Provinsi Bengkulu.

4. KABUPATEN SELUMA

Kabupaten Seluma adalah salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu, Indonesia dengan ibu kotanya Tais, terbentuk berdasarkan UU No. 3, Tahun 2003.
Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Selatan. Bahasa yang digunakan adalah bahasa suku Serawai.

Dulunya kabupaten ini masuk dalam kabupaten tertinggal sebab berpenduduk sedikit dan belum sama sekali berkembangnya potensi unggulan daerah, tetapi sejak tahun 2008 kabupaten ini bukan lagi kabupaten tertinggal karena padi adalah potensi unggulan kabupaten ini.

Pada tahun 2017 jumlah penduduk di kabupaten Seluma mencapai sekitar 207.587 jiwa. Dan kabupaten ini menduduki peringkat ke-4 terpadat di provinsi Bengkulu.

5. KABUPATEN MUKOMUKO

Kabupaten Mukomuko adalah salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu, Indonesia, sebagai pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Utara.

Secara administratif, Kabupaten Mukomuko ini terbagi menjadi 15 kecamatan, 148 desa, dan 3 kelurahan. Pada tahun 2017 memiliki jumlah penduduk 177.131 jiwa. Dan menjadi Kabupaten Terpadat ke-5 di Provinsi Bengkulu.

Itulah daftar Kabupaten Terpadat dan Terbesar di Provinsi Bengkulu Indonesia.

Monday, August 6, 2018

Inilah 5 Kota Terbesar dan Termaju di Provinsi Aceh Indonesia

Aceh adalah sebuah provinsi di Indonesia. Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia. Ibu kotanya adalah Banda Aceh. Jumlah penduduk provinsi ini sekitar 4.500.000 jiwa.

Letaknya dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India dan terpisahkan oleh Laut Andaman. Aceh berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah barat, Selat Malaka di sebelah timur, dan Sumatera Utara di sebelah tenggara dan selatan.

Berikut ini kami telah merangkum Daftar Kota Terbesar dan Maju di Provinsi Aceh Indonesia :

1. KOTA BANDA ACEH


Kota Banda Aceh adalah salah satu kota yang berada di Aceh dan menjadi ibukota Provinsi Aceh, Indonesia. Sebagai pusat pemerintahan, Banda Aceh menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Kota Banda Aceh juga merupakan kota Islam yang paling tua di Asia Tenggara, di mana Kota Banda Aceh merupakan ibu kota dari Kesultanan Aceh.

Kota Banda Aceh sebagai ibu kota dari Kesultanan Aceh Darussalam yang dahulunya merupakan salah satu dari lima Kerajaan Islam terbesar di dunia menyimpan berbagai situs peninggalan sejarah dari berbagai masa, mulai dari masa Kesultanan, masa Kolonial Belanda, masa bergabung dalam bingkai NKRI, masa konflik hingga tsunami.

Berbagai situs objek wisata tersebut antara lain adalah Masjid Raya Baiturrahman, Komplek Taman Ghairah, Museum Sejarah Aceh, Museum Tsunami Aceh, Makam Sultan Iskandar Mudadan berbagai macam situs peninggalan sejarah lainnya terdapat di berbagai sudut kota Islam tertua di Asia Tenggara ini.

2. KOTA LHOKSEUMAWE


Kota LHOKSEUMAWE adalah sebuah kota di provinsi Aceh, Indonesia. Kota ini berada persis di tengah-tengah jalur timur Sumatera. Berada di antara Banda Aceh dan Medan, sehingga kota ini merupakan jalur vital distribusi dan perdagangan di Aceh.

PT. Kertas Kraft Aceh(PT.KKA), PT. Pupuk Iskandar Muda, PT. Asean Aceh Fertilizer dan EXXON Mobil - Arun berada di sekitar kota ini. Dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dari pabrik-pabrik besar yang dimiliki kota Lhokseumawe, namun tak juga mampu mengangkat derajat kehidupan sebagian besar penduduk asli Lhokseumawe dari bawah garis kemiskinan.

Berdasarkan hasil penelitian Geologi Departemen Pertambangan dalam wilayah Kota Lhokseumawe terdapat bahan galian Golongan C berupa batu kapur, tanah timbun dan pasir/kerikil. Di samping itu terdapat juga sumber daya alam berupa gas alam yang pengolahannya dilakukan oleh PT. Arun NGL Co. Sumber daya alam tersebut sudah dieksplorasi sejak tahun 1975 oleh Mobil Oil Indonesia Inc (sekarang Exxon Mobil) di Kabupaten Aceh Utara yang selanjutnya dilakukan pengolahan untuk diekspor ke luar negeri, hasil pengolahan gas berupa condensat juga dimanfaatkan oleh Pabrik Aromatix yang dibangun tahun 1998 dan perusahan–perusahaan besar lainnya seperti pabrik pupuk.

