Showing posts with label Daftar kota tertua Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Daftar kota tertua Indonesia. Show all posts

Wednesday, November 7, 2018

Inilah Daftar Kota Terpadat Penduduknya di Indonesia

Berikut ini adalah daftar urutan Kota Paling Padat di Indonesia :

KOTA JAKARTA


Kota Terpadat yang pertama adalah Jakarta, Kota Jakarta saat ini memiliki jumlah Penduduk mencapai sekitar 10.374.235 jiwa dengan luas wilayah sekitar 7.659,02 km2.

Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di pesisir bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan beberapa nama di antaranya Sunda Kelapa, Jayakarta, dan Batavia. Di dunia internasional Jakarta juga mempunyai julukan J-Town, atau lebih populer lagi The Big Durian karena dianggap kota yang sebanding New York City (Big Apple) di Indonesia.

Wilayah metropolitan Jakarta (Jabodetabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa,merupakan metropolitan terbesar di Asia Tenggara atau urutan kedua di dunia.

Sebagai pusat bisnis, politik, dan kebudayaan, Jakarta merupakan tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan asing. Kota ini juga menjadi tempat kedudukan lembaga-lembaga pemerintahan dan kantor sekretariat ASEAN. Jakarta dilayani oleh dua bandar udara, yakni Bandara Soekarno–Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, serta tiga pelabuhan laut di Tanjung Priok, Sunda Kelapa, dan Ancol.

KOTA SURABAYA

Kota Terpadat ke-2 di Indonesia yaitu Kota Surabaya, Surabaya memiliki luas sekitar 350,54 km² dengan penduduknya berjumlah 2.892.200 jiwa.

Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota ini terletak 796 km sebelah timur Jakarta, atau 415 km sebelah barat laut Denpasar, Bali.

Daerah metropolitan Surabaya yaitu Gerbang kertosusila yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, adalah kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek. Surabaya dilayani oleh sebuah bandar udara, yakni Bandar Udara Internasional Juanda, serta dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Ujung.

Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-pemuda Surabaya) dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari serangan penjajah. Surabaya juga sempat menjadi kota terbesar di Hindia Belanda dan menjadi pusat niaga di Nusantara yang sejajar dengan Hong Kongdan Shanghai pada masanya.

KOTA BANDUNG

Kota Terpadat berikutnya adalah Kota Bandung, saat ini jumlah penduduk kota Bandung mencapai sekitar 2,412,458 jiwa.

Kota Bandung merupakan kota terbesar di wilayah Pulau Jawa bagian selatan. Sedangkan wilayah Bandung Raya (Wilayah Metropolitan Bandung) merupakan metropolitan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jabodetabek dan Gerbang kertosusila.

Di kota ini tercatat berbagai sejarah penting, di antaranya sebagai tempat berdirinya sebuah perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia (Technische Hoogeschool te Bandoeng - TH Bandung, sekarang Institut Teknologi Bandung - ITB), lokasi ajang pertempuran pada masa kemerdekaan, serta pernah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika 1955, suatu pertemuan yang menyuarakan semangat anti kolonialisme, bahkan Perdana Menteri IndiaJawaharlal Nehru dalam pidatonya mengatakan bahwa Bandung adalah ibu kotanya Asia-Afrika.

KOTA MEDAN

Kota terpadat di Indonesia berikutnya yaitu Kota Medan, saat ini kota Medan memiliki jumlah penduduk mencapai sekitar 2.210.624 jiwa dengan luas wilayah sekitar 265,10 km2.

Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dengan keberadaan Pelabuhan Belawan dan Bandar Udara Internasional Kuala Namu yang merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia. Akses dari pusat kota menuju pelabuhan dan bandara dilengkapi oleh jalan tol dan kereta api. Medan adalah kota pertama di Indonesia yang mengintegrasikan bandara dengan kereta api. Berbatasan dengan Selat Malaka menjadikan Medan kota perdagangan, industri, dan bisnis yang sangat penting di Indonesia.

