Social Items

Kabupaten Sumedang  adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah kecamatan Sumedang Utara, sekitar 45 km Timur Laut Kota Bandung.

Di wilayah ini terdapat Pondok Pesantren Salafiyah maupun Modern, yang digunakan masyarakat untuk mendalami ilmu agama dalam menghadapi tantangan zaman. Dari pantauan tim kami kuwaluhan.com ada beberapa Pondok pesantren Terbesar Dan Terkenal di Sumedang yang sangat diminati oleh masyarakat, baik masyarakat sekitar maupun masyarakat luar daerah. Berikut daftarnya :

1. PONDOK PESANTREN AL-MA'SOEM 

Lokasi : Jalan Raya Cipacing No. 22, Jatinangor, Cipacing, Sumedang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363

Pesantren Siswa Al Ma’soem semula bernama Pesantren Pendidikan Formal, mulai dibangun pada tahun 2000. Berada dibawah naungan badan hukum Yayasan Pendidikan Al ma’soem yang beralamat di Jln. Raya Cipacing No. 22 RT 01 RW 05 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Sumedang.

Komplek yayasan seluas ± 4 hektar yang merupakan jariyah dari almarhum Bapak H. Ma’soem (wafat Syawal 2001), seorang pengusaha muslim sukses asli Jawa Barat, yang didukung sepenuhnya oleh istri dan putera-puterinya. Pada saat itu putera tertua beliau yaitu almarhum Bapa H. Nanang Iskandar Ma’soem (wafat Ramadhan 2014) yang mewakili adik-adiknya merespon dan berjibaku membangun serta membesarkan yayasan sebagai ladang amal.

Pembangunan pesantren jauh setelah SMA dan SMP Al Ma’soem. Dimana SMA didirikan tahun 1987, SMP 1988. Adapun biayanya adalah dari dari hasil perusahaan (PT Ma’soem) yang sudah dijalankannya sejak 1971, tanpa ada bantuan dari pihak luar.

2. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HASANAH 

Lokasi : Sukarapih, Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45366

Pondok pesantren Salafiyah Miftahul Hasanah, pesantren militan yang sangat luar biasa ini persisnya berada di Jalan genteng no 7 desa sukarapih kecamatan sukasari, santri salafi 200, santri khalaf 67, tanfidz 17 orang, Diniyah 300 orang. Dengan santri sebanyak itu pesantren ini tidak bisa dikatakan pesantren kecil, jika diukur dengan eksistensi yang ada sekarang ini.

Selanjutnya dalam melayani masyarakat akan kebutuhan pendidikan bagi pesantren ini merupakan tuntutan yang  tidak bisa dinafikan begitu saja, meski saat ini Miftahul Hasanah tetap istiqamah dengan pesantren salafiahnya, hal ini dapat dibuktikan bahwa saat ini masih tetap melayani santri yang mondok sambil sekolah, meski tidak banyak dan sisanya tetap mengikuti kegiatan pondok salafiyah seusai bersekolah umum.

3. PONDOK PESANTREN DARUL HIKMAH

Lokasi : Sukawangi, Tanjungmekar, Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45354

Pondok Pesantren Darul Hikmah merupakan sebuah Lembaga Pendidikan yang berada dibawah naungan Yayasan Kyai Demang Cipaku (YKDC). Pondok Pesantren Darul Hikmah didirikan oleh K.H. Nata M. Noor pada tahun 1969 atas dorongan orang tua yang menitipkan putera-puterinya yang kurang mampu untuk menyekolahkan anaknya kelembaga pendidikan lain yang berada di kota Kabupaten Sumedang atau daerah-daerah lainnya.

Dengan adanya tuntutan tersebut, maka merasa terpanggil, bahkan berkewajiban membantu pemerintah untuk menyediakan sarana pendidikan bagi masyarakat, terutama yang  tidak mampu.Walau dengan  keterbatasan kemampuan yang dimiliki.

Tahun demi tahun Pondok Pesantren Darul Hikmah mampu memenuhi satu demi satu kebutuhan penunjang lembaga pendidikan dalam rangka memaksimalkan kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Darul Hikmah.

4. PONDOK PESANTREN AL MAJIDIYAH

Lokasi : Jl. Manglayang, Mekarsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45366

Pesantren Al-Majidiyah, berdiri pada tahun 1925, Pondok Pesantren Al-Majidiyah beralamat di Nyalindung RT 01/02 Desa mekarsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang.

