Showing posts with label Asal usul Wali Abdal. Show all posts
Showing posts with label Asal usul Wali Abdal. Show all posts

Saturday, November 24, 2018

Inilah Ciri ciri Habib (Sayyid) Keturunan Nabi Muhammad SAW

Habib di kalangan Arab-Indonesia adalah gelar bangsawan Timur Tengah yang merupakan kerabat Nabi Muhammad (Bani Hasyim) dan secara khusus dinisbatkan terhadap keturunan Nabi Muhammad melalui Fatimah az-Zahra (yang berputera Husain dan Hasan) dan Ali bin Abi Thalib. Habib yang datang ke Indonesia mayoritas adalah keturunan Husain bin Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib dan Fatimah binti Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib.


Di sisi lain ada pendapat bahwa pihak Ali bin Abi Thalib juga memiliki keturunan dari isteri-isteri lainnya, tetapi mereka bukan termasuk dzurriyyah atau keturunan Nabi Muhammad, karena bukan dilahirkan dari Rahim Fatima, yang mana anak kandung Nabi Muhammad.

Gelar Habib tersebut terutama ditujukan kepada mereka yang memiliki pengetahuan agama Islam yang mumpuni dari golongan keluarga tersebut. Gelar Habib juga berarti panggilan kesayangan dari cucu kepada kakeknya dari golongan keluarga tersebut. Diperkirakan di Indonesia terdapat sebanyak 1,2 juta orang yang masih hidup yang berhak menyandang sebutan ini.

Berdasarkan catatan organisasi yang melakukan pencatatan silsilah para habib ini, Ar-Rabithah, ada sekitar 20 juta orang di seluruh dunia yang dapat menyandang gelar ini (disebut Sayyid) dari 114 marga. Hanya keturunan laki-laki saja yang berhak menyandang gelar habib.

Habib Ahmad Muhammad bin Alatas, Ketua Maktab Nasab Rabithah Alawiyah, bercerita tentang asal mula munculnya gelar habib.

Rabithah Alawiyah adalah organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad di Indonesia. Mereka yang melakukan pendataan secara resmi terkait siapa saja orang Indonesia yang memiliki pertalian darah dengan Rasulullah.

Habib Ahmad Muhammad bin Alatas mengatakan, asal-usul nama habib pertama kali berasal di Yaman, kemudian Indonesia, Afrika, dan India.

Orang-orang yang mempunyai gelar habib itu dicintai karena mereka mempunyai pertalian silsilah dengan Nabi Muhammad. Ke manapun berhijrah, mereka selalu diterima oleh masyarakat karena mampu beradaptasi dengan wilayah yang mereka masuki.

Habib Ahmad mengatakan bahwa gelar habib yang dimiliki oleh seseorang bisa hilang, “Kalau seorang habib pindah agama, dari Islam ke Kristen misalnya, orang itu tidak bisa disebut habib lagi.”

“Kalau seorang habib melakukan perbuatan yang munkar, biasanya habib lainya akan mendatangi, mempertanyakan, lalu menasihatinya. Kalau para habib melakukan perbuatan onar, itu berbahaya sekali. Kata para ulama, dosanya bisa berlipat ganda".

Berikut ini adalah ciri ciri Habib (Sayyid) keturunan nabi Muhammad :

  • Memiliki Wajah Seperti Orang Arab
  • Bisa Beradaptasi dengan Lingkungan
  • Cara Berdakwah Banyak diterima Masyarakat
  • Tidak Menyebar Kebencian
  • Berdakwah Dengan Banyak Bersholawat
  • Tidak Suka Berpolitik
  • Taat Kepada Umaro' (Pemerintah)
  • Menghormati Alim Ulama meski Derajatnya Lebih Tinggi
  • Mengedepankan Ajaran Islam

Itulah sedikit penjelasan tentang ciri-ciri Habib (Sayyid) Keturunan Nabi Muhammad SAW. Jika ada kesalahan informasi silahkan beri kami masukkan dengan berkomentar di bawah ini.