KOTA PALEMBANG

Kota Terpadat selanjutnya di Indonesia adalah Kota Palembang, Kota Palembang memiliki luas wilayah 358,55 km² dan memiliki jumlah penduduk mencapai sekitar 1.573.898 jiwa.

Diprediksikan pada tahun 2030 mendatang kota ini akan dihuni 2,5 Juta orang. Pembangunan LRT (kereta api layang), dan rencana pembangunan sirkuit motor GP di kawasan Jakabaring dan sirkuit F1 di kawasan Tanjung Api-Api, merupakan proyek pengembangan Kota Palembang terkini.

Sejarah Palembang yang pernah menjadi ibu kota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya". Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 16 Juni 688 Masehi menjadikan kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East ("Venesia dari Timur").

KOTA SEMARANG

Kota Terpadat selanjutnya adalah Kota Semarang, kota Semarang saat ini memiliki jumlah penduduk mencapai sekitar 1.570.097 jiwa dengan luas wilayah sekitar 373.67 km2.

Di Area Metropolitan Kedungsapur (Kendal, Demak, Ungaran Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Purwodadi Kabupaten Grobogan) dengan penduduk sekitar 6 juta jiwa, merupakan Wilayah Metropolis terpadat keempat, setelah Jabodetabek (Jakarta), Gerbangkertosusilo (Surabaya), dan Bandung Raya. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Semarang ditandai pula dengan munculnya beberapa gedung pencakar langit di beberapa sudut kota. Sayangnya, pesatnya jumlah penduduk membuat kemacetan lalu lintas di dalam Kota Semarang semakin macet.

KOTA MAKASSAR

Kota Terpadat berikutnya adalah Kota Makassar, saat ini jumlah penduduk kota Makassar mencapai sekitar 1.651.146 jiwa dengan luas wilayah sekitar 199,26 km².

Dari aspek pembangunan dan infrastruktur, kota Makassar tergolong salah satu kota metropolitan di Indonesia, yaitu kota terbesar di luar pulau Jawa setelah kota Medan.

Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur dan pada masa lalu pernah menjadi ibukota Negara Indonesia Timur dan Provinsi Sulawesi.

Secara demografis, kota ini tergolong tipe multi etnik atau multi kultur dengan beragam suku bangsa yang menetap di dalamnya, di antaranya yang signifikan jumlahnya adalah Bugis, Toraja, Mandar, Buton, Jawa, dan Tionghoa.

Itulah daftar Kota Paling Padat penduduknya di inIndones saat ini, jika ada Kekeliruan silahkan beri komentar pada kotak di bawah.

Wednesday, October 17, 2018

Inilah Daftar Kota Tertua Di Dunia Yang Masih Berpenduduk

Berikut ini adalah daftar Kota Paling Tua di Dunia :

KOTA YERICHO PALESTINA


Jericho/Yericho adalah kota relatif kecil yang ditemukan di dekat Sungai Yordan di Tepi Barat dan saat ini merupakan rumah bagi sekitar 20.000 orang. Penggalian arkeologi menemukan bahwa kota ini telah dihuni manusia sejak hampir 11.000 tahun lalu dengan setidaknya 20 pemukiman. Jericho terletak di pusat Palestina, yang berarti itu adalah tempat ideal untuk rute dan perdagangan.

Arkeolog telah menggali puing-puing lebih dari 20 penghunian berurutan di Yerikho. Desa pertama di tempat ini ditemukan oleh arkeolog di Yerkiho yang berusia 200 tahun lebih tua daripada di daerah lainnya. Tiga pemukiman berbeda telah ada di dekat lokasi itu selama lebih dari 11.000 tahun (sekitar tahun 9000 SM), hampir pada permulaan era Holocene dalam sejarah dunia. Posisi itu sekitar rute utara dari Laut Mati.

Yericho digambarkan dalam Alkitab Ibranisebagai "Kota Pohon Palem". Banyak sumber-sumber air di dalam dan sekitar kota ini menarik orang-orang untuk menghuninya selama ribuan tahun.