Berawal didirikan Mesjid Al-Majidiyah Nyalindung didirikan pada Tahun 1925 oleh K.H Abdul Majid (K.H. Hujaemi). nama asal mesjid ini adalah Mesjid Nyalindung, sesuai dengan tempat atau nama dari dusun tempat didirikannya mesjid tersebut. Namun setelah K.H. Abdul Majid (K.H. Hujaemi) meninggal dan diteruskan oleh menantunya K.H. Sulaeman, ketika renovasi mesjid K.H. Sulaeman beserta warga masyarakat dan santri-santrinya sepakat mengganti nama mesjid tersebut menjadi Mesjid Al-Majidiyah. nama mesjid tersebut diajukan sebagai pengingat atas jasa-jasa KH. Abdul Majid sebagai orang pertama yang mendirikan dan merintis Pondok Pesantren di Daerah Nyalindung, Mekarsari, Sukasari, Sumedang.

5. PONDOK PESANTREN MODERN AL AQSHA

Lokasi : No.2, Jalan Raya Bandung - Sumedang, Cibeusi, Jatinangor, Cibeusi, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363

Pendirian Pondok Modern Al-Aqsha dilatarbelakangi oleh kehendak yang tinggi dari para pengurus Yayasan akan adanya lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi ummat Islam yang berkualitas baik dalam ilmu agama maupun ilmu umum. Untuk tujuan dimaksud Pondok Modern Al-Aqsha sejak awal pendiriannya hingga kini (1994-2010) membawahi dua lembaga pendidikan formal, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kulliyatul al-Muallimin wa al-Muallimat al-Islamiyah (KMMI).

 Secara operasional kedua lembaga di atas tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena keduanya dipadukan dalam sebuah wadah pendidikan yang disebut dengan SMP Plus Pondok Modern Al-Aqsha. SMP Plus ini kemudian dikenal secara administratif dengan nama SMP Plus Al-Aqsha. Melalui rapat badan pendirinya, Yayasan Al-Aqsha membentuk sebuah lembaga pendidikan pondok pesantren yang dinamakan Pondok Modern Al-Aqsha dan menunjuk Bapak Drs. Kyai Mukhlis Aliyudin, M.Ag sebagai penanggung jawab sekaligus sebagai pengasuh pondok.

SMP Plus Al-Aqsha didirikan pada tanggal 21 Rajab 1414 H atau 2 Februari 1994 M. yang operasionalnya dimulai pada tahun pelajaran 1994/1995. secara kelembagaan, SMP Plus Al-Aqsha berada di dalam sebuah Yayasan Al-Aqsha yang didirikan pada tahun yang sama. Kemudian secara yuridis Yayasan ini dilegalkan pada tanggal 27 Agustus 1996 dengan akta notaris No. 10 Tahun 1996 oleh notaris Anita Sukarna Takariawan, SH.

Sesuai dengan akta notaris tersebut, badan pendiri Yayasan Al-Aqsha ini adalah KH. Hasan Abdullah Muhyi, Bapak Abo Hidayat, dan Bapak Drs. Mukhlis Aliyudin M.Ag. Kurikulum yang digunakan di SMP Plus Al-Aqsha mengacu pada kurikulum Pendidikan Nasional dan kurikulum Pondok Modern Gontor yang dipadukan dengan kurikulum pesantren salafi.

Kurikulum Depdiknas digunakan sebagai kurikulum formal SMP Plus Al-Aqsha, sedangkan kurikulum Pondok Modern Gontor dan kurikulum salafi digunakan sebagai kurikulum plus atau muatan lokalnya. Perpaduan kurikulum di atas diharapkan menjadi ciri khas SMP Plus Al-Aqsha yang didedikasikan untuk mencetak para santri/siswi agar memiliki kompetensi baik di bidang pengetahuan umum maupun di bidang pengetahuan agama.

6. PONDOK PESANTREN ASYROFUDDIN

Lokasi : Cipicung, RT.12/RW.03, Conggeang Wetan, Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45391

Pondok Pesantren Asyrofuddin didirikan tahun 1846 oleh Hadratusyekh K. R. Asyrofuddin yang masih keturunan Pangeran Syamsuddin I dari Keraton Kasepuhan Cirebon. Pesantren ini didirikan bukan sebagai bagian dari proses penyebaran agama Islam, melainkan sebagai reaksi terhadap politik kolonial Belanda di Cirebon sekitar abad ke-18. Dikisahkan dalam sebuah sumber, ketika Sultan Sepuh usianya telah uzur, ia memanggil Asyrofuddin untuk diserahi jabatan sebagai sultan menggantikan dirinya.