Wednesday, December 20, 2017

Pengertian Wali Abdal, Ciri-ciri dan Tugas Wali Abdal dalam Islam

Wali abdal adalah Wali Alloh yang jumlahnya mencapai 40, jika salah satu dari mereka Wafat maka Alloh SWT akan menggantikan posisi nya yang Wafat tersebut hingga jumlahnya tetap 40 dan akan terus ada sampai Hari Kiamat.


Dalam Kitab Alhawi Lilfatawa karya syehk jalaluddin assuyuthy :

فقد بلغني عن بعض من لا علم عنده إنكار ما اشتهر عن السادة الأولياء من أن منهم أبدالا ونقباء ونجباء وأوتادا وأقطابا 

"sesungguhnya telah sampai kabar kepadaku tentang ulah sebagian orang orang yang tidak mempunyai ilm berani ingkar akan adanya penghulu para wali adapun dari pemimpin para auliya itu adalah wali abdal,wali nuqaba' wali nujaba' wali awtad dan wali aqthab atau wali qutb".

وقد وردت الأحاديث والآثار بإثبات ذلك فجمعتها في هذا الجزء لتستفاد 

"dan kami akan menuturkan hadist hadist serta astar tentang dalil adanya petunjuk tentang hal di atas dan kami kumpulkan dalil dalilnya pada bagian ini supaya bisa di ambil ke manfaatannya"

"suatu ketika Ahli syam disebut-disebut di hadapan sayyidina Ali (ketika beliau di Irak) lalu penduduk Irak berkata : laknatlah mereka wahai amirul mukminin. Sayyidina Ali menjawab : tidak, saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : wali abdal itu berada di syam, mereka ada 40 orang, ketika satu orang meninggal maka Allah mengganti tempatnya dengan orang lain. Karena merekalah penduduk syam diberi hujan, karena mereka penduduk syam ditolong dari musuh dan karena mereka penduduk syam dihindarkan dari siksa"

قال ابن عساكر في تاريخه أنا أبو القاسم الحسيني ثنا عبد العزيز بن أحمد الكناني أنا أبو محمد بن أبي نصر أنا الحسن بين حبيب ثنا زكريا بن يحيى ثنا الحسن بن عرفة ثنا إسماعيل بن عياش عن صفوان بن عمرو السكسكي عن شريح بن عبيد الحضرمي قال ذكر أهل الشام عند علي بن أبي طالب فقالوا يا أمير المؤمنين العنهم فقال لا إني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول أن الأبدال بالشام يكونون وهم أربعون رجلا بهم تسقون الغيث وبهم تنصرون على أعدائكم ويصرف عن أهل الأرض البلاء والغرق 

Artinya : "suatu ketika Ahli syam disebut-disebut di hadapan sayyidina Ali (ketika beliau di Irak) lalu penduduk Irak berkata : laknatlah mereka wahai amirul mukminin. Sayyidina Ali menjawab : tidak, saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : wali abdal itu berada di syam, mereka ada 40 orang, Karena merekalah penduduk syam diberi hujan, karena mereka penduduk syam ditolong dari musuh dan karena mereka penduduk syam dihindarkan dari bala' dan dihindarkan dari tenggelam

 قال ابن أبي الدنيا في كتاب الأولياء حدثني أبو الحسن خلف بن محمد الواسطي ثنا يعقوب بن محمد الزهري ثنا مجاشع بن عمرو عن ابن لهيعة عن إبراهيم عن عبد الله بن زرير عن علي سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الأبدال قال هم ستون رجلا 

"dari sayyidina aly bertanya pada rasulullah salallahu alaihi wa salam tentang kejelasan wali abdal maka rasulullah bersabda '' wali abdal itu berjumlah 60 laki laki "