KOTA DAMASCUS, SYIRIA


Damaskus adalah kota yang diakui sebagai salah satu kota tertua di dunia. Terletak di antara Afrika dan Asia, kota ini memiliki lokasi geografis yang menguntungkan di persimpangan orientasi dan negeri Barat. Damaskus merupakan kota terbesar di Syria dengan populasi diperkirakan lebih dari 4,5 juta orang. Kota ini diperkirakan telah dihuni sejak 8.000-10.000 tahun SM.

KOTA ATHENA, YUNANI


Athena adalah ibu kota Yunani tempat lahir peradaban Barat dengan penduduk sekitar 3 juta orang. Diperkirakan telah dihuni selama lebih dari 7.000 tahun dan desain kota ini ditandai oleh Ottoman, Bizantium dan peradaban Romawi. Athena adalah tempat kelahiran banyak filsuf, penulis, dramawan, seniman dan gaya klasik yang luar biasa. Pusat sejarah kota terdiri dari Acropolis yaitu kota tinggi, sebuah bukit besar dengan sisa-sisa bangunan kuno dan Parthenon.

Athena juga sering disebut sebagai asal dari peradaban barat karena berbagai pencapaian kebudayaannya pada abad ke-4 dan ke-5 dan membuatnya kaya akan berbagai bangunan, monumen, dan karya seni kuno. Salah satu yang paling terkenal adalah Akropolis yang menjadi salah satu bukti seni Yunani klasik.

KOTA RAY, IRAN

Kota Ray merupakan ibukota dari Syahrestani Ray, Provinsi Tehran, Iran. Ray merupakan kota tertua yang masih bertahan di provinsi ini yang saat ini termasuk kedalam kota metropolitan Tehran. Ray pernah menjadi ibukota dari Kesultanan Seljuk. Kaum muslimin di bawah pimpinan Amr bin Zaid Al-Khail At-Thai dapat merebut kota ini pada 20 H (640/641 M) yakni pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab.

Sebuah pemukiman dibangun di sini pada 6.000 SM. Pemukiman tersebut dijadikan sebagai ibukota oleh Kerajaan Media disebut dengan nama Rhaga. Dalam geografi Romawi klasik kota ini disebut Rhagae. Kota ini juga disebutkan beberapa kali dalam kitab Apokrif. Nama kota ini telah ada dari masa pra-Media. Beberapa sejarawan mengaitkan bangunan kota ini kepada kerajaan-kerajaan mitologi kuno, dan beberapa orang lain meyakini bahwa Ray adalah pusat dari dinasti para pemimpin Zoroaster.

KOTA BYBLOS, LIBANON

Byblos adalah kota yang memiliki banyak peradaban kuno. Byblos diberi nama oleh orang Yunani, yang dulunya mengimport papirus dari kota ini. Kota tua ini adalah salah satu tujuan wisata yang indah seperti benteng, kuil-kuil kuno, serta pesona pemandangan indah yang menghadap ke Laut Mediterania, reruntuhan antik dan pelabuhan.

Byblos diyakinhi telah dihuni pertama kali antara tahun 8800 dan 7000 SM, dan menurut fragmen-fragmen yang dibuat oleh imam Fenisia legendaris dari zaman sebelum Homer yang bernama Sanchuniathon, kota ini pertama kali dibangun oleh Cronus sebagai kota pertama di Fenisia. Merupakan salah satu kota tertua di dunia yang terus menerus dihuni dan situs yang terus menerus dihuni sejak tahun 5000 SM. Sekarang dinyatakan sebagai sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO, dan merupakan salah satu objek pariwisata di Lebanon.