3. KOTA LANGSA

Kota Langsa adalah kota yang menerapkan hukum Syariat Islam. Kota Langsa berada kurang lebih 400 km dari kota Banda Aceh. Kota Langsa sebelumnya berstatus Kota Administratif sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 1991 tentang Pembentukan Kota Administratif Langsa.

Kota Administratif Langsa diangkat statusnya menjadi Kota Langsa berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 tanggal 21 Juni 2001. Hari jadi Kota Langsa ditetapkan pada tanggal 17 Oktober 2001.

Kota Langsa merupakan daerah tropis yang selalu dipengaruhi oleh angin musim, sehingga setiap tahun ada dua musim yang berbeda yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan dan musim kemarau biasanya terjadi secara acak sepanjang tahun.


Mayoritas penduduk Kota Langsa adalah suku Aceh, suku Melayu, suku Jawa, suku Tionghoa, dan suku Batak. Bahasa Aceh digunakan oleh mayoritas masyarakat Kota Langsa, namun bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa utama. Agama Islam adalah agama mayoritas masyarakat Kota Langsa dan rakyat Aceh umumnya.

Hukum SyariatIslam menjadi aturan dasar dalam kehidupan masyarakat Kota Langsa. Agama Kristen juga menjadi bagian dari populasi, sementara Buddha banyak diadopsi oleh komunitas warga Tionghoa (China). Kota Langsa merupakan kota yang kaya akan perbedaan etnis dan penduduk tetap hidup dalam damai serta memiliki toleransi beragama yang kuat. Lokasi Kota Langsa sangat dekat dengan Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, sehingga menempatkan Kota Langsa sebagai kota yang strategis dan ramai imigran.

4. KOTA SABANG


Kota Sabang adalah salah satu kota di Aceh, Indonesia. Kota ini berupa kepulauan di seberang utara pulau Sumatera, dengan Pulau Weh sebagai pulau terbesar. Kota Sabang merupakan zona ekonomi bebas Indonesia, ia sering disebut sebagai titik paling utara Indonesia, tepatnya di Pulau Rondo.

Kota Sabang sebelum Perang Dunia II adalah kota pelabuhan terpenting dibandingkan Temasek (sekarang Singapura).

Sabang telah dikenal luas sebagai pelabuhan alam bernama Kolen Station oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1881. Pada tahun 1887, Firma Delange dibantu Sabang Haven memperoleh kewenangan menambah, membangun fasilitas dan sarana penunjang pelabuhan.

Era pelabuhan bebas di Sabang dimulai pada tahun 1895, dikenal dengan istilah vrij haven dan dikelola Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station yang selanjutnya dikenal dengan nama Sabang Maatschaappij. Perang Dunia II ikut memengaruhi kondisi Sabang dimana pada tahun 1942 Sabang diduduki pasukan Jepang, kemudian dibom pesawat Sekutu dan mengalami kerusakan fisik hingga kemudian terpaksa ditutup.

Sabang juga mengalami Gempa dan Tsunamipada tanggal 26 Desember 2004, namun karena palung-palung di Teluk Sabang yang sangat dalam mengakibatkan Sabang selamat dari tsunami. Sehingga kemudian Sabang dijadikan sebagai tempat transit udara dan laut yang membawa bantuan untuk korban tsunami di daratan Aceh. Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Niasmenetapkan Sabang sebagai tempat transit untuk pengiriman material konstruksi dan lainnya yang akan dipergunakan di daratan Aceh.

5. KOTA SUBULUSSALAM


Kota Subulussalam adalah sebuah kota di provinsi Aceh, Indonesia. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2007, pada tanggal 2 Januari 2007. Kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil.

Itulah daftar Kota Terbesar dan Maju di Provinsi Aceh Indonesia.

Wednesday, August 9, 2017

Daftar Kabupaten dan Kota Terbesar di Sulawesi

Sulawesi juga dikenal dengan nama Cellebes adalah salah satu pulau dari kelima pulau terbesar di Indonesia, terdiri dari 11 kota yang berstatus kodya (kota madya).
Kota Manado - Kota Besar di Sulawesi

Berikut adalah urutan kota madya terbesar di Pulau Sulawesi :

1. Makassar

Makassar adalah Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar kota terbesar di Indonesia Timur dan kota terbesar kelima di Indonesia. Kota ini juga perna menjadi ibukota Negara Indonesia Timur dan Provinsi Sulawesi. Kota ini tergolong multi etnik dengan beragam suku bangsa yang menetap, suku Makassar dan Bugis merupakan suku yang paling dominan di Makassar sekaligus penduduk asli kota ini. Tujuan wisata di kota ini paling populer adalah Pantai Losari dan Trans Studio Makassar.