Dalam pertemuan itu, Asyrofuddin bersedia memangku jabatan sebagai sultan dengan syarat orang Belanda tidak boleh mencampuri urusan pemerintahan di daerah Cirebon. Syarat yang diajukan oleh Asyrofuddin itu tidak bisa dipenuhi ayahnya karena terikat kontrak politik warisan sultan sebelumnya. Pertentangan itu mendorong terjadinya konflik antara ayah dan anaknya karena masing-masing pihak mempertahankan keinginannya. Konflik itu berakhir dengan diusirnya Asyrofuddin dari Cirebon dan ia meninggalkan kampung halamannya menuju Kampung Cikuleu di Ujung Jaya yaitu perbatasan antara Sumedang dan Majalengka.

Hingga saat ini Pondok pesantren Asyrofudin semakin berkembang pesat, banyak santri dari luar kota yang menuntut ilmu ke pondok ini.

7. PONDOK PESANTREN AL HIKAMUSSALAFIYYAH

Lokasi : Sukamantri, Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45354

Ponpes Al-hikamussalafiyyah terletak di sebelah Barat Kota Kabupaten Sumedang kurang lebih 11 km dari pusat kota Sumedang. Lingkungan masyarakat disekitar pondok pesantren terdiri dari kaum petani dan sebagian pegawai negeri. Keadaan ekonomi masyarakat sekitar adalah kelas menengah ke bawah bahkan masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Pada pertengahan tahun 2002 salah satu putra pimpinan pesantren yaitu H. Sa’dulloh, SQ kembali ke kampung halamannya setelah melakukan pengembaraan ke berbagai tempat untuk mencari ilmu dan pengalaman. Sejak kedatangan beliau maka modernisasi pesantren mulai dilakukan. H. Sa’dulloh, SQ mulai melakukan pembenahan baik dari sisi manajemen pesantren maupun dari peningkatan kualitas  dan kuantitas lembaga pendidikannya, dengan tidak meninggalkan kekhasan pesantren yaitu mencetak santri-santri yang hafal Al-Qur’an.

Di bawah naungan yayasan yang didirikannya pada tahun 2003 H. Sa’dulloh, SQ dibantu oleh saudara-saudaranya yang lain mendirikan MTs Plus Al-Hikam. Seluruh lembaga pendidikan formal ini memadukan system pendidikan nasional dengan pesantren dengan kekhasan Tahfidz Al-Qur’an. Disamping itu kemudian didirikan pula lembaga-lembaga ekonomi seperti Koppontren Al-Hikamussalafiyyah, Tempat Praktek Usaha Santri Al-Hikamussalafiyyah dan Usaha Ekonomi Produktif Pesantren.

 Berkat pengembangan program tersebut animo masyarakat untuk menitipkan putera-puterinya di MTs Plus Al-Hikam semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari semakin bertambahnya jumlah santri yang mencapai lebih dari 350 orang.

Dengan semakin berkembangnya sarana dan prasarana pendidiikan di Pondok Pesantren Al-Hikamusalafiyyah berdampak pada prestasi yang diraih para santri dan alumninya. Beberapa alumni telah mendirikan lembaga pendidikan Al-Qura’an baik formal maupun non formal di beberapa daerah. Disamping itu prestasi santri MTs Plus Al-Hikam dapat dilihat dari keikutsertaan para santri dalam even MTQ mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi, nasional dan internasional. Bahkan H. Sa’dulloh, SQ dan Hj. Mutmainnah, S.Th.I adalah juara-juara MHQ 30 Juz tingkat Internasional di Saudi Arabia dan Libia.

Selain mencetak prestasi di bidang Al-Qur’an, santri pesantren ini juga berhasil mencetak prestasi dibidang lomba pidato bhs Arab, bhs Inggris dan bhs Indonesia, lomba solawat dan barjanji dalam perlombaan tingkat kabupaten Sumedang.

Itulah beberapa Pondok pesantren terbaik di kabupaten Sumedang Jawa Barat.