KOTA ALEPPO, SURIAH

Kota Aleppo adalah sebuah kota di Suriah yang menjadi ibu kota Kegubernuran Aleppo yang berpopulasi terbesar dalam Kegubernuran di Suriah. Aleppo merupakan sebuah kota kuno besar dan salah satu kota tertua di dunia yang terus menerus didiami. Kota ini diperkirakan sudah didiami sejak abad ke-6 SM.
 Dalam beberapa abad, Aleppo adalah kota terbesar wilayah Syam dan kota ketiga terbesar Kesultanan Utsmaniyah, setelah Konstantinopel dan Kairo.

Penggalian di Tell as-Sawda dan Tell al-Ansari, persis di selatan Kota Kuno Aleppo, memperlihatkan daerah yang sibuk sejak paling kurang dari abad ke-3 SM; dan hal ini juga saat Aleppo pertama kali disebutkan dalam lembaran-lembaran tulisan kuno yang digali di Ebla dan Mesopotamia, yang di dalam itu tertulis bahwa Aleppo sebagai kota perdagangan dan keahlian militer. Demikianlah sebuah sejarah panjang yang menghubungkan ke lokasi strategis Aleppo sebagai pertengahan pusat perdagangan antara Laut Tengah dan Mesopotamia (sekarang Irak).

KOTA FAYUM, MESIR

Kota ini adalah kota paling subur di Mesir. Nama "Al-Fayoum" berasal dari bahasa Koptik, yaitu bahasa Mesir kuno yang sudah bercampur dengan bahasa Yunani, yaitu: Phiom atau Pa-youm yang bermakna danau atau laut.

Kota ini menempati bagian dari situs kuno Crocodilopolis atau Arsinoe. Didirikan pada sekitar 4.000 tahun SM, itu adalah kota tertua di Mesir dan salah satu kota tertua di Afrika.

KOTA SIDON, LIBANON

Sidon adalah salah satu kota Phoenician paling terkenal dan tertua yang dihuni hampir 4.000 atau 6.000 SM. Kota ini terletak di pelabuhan Mediterania dan pernah ditaklukkan oleh banyak kerajaan seperti Yunani, Mesir, Ottoman, Assyria dan Babilonia. Sidon adalah kota terbesar di Lebanon dan berpenduduk 200.000 orang.

KOTA YERUSALEM

Kota Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia, terletak di sebuah dataran tinggi di Pegunungan Yudea antara Laut Tengah dan Laut Mati. Kota ini dianggap suci dalam tiga agama Abrahamik utama—Yudaisme, Kekristenan, dan Islam.

Sepanjang sejarahnya yang panjang, Yerusalem pernah dihancurkan setidaknya dua kali, dikepung 23 kali, diserang 52 kali, dan direbut serta direbut-kembali 44 kali. Bagian tertua kota ini menjadi tempat permukiman pada milenium ke-4 SM. Pada tahun 1538 dibangun tembok di sekitar Yerusalem dalam pemerintahan Suleiman yang Luar Biasa.

Saat ini tembok tersebut mengelilingi Kota Lama, yang mana secara tradisi terbagi menjadi empat bagian, sejak awal abad ke-19 dikenal sebagai Kawasan Armenia, Kristen, Yahudi, dan Muslim. Kota Lama menjadi sebuah Situs Warisan Duniapada tahun 1981, dan termasuk dalam Daftar Situs Warisan Dunia yang dalam Bahaya. Yerusalem modern telah berkembang jauh melampaui batas-batas Kota Lama.

Itulah Daftar Kota Paling Tua di Dunia, dan sampai sekarang juga masih dihuni. Jika ada kesalahan informasi, silahkan beri komentar pada kotak di bawah.

Wednesday, December 27, 2017

Asal usul Terbentuknya Kepulauan Sumatera, Indonesia

Sumatra adalah pulau keenam terbesar di dunia yang terletak di Indonesia, dengan luas 443.065,8 km2. Penduduk pulau ini sekitar 52.210.926 (sensus 2010).


Pulau ini dikenal pula dengan nama lain yaitu Pulau Percha, Andalas, atau Suwarnadwipa (bahasa Sanskerta, berarti “pulau emas”). Kemudian pada Prasasti Padang Roco tahun 1286 dipahatkan swarnnabhūmi (bahasa Sanskerta, berarti “tanah emas”) dan bhūmi mālayu (“Tanah Melayu”) untuk menyebut pulau ini.