(‏طريق أخرى عنه موقوفة‏)‏‏:‏ وبه إلى أبي عمرو السعيدي ثنا زياد بن يحيى أبو الخطاب ثنا أبو داود الطيالسي عن الفرج بن فضالة ثنا عروة ابن رويم اللخمي عن رجاء بن حيوة عن الحارث بن حومل عن علي بن أبي طالب قال لا تسبوا أهل الشام فإن فيهم الأبدال‏.‏ 

"Sayyidina Ali berkata janganlah kalian berkata kasar pada penduduk syam karena didalam negri tersebut ada beberapa wali abdal"

(‏طريق أخرى عن علي موقوفة‏)‏‏:‏ قال ابن أبي الدنيا ثنا الحسن بن أبي الربيع أنا عبد الرزاق أنا معمر عن الزهري عن عبد الله بن صفوان قال‏:‏ قال رجل يوم صفين اللهم العن أهل الشام فقال علي لا تسب أهل الشام فإن بها الأبدال فإن بها الأبدال فإن بها الأبدال أخرجه البيهقي والخلال وابن عساكر، وله طرق عن الزهري وفي بعضها عن صفوان بن عبد الله بدل عبد الله بن صفوان وفي بعضها عن الزهري عن أبي عثمان بن سنة عن علي وفي بعضها عن الزهري عن علي‏.‏

"berkatalah seorang lelaki pada waktu perang shiffin ''ya allah laknatlah penduduk negeri syam mendengar kalimat tersebut maka sayyidina aly berkata ''janganlah kalian berkata kasar pada ahli syam karena di dalam negeri syam ada beberapa wali abdal ,karena sesungguhnya di dalam syam da beberapa wali abdal , karena sesungguhnya di dalam syam ada beberapa wali abdal".

(‏طريق أخرى‏)‏‏:‏ قال الخلال ثنا علي بن عمرو بن سهل الحريري ثنا علي بن محمد بن كلس ثنا الحسن بن علي بن عفان ثنا زيد بن الحباب حدثني ابن لهيعة عن خالد بن يزيد السكسكي عن سعيد بن أبي هلال عن علي رضي الله تعالى عنه قال قبة الإسلام بالكوفة والهجرة بالمدينة والنجباء بمصر والإبدال بالشام وهم قليل- أخرجه ابن عساكر من طريق أبي سعيد بن الأعرابي عن الحسن بن علي بن عفان به‏.‏

"Sayyidina aly radhiallhu anhu berkata '' qubbatul islam itu berada di kuffah adpun hijrah itu adanya di madinah sedangkan wali nujaba' itu ada di mesir adapun wali abdal itu ada di syam dan mereka itu jumlahnya sedikit".

. ‏(‏طريق أخرى عنهم‏)‏‏:‏ قال ابن عساكر أنا نصر بن أحمد بن مقاتل عن أبي الفرج سهل بن بشر الأسفراييني أنا أبو الحسن علي بن منير بن أحمد الخلال أنا الحسن بن رشيق ثنا أبو علي الحسين بن حميد العك ثنا زهير بن عباد ثنا الوليد بن مسلم عن الليث بن سعد عن عياش بن عباس القتياني أن علي بن أبي طالب قال الأبدال من الشام والنجباء من أهل مصر والأخيار من أهل العراق‏.‏ 

"sesungguhnya sayyidina aly berfatwa '' wali abdal itu berada di syam adapun wali nujaba' itu di mesir sedangkan orang orang terpilih ada di iraq "

عن أنس بن مالك عن النبي صلى الله عليه وسلم قال البدلاء أربعون رجلا اثنان وعشرون بالشام وثمانية عشر بالعراق كلما مات منهم واحدا أبدل الله مكانه آخر فإذا جاء الأمر قبضوا كلهم فعند ذلك تقوم الساعة‏.‏ 

rasulullah bersabda '' wali abdal itu 22 laki laki di negeri syam dan 18 lelaki ada di iraq ketika dari mereka ada yang meninggal dunia maka allah akan mengangkat wali abdal lagi karena untuk mengisi tempat yang telah di tinggalkan wali yang telah wafat tadi dan apabila saatnya telah tiba maka allah akan mewafatkan mereka tanpa ada diangkatnya seorang pengganti dan saat itulah kiamat telah tiba".