7 Pondok Pesantren Salafiyah Dan Modern Terbaik Di Sumedang

Kabupaten Sumedang  adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah kecamatan Sumedang Utara, sekitar 45 km Timur Laut Kota Bandung.

Di wilayah ini terdapat Pondok Pesantren Salafiyah maupun Modern, yang digunakan masyarakat untuk mendalami ilmu agama dalam menghadapi tantangan zaman. Dari pantauan tim kami kuwaluhan.com ada beberapa Pondok pesantren Terbesar Dan Terkenal di Sumedang yang sangat diminati oleh masyarakat, baik masyarakat sekitar maupun masyarakat luar daerah. Berikut daftarnya :

1. PONDOK PESANTREN AL-MA'SOEM 

Lokasi : Jalan Raya Cipacing No. 22, Jatinangor, Cipacing, Sumedang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363

Pesantren Siswa Al Ma’soem semula bernama Pesantren Pendidikan Formal, mulai dibangun pada tahun 2000. Berada dibawah naungan badan hukum Yayasan Pendidikan Al ma’soem yang beralamat di Jln. Raya Cipacing No. 22 RT 01 RW 05 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Sumedang.

Komplek yayasan seluas ± 4 hektar yang merupakan jariyah dari almarhum Bapak H. Ma’soem (wafat Syawal 2001), seorang pengusaha muslim sukses asli Jawa Barat, yang didukung sepenuhnya oleh istri dan putera-puterinya. Pada saat itu putera tertua beliau yaitu almarhum Bapa H. Nanang Iskandar Ma’soem (wafat Ramadhan 2014) yang mewakili adik-adiknya merespon dan berjibaku membangun serta membesarkan yayasan sebagai ladang amal.

Pembangunan pesantren jauh setelah SMA dan SMP Al Ma’soem. Dimana SMA didirikan tahun 1987, SMP 1988. Adapun biayanya adalah dari dari hasil perusahaan (PT Ma’soem) yang sudah dijalankannya sejak 1971, tanpa ada bantuan dari pihak luar.

2. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HASANAH 

Lokasi : Sukarapih, Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45366

Pondok pesantren Salafiyah Miftahul Hasanah, pesantren militan yang sangat luar biasa ini persisnya berada di Jalan genteng no 7 desa sukarapih kecamatan sukasari, santri salafi 200, santri khalaf 67, tanfidz 17 orang, Diniyah 300 orang. Dengan santri sebanyak itu pesantren ini tidak bisa dikatakan pesantren kecil, jika diukur dengan eksistensi yang ada sekarang ini.

Selanjutnya dalam melayani masyarakat akan kebutuhan pendidikan bagi pesantren ini merupakan tuntutan yang  tidak bisa dinafikan begitu saja, meski saat ini Miftahul Hasanah tetap istiqamah dengan pesantren salafiahnya, hal ini dapat dibuktikan bahwa saat ini masih tetap melayani santri yang mondok sambil sekolah, meski tidak banyak dan sisanya tetap mengikuti kegiatan pondok salafiyah seusai bersekolah umum.

3. PONDOK PESANTREN DARUL HIKMAH

Lokasi : Sukawangi, Tanjungmekar, Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45354

Pondok Pesantren Darul Hikmah merupakan sebuah Lembaga Pendidikan yang berada dibawah naungan Yayasan Kyai Demang Cipaku (YKDC). Pondok Pesantren Darul Hikmah didirikan oleh K.H. Nata M. Noor pada tahun 1969 atas dorongan orang tua yang menitipkan putera-puterinya yang kurang mampu untuk menyekolahkan anaknya kelembaga pendidikan lain yang berada di kota Kabupaten Sumedang atau daerah-daerah lainnya.

Dengan adanya tuntutan tersebut, maka merasa terpanggil, bahkan berkewajiban membantu pemerintah untuk menyediakan sarana pendidikan bagi masyarakat, terutama yang  tidak mampu.Walau dengan  keterbatasan kemampuan yang dimiliki.

Tahun demi tahun Pondok Pesantren Darul Hikmah mampu memenuhi satu demi satu kebutuhan penunjang lembaga pendidikan dalam rangka memaksimalkan kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Darul Hikmah.

4. PONDOK PESANTREN AL MAJIDIYAH

Lokasi : Jl. Manglayang, Mekarsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45366

Pesantren Al-Majidiyah, berdiri pada tahun 1925, Pondok Pesantren Al-Majidiyah beralamat di Nyalindung RT 01/02 Desa mekarsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang.