Selanjutnya dalam naskah Negarakertagama dari abad ke-14 juga kembali menyebut “Bumi Malayu” (Melayu) untuk pulau ini.

Asal nama Sumatera berawal dari keberadaaan Kerajaan Samudera (terletak di pesisir timur Aceh). Diawali dengan kunjungan Ibnu Batutah, petualang asal Maroko ke negeri tersebut pada tahun 1345, dia melafalkan kata Samudera menjadi Samatrah, dan kemudian menjadi Sumatra atau Sumatera, selanjutnya nama ini tercantum dalam peta-peta abad ke-16 buatan Portugis, untuk dirujuk pada pulau ini, sehingga kemudian dikenal meluas sampai sekarang.

Nama asli Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah “Pulau Emas”. Istilah Pulau Ameh (bahasa Minangkabau, berarti pulau emas) kita jumpai dalam cerita Cindua Mato dari Minangkabau.

Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama tanoh mas untuk menyebut pulau Sumatera. Seorang musafir dari Cina yang bernama I-tsing (634-713), yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti “negeri emas”.

Dalam berbagai prasasti, Sumatera disebut dalam bahasa Sanskerta dengan istilah: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi.

Naskah Buddha yang termasuk paling tua, Kitab Jataka, menceritakan pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Benggala ke Suwarnabhumi. Dalam cerita Ramayana dikisahkan pencarian Dewi Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa.

Para musafir Arab menyebut Sumatera dengan nama “Serendib” (tepatnya: “Suwarandib”), transliterasi dari nama Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, ahli geografi Persia yang mengunjungi Sriwijaya tahun 1030, mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di pulau Suwarandib. Namun ada juga orang yang mengidentifikasi Serendib dengan Srilangka, yang tidak pernah disebut Suwarnadwipa.

Di kalangan bangsa Yunani purba, Sumatera sudah dikenal dengan nama Taprobana. Nama Taprobana Insula telah dipakai oleh Klaudios Ptolemaios, ahli geografi Yunani abad kedua Masehi, tepatnya tahun 165, ketika dia menguraikan daerah Asia Tenggara dalam karyanya Geographike Hyphegesis.

Ptolemaios menulis bahwa di pulau Taprobana terdapat negeri Barousai. Mungkin sekali negeri yang dimaksudkan adalah Barus di pantai barat Sumatera, yang terkenal sejak zaman purba sebagai penghasil kapur barus.

Naskah Yunani tahun 70, Periplous tes Erythras Thalasses, mengungkapkan bahwa Taprobana juga dijuluki chryse nesos, yang artinya ‘pulau emas’. Sejak zaman purba para pedagang dari daerah sekitar Laut Tengah sudah mendatangi Nusantara, terutama Sumatera.

Di samping mencari emas, mereka mencari kemenyan (Styrax sumatrana) dan kapur barus (Dryobalanops aromatica) yang saat itu hanya ada di Sumatera. Sebaliknya, para pedagang Nusantara pun sudah menjajakan komoditi mereka sampai ke Asia Barat dan Afrika Timur, sebagaimana tercantum pada naskah Historia Naturalis karya Plini abad pertama Masehi.

Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9, diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420 talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau. Emas itu didapatkan dari negeri Ofir.

Kitab Al-Qur’an, Surat Al-Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-Na fiha).

Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir itu terletak di Sumatera (Gunung Ophir di Pasaman Barat, Sumatera Barat yang sekarang bernama Gunung Talamau?). Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat pemasaran barang-barang dari Timur Jauh.

Ptolemaios pun menulis Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di sanalah letak negeri Ofir Nabi Sulaiman a.s.

Kata yang pertama kali menyebutkan nama Sumatra berasal dari gelar seorang raja Sriwijaya Haji (raja) Sumatrabhumi (“Raja tanah Sumatra”), berdasarkan berita China ia mengirimkan utusan ke China pada tahun 1017.