 (‏طريق ثان عنه‏)‏‏:‏ قال الحافظ أبو محمد الخلال في كتاب كرامات الأولياء أنا أبو بكر بن شاذان ثنا عمر بن محمد الصابوني ثنا إبراهيم بن الوليد الجشاش ثنا أبو عمر الغداني ثنا أبو سلمة الخراساني عن عطاء عن أنس قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الأبدال أربعون رجن وأربعون امرأة كلما مات رجل أبدل الله مكان رجل ولكما ماتت امرأة أبدل الله مكانها امرأة- أخرجه الديلمي في مسند الفردوس من طريق أخرى عن إبراهيم بن الوليد‏.‏ 

"Abdal ada empat puluh lelaki dan empat puluh perempuan. Apabila salah seorang lelaki itu meninggal, Alloh menggantikan tempatnya dengan lelaki lain dan apabila salah seorang perempuan itu meninggal, Alloh menggantikan tempatnya dengan perempuan lain"

. (‏طريق ثالث عنه‏)‏‏:‏ قال ابن لال في مكارم الأخلاق ثنا عبد الله بن يزيد بن يعقوب الدقاق ثنا محمد بن عبد العزيز الدينوري ثنا عثمان ين الهيثم ثنا عوف عن الحسن عن أنس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إن بدلاء أمتي لم يدخلوا الجنة بكثرة صلاتهم ولا صيامهم ولكن دخولها بسلامة صدورهم وسخاوة أنفسهم- أخرجه ابن عدي والخلال وزاد في آخره والنصح للمسلمين‏.‏ 

"Diriwayatkan dari 'Ali bin Ahmad bin Abdan dari Ahmad bin 'Ubaid dari Abi Syaibah dari Muhammad bin Imran bin Abi Laeli dari Salmah bin Raja dari Shalih al-Mary dari Hasan dari Abi Sa'id al-Khudri (atau dari yang lainya), Rosululloh saw bersabda," sesungguhnya (wali) Abdal dari umatku tidak akan masuk surga karena amal (nya), tetapi ia masuk surga karena kebersihan hati dan karena kemurahan jiwa, serta karena nasehatnya pada sesama orang-orang muslim"

 (‏حديث عبادة بن الصامت‏)‏‏:‏ قال الإمام أحمد في مسنده ثنا عبد الوهاب بن عطاء أنا الحسن بن ذكوان عن عبد الواحد بن قيس عن عبادة بن الصامت عن النبي صلى الله عليه وسلم قال الأبدال في هذه الأمة ثلاثون مثل إبراهيم خليل الرحمن كلما مات رجل أبدل الله مكانه رجلا‏.‏ وأخرجه الحكيم الترمذي في نوادر الأصول والخلال في كرامات الأولياء ورجاله رجال الصحيح غير عبد الواحد وقد وثقة العجلي وأبو زرعة‏.‏ 

Diceritakan dari 'Abdul Wahab bin 'Atho' dari hasan bin dakwan dari 'Abdul Wahid bin Qais dari 'Ubadah bin Shamat dari Nabi Muhammad saw, ia bersabda," "Abdal dari umatku ada tiga puluh orang laki-laki, hati mereka seperti hati Ibrahim Kholilur Rahman, Apabila salah seorang itu meninggal,maka Alloh Tabaroka Wata'ala menggantikan tempatnya dengan lelaki lain".