Berawal didirikan Mesjid Al-Majidiyah Nyalindung didirikan pada Tahun 1925 oleh K.H Abdul Majid (K.H. Hujaemi). nama asal mesjid ini adalah Mesjid Nyalindung, sesuai dengan tempat atau nama dari dusun tempat didirikannya mesjid tersebut. Namun setelah K.H. Abdul Majid (K.H. Hujaemi) meninggal dan diteruskan oleh menantunya K.H. Sulaeman, ketika renovasi mesjid K.H. Sulaeman beserta warga masyarakat dan santri-santrinya sepakat mengganti nama mesjid tersebut menjadi Mesjid Al-Majidiyah. nama mesjid tersebut diajukan sebagai pengingat atas jasa-jasa KH. Abdul Majid sebagai orang pertama yang mendirikan dan merintis Pondok Pesantren di Daerah Nyalindung, Mekarsari, Sukasari, Sumedang.

5. PONDOK PESANTREN MODERN AL AQSHA

Lokasi : No.2, Jalan Raya Bandung - Sumedang, Cibeusi, Jatinangor, Cibeusi, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363

Pendirian Pondok Modern Al-Aqsha dilatarbelakangi oleh kehendak yang tinggi dari para pengurus Yayasan akan adanya lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi ummat Islam yang berkualitas baik dalam ilmu agama maupun ilmu umum. Untuk tujuan dimaksud Pondok Modern Al-Aqsha sejak awal pendiriannya hingga kini (1994-2010) membawahi dua lembaga pendidikan formal, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Kulliyatul al-Muallimin wa al-Muallimat al-Islamiyah (KMMI).

 Secara operasional kedua lembaga di atas tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena keduanya dipadukan dalam sebuah wadah pendidikan yang disebut dengan SMP Plus Pondok Modern Al-Aqsha. SMP Plus ini kemudian dikenal secara administratif dengan nama SMP Plus Al-Aqsha. Melalui rapat badan pendirinya, Yayasan Al-Aqsha membentuk sebuah lembaga pendidikan pondok pesantren yang dinamakan Pondok Modern Al-Aqsha dan menunjuk Bapak Drs. Kyai Mukhlis Aliyudin, M.Ag sebagai penanggung jawab sekaligus sebagai pengasuh pondok.

SMP Plus Al-Aqsha didirikan pada tanggal 21 Rajab 1414 H atau 2 Februari 1994 M. yang operasionalnya dimulai pada tahun pelajaran 1994/1995. secara kelembagaan, SMP Plus Al-Aqsha berada di dalam sebuah Yayasan Al-Aqsha yang didirikan pada tahun yang sama. Kemudian secara yuridis Yayasan ini dilegalkan pada tanggal 27 Agustus 1996 dengan akta notaris No. 10 Tahun 1996 oleh notaris Anita Sukarna Takariawan, SH.

Sesuai dengan akta notaris tersebut, badan pendiri Yayasan Al-Aqsha ini adalah KH. Hasan Abdullah Muhyi, Bapak Abo Hidayat, dan Bapak Drs. Mukhlis Aliyudin M.Ag. Kurikulum yang digunakan di SMP Plus Al-Aqsha mengacu pada kurikulum Pendidikan Nasional dan kurikulum Pondok Modern Gontor yang dipadukan dengan kurikulum pesantren salafi.

Kurikulum Depdiknas digunakan sebagai kurikulum formal SMP Plus Al-Aqsha, sedangkan kurikulum Pondok Modern Gontor dan kurikulum salafi digunakan sebagai kurikulum plus atau muatan lokalnya. Perpaduan kurikulum di atas diharapkan menjadi ciri khas SMP Plus Al-Aqsha yang didedikasikan untuk mencetak para santri/siswi agar memiliki kompetensi baik di bidang pengetahuan umum maupun di bidang pengetahuan agama.

6. PONDOK PESANTREN ASYROFUDDIN

Lokasi : Cipicung, RT.12/RW.03, Conggeang Wetan, Conggeang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45391

Pondok Pesantren Asyrofuddin didirikan tahun 1846 oleh Hadratusyekh K. R. Asyrofuddin yang masih keturunan Pangeran Syamsuddin I dari Keraton Kasepuhan Cirebon. Pesantren ini didirikan bukan sebagai bagian dari proses penyebaran agama Islam, melainkan sebagai reaksi terhadap politik kolonial Belanda di Cirebon sekitar abad ke-18. Dikisahkan dalam sebuah sumber, ketika Sultan Sepuh usianya telah uzur, ia memanggil Asyrofuddin untuk diserahi jabatan sebagai sultan menggantikan dirinya.