Pendapat lain menyebutkan nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan abad ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau.

Sama halnya dengan pulau Kalimantan yang disebut Borneo, dari nama Brunai, daerah bagian utara pulau itu yang mula-mula didatangi orang Eropa. Demikian pula pulau Lombok tadinya bernama Selaparang, sedangkan Lombok adalah nama daerah di pantai timur pulau Selaparang yang mula-mula disinggahi pelaut Portugis.

Peralihan Samudera (nama kerajaan) menjadi Sumatera (nama pulau) menarik untuk ditelusuri. Odorico da Pordenone dalam kisah pelayarannya tahun 1318 menyebutkan bahwa dia berlayar ke timur dari Koromandel, India, selama 20 hari, lalu sampai di kerajaan Sumoltra.

Ibnu Bathutah bercerita dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) bahwa pada tahun 1345 dia singgah di kerajaan Samatrah. Pada abad berikutnya, nama negeri atau kerajaan di Aceh itu diambil alih oleh musafir-musafir lain untuk menyebutkan seluruh pulau.

Pada tahun 1490 Ibnu Majid membuat peta daerah sekitar Samudera Hindia dan di sana tertulis pulau “Samatrah”. Peta Ibnu Majid ini disalin oleh Roteiro tahun 1498 dan muncullah nama “Camatarra”.

Peta buatan Amerigo Vespucci tahun 1501 mencantumkan nama “Samatara”, sedangkan peta Masser tahun 1506 memunculkan nama “Samatra”. Ruy d’Araujo tahun 1510 menyebut pulau itu “Camatra”, dan Alfonso Albuquerque tahun 1512 menuliskannya “Camatora”. Antonio Pigafetta tahun 1521 memakai nama yang agak ‘benar’: “Somatra”.

Tetapi sangat banyak catatan musafir lain yang lebih ‘kacau’ menuliskannya: “Samoterra”, “Samotra”, “Sumotra”, bahkan “Zamatra” dan “Zamatora”.

Catatan-catatan orang Belanda dan Inggris, sejak Jan Huygen van Linschoten dan Sir Francis Drake abad ke-16, selalu konsisten dalam penulisan Sumatera. Bentuk inilah yang menjadi baku, dan kemudian disesuaikan dengan lidah Indonesia: Sumatera

TIGA VERSI SEJARAH SUMATERA

Geolog Awang Harun Satyana mengungkapkan, pandangan bahwa Sumatera tidak sepenuhnya merupakan bagian dari Eurasia sudah berkembang lama. Pada tahun 1984, N.R. Cameroon dari British Geological Survey A. Pulunggono dari Pertamina pernah menyampaikan gagasan itu.

Awang mengatakan, berdasarkan gagasan itu, bagian barat Sumatera disusun oleh busur Woyla. Busur lautan itu sekitar 150 juta tahun lalu berlokasi di dekat Australia, bersama daratan India dan Banda. Karena pergerakan tektonik, busur itu kemudian menyatu dengan Sumatera.

“Itu terjadi pada zaman Kapur tengah, sekitar 100 – 80 juta tahun lalu,” kata Awang saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Makalah yang ditulis oleh Robert Hall, pakar tektonik Asia Tenggara ternama dari University of London, berjudul “Late Jurassic–Cenozoic reconstructions of the Indonesian region and the Indian Ocean” sedikit membahas gagasan tentang bersatu atau naiknya busur Woyla dengan atau ke atas daratan Sumatera.

Pulunggono dan Cameroon, seperti dikutip Hall dalam makalahnya yang diterbitkan Elseveir tahun 2012, mengungkapkan bahwa busur Woyla yang naik ke Sumatera mencakup mikro-kontinen.

Geolog lain, M.R. Wajzer dan A.J. Barber, juga dari University of London, mengatakan bahwa busur Woyla merupakan busur intra-lautan yang terbentuk pada zaman Kapur Awal dan kemudian menumbuk Sumatera.