 (‏طريق ثان عنه‏)‏‏:‏ قال الطبراني في الكبير ثنا عبد الله بن أحمد بن حنبل حدثني محمد بن الفرح ثنا زيد بن الحباب أخبرني عمر البزار عن عبيسة الخواص عن قتادة عن أبي قلابة عن أبي الأشعث عن عبادة بن الصامت قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الأبدال في أمتي ثلاثون بهم تقوم الأرض وبهم تمطرون وبهم تنصرون، 

"Diceritakan dari Abdullah bin Ahmad bin Hanbal dari Muhammad bin al-Faraz dari Zaid bin al-Hubab dari 'Umar al-Bazar dari 'Ubaisah al-Khawashi dari Qatadah dari Abi Qulabah dari Abi al-'Asyas dari 'Ubadah bin Shamat, ia berkata: bersabda Rasulullah saw."al-Abdal dari umatku ada tiga puluh orang: mereka memelihara bumi,menurunkan hujan dan memberi pertolongan"

(‏حديث أبي سعيد الخدري‏)‏‏:‏ قال البيهقي في شعب الإيمان أنا علي بن أحمد بن عبدان أنا أحمد بن عبيد ثنا ابن أبي شيبة ثنا محمد بن عمران بن أبي ليل أنا سلمة بن رجاء كوفي عن صالح المزي عن الحسن عن أبي سعيد الخدري أو غيره قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أبدال أمتي لم يدخلوا الجنة بالأعمال إنما دخولها برحمة الله وسخاوة الأنفس وسلامة الصدور ورحمة لجميع المسلمين، قال البيهقي رواه عثمان الدارمي عن محمد بن عمران فقال عن أبي سعيد لم يقل أو غيره وقيل عن صالح المزي عن ثابت عن أنس‏.‏ 

"Diriwayatkan dari 'Ali bin Ahmad bin Abdan dari Ahmad bin 'Ubaid dari Abi Syaibah dari Muhammad bin Imran bin Abi Laeli dari Salmah bin Raja dari Shalih al-Mary dari Hasan dari Abi Sa'id al-Khudri (atau dari yang lainya), Rosululloh saw bersabda," sesungguhnya (wali) Abdal dari umatku tidak akan masuk surga karena amal (nya), tetapi ia masuk surga karena rahmat Alloh, kemurahan jiwa, kebersihan hati dan karena nasehatnya pada orang-orang muslim"

(‏حديث أبي الدرداء‏)‏‏:‏ قال الحكيم الترمذي في نوادر الأصول ثنا عبد الرحيم ابن حبيب ثنا داود بن محبر عن ميسرة عن أبي عبد الله الشامي عن مكحول عن أبي الدرداء رضي الله عنه قال أن الأنبياء كانوا أوتاد الأرض فلما انقطعت النبوة أبدل الله مكانهم قوما من أمة محمد صلى الله عليه وسلم يقال لهم الأبدال لم يفضلوا الناس بكثرة صوم ولا صلاة ولا تسبيح ولكن بحسن الخلق وبصدق الورع وحسن النية وسلامة قلوبهم لجميع المسلمين والنصيحة لله‏.‏ 

diceritakan dari abi darda' bahwasanya para nabi adalah tali (penguat) bumi maka dikala kenabian telah usai maka allah menempatkan ummat muhammad pada posisi tugasnya dan mereka yang mendapat tugas ini di sebut wali abdal yang mana mereka ini bukanlah orang yang banyak berpuasa atau solat ataupun bertasbih namun mereka ini adalah orang orang yang baik budi pekertinya dan benar benar wira'i serta baik niat hatinya serta bersih jiwanya pada seluruh orang islam dan mau menasehati dengan lillahi ta'ala".

CIRI CIRI WALI ABDAL

Ada beberapa indikasi atau ciri-ciri yang di miliki oleh wali Abdal. Ciri-ciri itu di antaranya adalah ikhlas, pemaaf, dermawan, bersih jiwanya, suka memberi nasihat tanpa memaksakan kehendak / mengajak / menyuruh, dan mereka masuk surga bukan karena amalnya ibadahnya (bukan karena sholat, puasa atau shadaqoh), tetapi mereka masuk surga karena rohmat Alloh, kemurahan hati, kebersihan jiwa, dan karena suka memberi nasihat dalam contoh sehari''.