Dalam pertemuan itu, Asyrofuddin bersedia memangku jabatan sebagai sultan dengan syarat orang Belanda tidak boleh mencampuri urusan pemerintahan di daerah Cirebon. Syarat yang diajukan oleh Asyrofuddin itu tidak bisa dipenuhi ayahnya karena terikat kontrak politik warisan sultan sebelumnya. Pertentangan itu mendorong terjadinya konflik antara ayah dan anaknya karena masing-masing pihak mempertahankan keinginannya. Konflik itu berakhir dengan diusirnya Asyrofuddin dari Cirebon dan ia meninggalkan kampung halamannya menuju Kampung Cikuleu di Ujung Jaya yaitu perbatasan antara Sumedang dan Majalengka.

Hingga saat ini Pondok pesantren Asyrofudin semakin berkembang pesat, banyak santri dari luar kota yang menuntut ilmu ke pondok ini.

7. PONDOK PESANTREN AL HIKAMUSSALAFIYYAH

Lokasi : Sukamantri, Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45354

Ponpes Al-hikamussalafiyyah terletak di sebelah Barat Kota Kabupaten Sumedang kurang lebih 11 km dari pusat kota Sumedang. Lingkungan masyarakat disekitar pondok pesantren terdiri dari kaum petani dan sebagian pegawai negeri. Keadaan ekonomi masyarakat sekitar adalah kelas menengah ke bawah bahkan masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Pada pertengahan tahun 2002 salah satu putra pimpinan pesantren yaitu H. Sa’dulloh, SQ kembali ke kampung halamannya setelah melakukan pengembaraan ke berbagai tempat untuk mencari ilmu dan pengalaman. Sejak kedatangan beliau maka modernisasi pesantren mulai dilakukan. H. Sa’dulloh, SQ mulai melakukan pembenahan baik dari sisi manajemen pesantren maupun dari peningkatan kualitas  dan kuantitas lembaga pendidikannya, dengan tidak meninggalkan kekhasan pesantren yaitu mencetak santri-santri yang hafal Al-Qur’an.

Di bawah naungan yayasan yang didirikannya pada tahun 2003 H. Sa’dulloh, SQ dibantu oleh saudara-saudaranya yang lain mendirikan MTs Plus Al-Hikam. Seluruh lembaga pendidikan formal ini memadukan system pendidikan nasional dengan pesantren dengan kekhasan Tahfidz Al-Qur’an. Disamping itu kemudian didirikan pula lembaga-lembaga ekonomi seperti Koppontren Al-Hikamussalafiyyah, Tempat Praktek Usaha Santri Al-Hikamussalafiyyah dan Usaha Ekonomi Produktif Pesantren.

 Berkat pengembangan program tersebut animo masyarakat untuk menitipkan putera-puterinya di MTs Plus Al-Hikam semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari semakin bertambahnya jumlah santri yang mencapai lebih dari 350 orang.

Dengan semakin berkembangnya sarana dan prasarana pendidiikan di Pondok Pesantren Al-Hikamusalafiyyah berdampak pada prestasi yang diraih para santri dan alumninya. Beberapa alumni telah mendirikan lembaga pendidikan Al-Qura’an baik formal maupun non formal di beberapa daerah. Disamping itu prestasi santri MTs Plus Al-Hikam dapat dilihat dari keikutsertaan para santri dalam even MTQ mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi, nasional dan internasional. Bahkan H. Sa’dulloh, SQ dan Hj. Mutmainnah, S.Th.I adalah juara-juara MHQ 30 Juz tingkat Internasional di Saudi Arabia dan Libia.

Selain mencetak prestasi di bidang Al-Qur’an, santri pesantren ini juga berhasil mencetak prestasi dibidang lomba pidato bhs Arab, bhs Inggris dan bhs Indonesia, lomba solawat dan barjanji dalam perlombaan tingkat kabupaten Sumedang.

Itulah beberapa Pondok pesantren terbaik di kabupaten Sumedang Jawa Barat.

No comments