Hall sendiri menganggap bahwa terdapat mikro kontinen yang menabrak Sumatera pada zaman Kapur itu, yang ditandai dengan naiknya busur Woyla ke atas Sumatera. Mikro kontinen terus bergerak ke timur sehingga menghentikan sistem penunjaman yang ada dan akibatnya hampir tak ada aktivitas vulkanik pada saat itu.

Robert Hall Rekonstruksi Asia Tenggara 150 juta tahun lalu. Di dekat Australia, terdapat Busur Woyla yang kemudian akan menyatu dengan Sumatera.

Namun, menurut Iskandar, apa yang diungkapkan oleh Pulunggono, Cameroon, Barber, dan Hall sama sekali tidak menyebut adanya bagian Sumatera yang merupakan busur kepulauan.

“Mereka bicara pada Zaman Kapur (sekitar 100 juta tahun yang lalu) karena Woyla Group itu memang usianya sangat tua, sedangkan data saya berasal dari batuan volkanik berusia Miosen (kurang dari 25 juta tahun yang lalu).”

Rovicky Dwi Putrohari dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) mengungkapkan, gagasan bahwa Sumatera terdiri atas busur kepulauan pernah berkembang sebelumnya. Namun, penelitian Iskandar adalah salah satu yang paling awal memberi bukti ilmiah.

“Penelitian ini memberi bukti geokimia bahwa memang bagian barat Sumatera adalah busur kepulauan,” katanya.

Menurut Rovicky, ada tiga versi sejarah geologi pembentukan Sumatera yang berkembang saat ini. Versi pertama mengungkapkan bahwa pulau Sumatera sepenuhnya bagian dari tepi lempeng benua Eurasia. Versi kedua, seperti yang diyakini Pulunggono, Cameroon, dan Hall, Sumatera terbagi atas lempeng benua Eurasia di bagian timur dan mikro-kontinen di bagian barat.

Sementara, dengan tambahan gagasan Iskandar, ada versi ketiga, dimana Sumatera terdiri dari tepi lempeng benua di bagian timur dan busur kepulauan di bagian barat.

Rovicky mengungkapkan, banyak geolog saat ini memandang bahwa Sumatera merupakan lempeng benua Eurasia hanya untuk mempermudah saja.

Pada dasarnya, geolog setuju bahwa Sumatera tidak sepenuhnya merupakan bagian dari Eurasia. Namun, komponen lain Sumatera dan pembentukannya masih menjadi perdebatan.

KEPENDUDUKAN

Secara umum, pulau Sumatera didiami oleh bangsa Melayu, yang terbagi ke dalam beberapa suku. Suku-suku besar ialah Aceh, Batak, Melayu, Minangkabau, Besemah, Suku Rejang, Ogan, Komering, dan Lampung.

Di wilayah pesisir timur Sumatera dan di beberapa kota-kota besar seperti Medan, Batam, Palembang,Pekanbaru, dan Bandar Lampung, banyak bermukim etnis Tionghoa. Penduduk pulau Sumatera hanya terkonsentrasi di wilayah Sumatera Timur dan dataran tinggi Minangkabau. Mata pencaharian penduduk Sumatera sebagian besar sebagai petani, nelayan, dan pedagang.

Penduduk Sumatera mayoritas beragama Islam dan sebagian kecil merupakan penganut ajaran Kristen Protestan, terutama di wilayah Tapanuli dan Toba-Samosir, Sumatera Utara. Di wilayah perkotaan, seperti Medan, Pekanbaru, Batam, Pangkal Pinang, Palembang, dan Bandar Lampung dijumpai beberapa penganut Buddha.