Menurut Sahl bin Abdulloh, seseorang itu bisa menjadi Abdal karena empat hal, yaitu: pertama, sedikit bicara, kedua, sedikit makan, ketiga, sedikit tidur, dan keempat, mengasingkan diri (kholwah).
Menurut Ma'ruf al-Kurkhi, barang siapa yang berdo'a:

( اللهم اصلح امة محمد اللهم فرج عن امة محمد اللهم ارحم امة محمد )

"setiap hari sebanyak sepuluh kali, maka ia termasuk Abdal."

ثلاث من كن فيه فهو من الأبدال الذين هم قوام الدنيا وأهلها : الرضا بالقضاء والصبر عن محارم الله والغضب في ذات الله , 

"Ada tiga perkara apabila seseorang memilikinya, ia termasuk dari al-Abdal, mereka (abdal) yaitu orang yang menjaga dunia dan penduduknya. (tiga perkarara itu adalah): orang yang ridho dengan qodho' & qodar (ketetapan Alloh), sabar atas sesuatu yang diharamkan oleh Alloh dan orang yang marah hanya karena Alloh".

علامة أبدال أمتي أنهم لا يلعنون شيئا أبدا  

  Dalam kitab Su'bul Iman, al-Baihaqi meriwayatkan,

أخبرنا علي بن أحمد بن عبدان أنا أحمد بن عبيد نا بن أبي شيبة نا محمد بن عمران بن أبي ليلى أنا سلمه بن رجاء كوفي عن صالح المري عن الحسن عن أبي سعيد الخدري أو غيره قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن أبدال أمتي لم يدخلوا الجنة بالأعمال ولكن إنما دخلوها برحمة الله وسخاوة الأنفس وسلامة الصدور ورحمة لجميع المسلمين ( شعب الإيمان الإمام البيهقي)

"Diriwayatkan dari 'Ali bin Ahmad bin Abdan dari Ahmad bin 'Ubaid dari Abi Syaibah dari Muhammad bin Imran bin Abi Laeli dari Salmah bin Raja dari Shalih al-Mary dari Hasan dari Abi Sa'id al-Khudri (atau dari yang lainya), Rosululloh saw bersabda," sesungguhnya (wali) Abdal dari umatku tidak akan masuk surga karena amal (nya), tetapi ia masuk surga karena rahmat Alloh, kemurahan jiwa, kebersihan hati dan karena rahmat orang-orang muslim"

لا يزال أربعون رجلا من أمتي قلوبهم على قلب إبراهيم عليه السلام يدفع الله بهم عن أهل الأرض يقال لهم الأبدال ) إنهم لن يدركوها بصلاة ولا صوم ولا صدقة قالوا : يارسول الله فبم أدركوها ؟ قال : بالسخاء والنصيحة للمسلمين .

NAMA-NAMA WALI SELAIN "AL-ABDAL"

(الذين آمنوا‪‬‪‬)

“Yaitu orang-orang yang beriman,”.
 Beriman kepada Allah Ta`ala, beribadah semata-mata karenaNya (ikhlas karena Alloh),

وكانوا يتقون

"Dan mereka selalu bertaqwa"

 Mereka membuktikan keimanan mereka tadi dengan melakukan ketaqwaan kepada Alloh Jalla wa `Alaa dengan cara melaksanakan segala perintah Nya serta mejauhi segala bentuk larangan-Nya. Serta mengikuti perintah Rosul-Nya

صلى الله عليه و سلم 

dan menjauhi segala larangannya.

Asal kata "al-Wilayah" adalah al-Qurb yang artinya dekat. Adapun lawan dari kata "al-Wilayah" adalah "al-'Adawah" artinya permusuhan.