Kota Makassar mempunyai Bandara Internasional Sultan Hasanudin merupakan salah satu Bandara termegah di Indonesia diresmikan tanggal 26 september 2008 oleh Presiden SBY. dilengkapi jalan tol dari bandara Hasanudin ke Kota Makassar.

2. Manado

Manado adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, Wilayah daratan kota Manado 15.726 hektare garis pantai sepanjang 18,7 km, wilayah perairan kota Manado meliputi pulau Bunaken, siladen, dan manado tua. penduduk asli kota Manado adalah suku Minahasa. Agama Kristen Protestan dikenal sebagai agama terbesar di Manado, namun masyarakat Manado sangat menghargai toleransi beragama. bahasa Manado mempunyai logat yang khas disebut sebagai bahasa melayu Menado.

Taman Nasional Bunaken merupakan taman laut terindah di Dunia letaknya hanya 8 km dari daratan kota Manado. Monumen Yesus memberkati terletak di perumahan Citraland Manado memiliki ketinggian 50 meter diatas permukaan tanah merupakan tertinggi di Asia dan kedua di dunia setelah christ the Redeemer di Rio de Jeneiro Brasil.

3. Palu

Palu adalah ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, berada tepat di bawah garis khatulistiwa. berawal dari kota kecil pusat Kerajaan Palu hingga menjadi kota administrasi pada tahun 1978.terdapat pula Jembatan Kuning yang melengkung pertama di Indonesia dan salah satu dari ketiga jembatan lengkung di Dunia yakni di Jepang, Perancis, dan Kota palu.

Suku kaili merupakan suku asli kota Palu, masyarakat palu sangat heterogen penduduk lainnya yang menetap di kota ini berasal dari berbagai macam suku bangsa. Dataran kota palu dikelilingi oleh pegunungan dan pantai. Pantai talise merupakan wisata populer di kota Palu, wisata lainnya salah satunya adalah Gong perdamaian tepat berada di bukit Jabal Nur Palu.

4. Kendari

Kendari adalah ibukota provinsi Sulawesi Tenggara, berawal dari ibukota Kerajaan Laiwoi Kendari dibuka sebagai pelabuhan perdagangan di teluk Kendari oleh pemerintah Belanda kemudian menjadikan kota Kendari menjadi kota perdagangan dan kota pelabuhan. Seiring perkembangan Nusantara, kota Kendari berkembang menjadi ibukota Provinsi.

Mayoritas penduduk Kota Kendari beragama Islam dan dihuni oleh masyarakat suku Tolaki, Muna, Buton, dan Bugis. Suku Tolaki sebagai penduduk asli Kota Kendari. Kebudayaan kendari juga berasal dari kebudayaan suku Tolaki, masyarakat Kendari juga terkenal sebagai pengrajin perak yang handal dan kerajinan kayu yang dikenal dengan nama kerajianan gembol. Wisata kota Kendari berada di pantai teluk Kendari dan pantai Nambo sekitar 15 KM dari pusat kota

5. Gorontalo

Gorontalo dalah ibukota provinsi Gorontalo yang sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Utara. Berawal dari kerajaan Gorontalo Merupakan salah satu kota tua di Sulawesi, dan pada saat itu gorontalo menjadi pusat penyebaran agama islam di Indonesia Timur.

 Kota ini memiliki motto “Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah” sebagai pandangan hidup masyarakat yang memadukan adat dan agama. mayoritas penduduk gorontalo beragama islam dan penduduk aslinya suku gorontalo. objek wisata terkenal di Gorontalo adalah pantai Bolihutuo atau pantai Boalemo berada 100 km sebelah barat kota gorontalo dan benteng danau limboto Otahana merupak objek sejarah peninggalan kolonial Belanda, gedung tua dengan ciri khas arsitektur Eropa tepat berada di barat kota daerah Dembe I yang berjarak 8 km dari pusat kota gorontalo

6. Bitung

Bitung adalah salah satu kota di Sulawesi Utara, kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan. Tepat berada di kaki gunung Duasudara dan pulau lembeh.merupakan kota industri khususnya industri perikanan.

Kota Bitung terletak di timur laut tanah Minahasa namun banyak penduduk kota Bitung berasal dari suku Sangir dan sebagian besar penduduknya beragama Kristen Protestan. Pemeluk agama islam kota Bitung sebagian besar berasal dari suku Gorontalo dan jawa. Wisata kota ini adalah Penyelaman di selat lembeh yang tak kalah indah dengan taman nasional laut Bunaken dan Monumen Trikora merupakan sejarah perang Dunia II terletak di batu kubang tepian pulau lembeh.