Monday, July 31, 2017

Daftar Kabupaten dan Kota Terbesar di Kalimantan

Daftar Kota terbesar di Kalimantan

Pulau Kalimantan merupakan pulau terbesar kedua di Indonesia setelah pulau Papua. Di Pulau Kalimantan terkenal akan sumber daya alamnya yang berlimpah, terutama dari sektor perkebunan dan pertambangan. Provinsi di Kalimantan yang paling terkenal akan kekayaan sumber daya alamnya adalah provinsi Kalimantan Timur.

Penduduk pulau Kalimantan berjumlah 18,59 juta jiwa, jauh dibawah penduduk pulau Jawa yang berjumlah 160 juta jiwa atau pulau Sumatera yang berjumlah 50 juta jiwa. Makanya tidak heran kota-kota di Kalimantan relatif lebih kecil dibandingkan kota-kota di Jawa dan Sumatera. Bahkan untuk saat ini, belum ada kota di Kalimantan yang penduduknya mencapai 1 juta jiwa.

Berikut ini kami akan merangkum Daftar Kota paling Besar di Kalimantan.
Mari disimak ulasannya :

SAMARINDA

Samarinda adalah kota terbesar di pulau Kalimantan. Ibukota provinsi Kalimantan Timur ini memiliki penduduk berjumlah 883.838 jiwa berdasarkan data kependudukan tahun 2015.

BALIKPAPAN

Sama seperti Samarinda, kota Balikpapan juga berasal dari provinsi Kalimantan Timur. Kendati Balikpapan bukanlah ibukota provinsi dan bukan kota terbesar di provinsi Kalimantan Timur, namun kota Balikpapan yang paling berkembang dibandingkan kota-kota lainnya di Kalimantan Timur. Berdasarkan data kependudukan tahun 2015, jumlah penduduk Balikpapan adalah 736.807 jiwa.

BANJARMASIN

Banjarmasin merupakan ibukota provinsi Kalimantan Selatan. Banjarmasin sekaligus menjadi kota terbesar di sana. Berdasarkan data kependudukan tahun 2014, jumlah penduduk banjarmasin mencapai 666.223 jiwa.

PONTIANAK

Tahun 2014, jumlah penduduk pontianak tercatat 598.097 jiwa. Pontianak merupakan ibukota provinsi Kalimantan Barat dan berstatus kota terbesar di sana.

PALANGKARAYA

Palangkaraya merupakan ibukota provinsi Kalimantan Tengah dan sekaligus menjadi kota terbesar di sana. Jumlah penduduk kota Palangkaraya berdasarkan data tahun 2014 adalah 252.105 jiwa.

TARAKAN

Tarakan merupakan kota terbesar di provinsi Kalimantan Utara, provinsi termuda di Indonesia. Berdasarkan catatan kependudukan tahun 2014, jumlah penduduk tarakan mencapai 227.200 jiwa. Kota ini berada pada sebuah pulau kecil yang terpisah dari daratan utama Kalimantan.

BANJARBARU

Banjarbaru merupakan kota terbesar kedua di provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan data kependudukan tahun 2014, penduduk Banjarbaru berjumlah 215.440 jiwa.

SINGKAWANG

Kota Singkawang berada di provinsi Kalimantan Barat. Penduduk kota Singkawang mencapai 198.742 jiwa berdasarkan data kependudukan tahun 2013.

BONTANG

Sama seperti Samarinda dan Balikpapan, kota Bontang juga berasal dari provinsi Kalimantan Timur. Berdasarkan data kependudukan tahun 2013, jumlah penduduk kota Bontang adalah 163.326 jiwa.

TANJUNG SELOR

Tanjung Selor merupakan kota yang baru terbentuk di pulau Kalimantan. Bahkan sebenarnya kota Tanjung Selor  belum benar-benar resmi dibentuk. Sampai saat ini yang sudah pasti adalah, Tanjung Selor ditunjuk sebagai ibukota provinsi Kalimantan Utara. Jumlah penduduk Tanjung Selor adalah 60.248 jiwa berdasarkan data kependudukan tahun 2014.

Itulah beberapa Kota Terbesar yang berada di Pulau Kalimantan.
Terima Kasih atas kunjungannya...!!