 Ahlu wilayah (para wali) yakni orang yang selalu mendekatkan diri kepada Alloh dengan keimanan dan ketakwaan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits qudsi, hadits ini dikenal dengan "hadits wali"

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا، فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ، وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ عَبْدِي الْمُؤْمِنِ، يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ"
رواه البخاري

 Diriwayatkan dari Abu Hurairoh Rodhiallohu 'anhu, beliau berkata, telah bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam , sesungguhnya Alloh 'azza wa jalla berfirman,

 “Siapa yang memusuhi seorang kekasihKu, maka Aku menyatakan perang kepadanya, dan tiada mendekat kepadaku seorang hambaku, dengan sesuatu yang lebih kusukai daripada melaksanakan kewajibannya, dan selalu hambaku mendekat kepadaku dengan melakukan sunah – sunah sehingga Aku sukai, maka apabila Aku telah kasih kepadanya, Akulah yang menjadi pendengaranNya, dan penglihatanNya, dan sebagai tangan yang digunakanNya dan kaki yang di jalankanNya, dan apabila ia memohon kepadaku pasti Ku kabulkan dan jika berlindung kepadaKu pasti Ku lindungi” (HR. al-Bukhari).

Maka hendaklah setiap manusia untuk selalu berhati-hati untuk tidak memerangi, menyakiti, mengolok-olok wali Alloh atau hamba-hamba Alloh yang sholih. Wali Alloh adalah orang Yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Alloh, menegakkan sunnah, berbakti kepada orangtuanya dan selalu melakukan ketaatan-ketaatan lainnya. Dan janganlah kalian mengolok-olok orang yang selalu berbuat ketaatan serta menegakkan sunnah, karena bisa jadi orang yang diolok-olok itu adalah orang yang terbaik dimuka bumi.

 Hendaknya kita mencintai orang-orang yang sholih dan menyelamatkan hati kita dari iri, dengki, dan hasad.

 Sesungguhnya wali Alloh itu ada dua derajat.
Derajat pertama: Adalah orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Alloh dengan amalan Yang wajib dan menjauhi segala larangannya, derajat ini disebut dengan "al- Muqtasid (pertengahan)"
 Derajat kedua: Lebih tinggi dari derajat pertama, adalah orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Alloh dengan amalan yg sunnah setelah mengerjakan yg wajib, derajat ini disebut dengan "as-Saabiquuna bil khoiroot (lebih cepat berbuat kebaikan)".
 Sebagaimana firman Alloh Ta'ala:

مِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَ مِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ

"Diantara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih cepat berbuat kebaikan”. (QS. Fathir:32).

 Di dalam hadits qudsi diatas dijelaskan pula balasan kepada para wali Alloh, bahwasanya mereka akan mendapatkan cinta Alloh, dan jika Alloh mencintainya, maka Alloh akan selalu menuntun pendengaran, penglihatan, tangan dan kakinya, dan Alloh senantiasa mengabulkan doa dan melindunginya. Inilah kemuliaan YG senantiasa Alloh Ta'ala berikan kepada para walinya.

 Beliau menerangkan bahwa para wali-wali Alloh tidak akan menganggap dirinya suci, atau menganggap bahwa dirinya adalah wali Alloh. Alloh Ta'ala berfirman:

فلا تزكّوا أنفسكم

"Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci". (QS. an-Najm:32).

TUGAS WALI ABDAL


Yang memperoleh darjat Al Abdal itu hanya ada tujuh orang dalam setiap masanya. Setiap wali Abdal ditugaskan oleh Allah swt untuk menjaga suatu wilayah di bumi ini. Dikatakan di bumi ini mempunyai tujuh daerah. Setiap daerah dijaga oleh seorang wali Abdal.

 Jika wali Abdal itu meninggalkan tempatnya, maka ia akan digantikan oleh yang lain. Ada seorang yang bernama Abdul Majid Bin Salamah pernah bertanya pada seorang wali Abdal yang bernama Muaz Bin Asyrash, amalan apa yang dikerjakannya sampai ia menjadi wali Abdal? Jawab Muaz Bin Asyrash: “Para wali Abdal mendapatkan darjat tersebut dengan empat kebiasaan, yaitu sering lapar, gemar beribadah di malam hari, suka diam dan mengasingkan diri”.