7. Palopo

Palopo adalah sebuah kota di Provinsi Sulawesi Selatan sebelumnya merupakan ibukota kabupaten Luwu. Kota Palopo ini dulunya bernama Ware yang dikenal dalam Epik La Galigo. Nama Palopo ini diperkirakan mulai digunakan sejak tahun 1604. Sebagian besar suku yang mendiami daerah ini meliputi suku Bugis, Jawa, dan Konjo pesisir sebagian kecil meliputi suku Toraja, Minangkabau, Batak dan Melayu.

Islam agama mayoritas kota Palopo sedangkan Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu di anut oleh sebagian kecil. Wisata kota ini adalah Air terjun Latuppa memiliki air terjun hingga tiga tingkat dengan nuansa pegunungan yang sejuk. Wisata lainnya adalah Bukit Sampoddo merupakan lokasi wisata di mana anda dapat menikmati eksotis kota Palopo yang terbingkai dalam 3 Dimensi yakni nuansa pegunungan, daratan, dan daerah pesisir dengan sekali pandang.

8. Baubau

Baubau adalah sebuah pemerintahan kota di pulau Buton Sulawesi Tenggara. Pada awalnya Baubau merupakan pusat kerajaan Buton (Wolio) yang berdiri pada awal abad ke-15, dikenal dengan nama bumi seribu benteng. mayoritas Penduduk kota baubau berasal suku buton sekaligus penduduk asli kota Baubau dan dimasa sekarang kota baubau sudah dihuni hampir semua suku¬-suku di Indonesia.

Wisata utama kota Baubau adalah wisata sejarah dari kesultanan Buton salah satunya Benteng Keraton Buton dan wisata lainnya wisata alam berupa pantai, air terjun, gua, dan permandian alam Bungi.

9. Parepare

Parepare adalah sebuah kota di provinsi sulawesi selatan. Terletak sebelah utara kota Makassar dan teluk yang menghadap ke selat Makassar, kota yang pernah melahirkan Salah satu putra terbaik Indonesia yang lahir di kota ini adalah B.J. Habibie, Presiden ke-3 Indonesia.

Sebagian besar Penduduk Kota Parepare terdiri dari etnis Bugis, Makassar, Mandar, dan Tionghoa. Wisata pantai yang sering dijadikan pusat rekreasi oleh masyarakat Parepare adalah pantai Lumpue wisata lainnya adalah kebun raya jompie tahun 2010 lalu kebun jompie mendapat penghargaan sebagai hutan kota terbaik keenam di Indonesia.

10. Kotamobagu

Kotamobagu adalah salah satu kota di Sulawesi Utara yang sebelumnya merupakan ibukota kabupaten Bolang Mongondow. Kotamobagu terbentuk saat pindahnya ibukota kabupaten bolang mongondow dari salah satu tempat di bawah kaki Gunung sia dengan nama kotabaru yang kurang strategis sebagai tempat kedudukan Controleur, maka diusahakan pemindahan ke Kotamobagu dan pada saat itu juga didirikannya rumah sakit di Kotamobagu. suku Mongondow merupakan Penduduk asli Kotamobagu . wisata alam Kotamobagu berada di desa kobo kecil terdapat 4 air terjun dan 2 goa alam letaknya sekitar 7 Km dari pusat kota Kotamobagu.

11. Tomohon

Tomohon adalah salah satu kota di Sulawesi Utara sebelumnya merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Minahasa. Tomohon terletak di ketinggian kira-kira 700-800 meter dari permukaan laut (dpl), diapit oleh 2 gunung berapi aktif yaitu gunung lokon dan gunung mahawu. Mayoritas masyarakat tomohon adalah suku tombulu namun terdapat pula suku totemboan yang mendiami ujung utara kota Tomohon dan suku Minahasa maupun suku lainnya di Indonesia. Kedua gunung yang mengapit Tomohon ini menjadikan icon wisata kota ini.

Tomohon mempunyai pasar ter ekstrim di Dunia meskipun begitu sebagian turis lokal dan mancanegara menjadikan sebagai wisata untuk berkunjung ke kota ini, tidak hanya daging sapi, kambing, babi, dan anjing. beberapa hewan yang tak lazim dikozumsi oleh sebagian warga Indonesia namun dijual bebas di pasar tomohon diantaranya daging ular, kelelawar, tikus hutan berekor putih, kucing, hingga monyet yang sudah tergolong langkah.

Itulah beberapa kota terbesar di Pulau Sulawesi, semoga bermanfaat dan menambah wawasan untuk kita semua.