Showing posts with label Agama terbesar di dunia. Show all posts
Showing posts with label Agama terbesar di dunia. Show all posts

Tuesday, June 19, 2018

Inilah 21 Pemain Top Sepakbola Dunia Yang beragama Islam (Muslim)

Sepakbola merupakan olahraga terbesar di dunia, banyak masyarakat Indonesia maupun Dunia yang menggemari Olahraga ini. Selain itu, ternyata Banyak pula pemain TOP sepakbola Dunia beragama Muslim.

Berikut ini kami merangkum daftar pemain Sepakbola Dunia yang menganut agama Islam :

1. Mesut Ozil


Siapa sangka ternyata pemain gelandang di club Real Madrid ini ternyata memeluk agama Islam guys. Lahir pada tanggal 15 Oktober 1988 dan selain pandai dalam bermain bola, ternyata Ozil juga pandai dalam membaca Al-Qur'an. Dan ia juga selalu menyempatkan untuk menunaikan ibadah di sela kesibukannya.

2. Samir Nasri


Gelandang Manchester City ini memiliki kebiasaan yang cukup bagus, ia selalu membaca surat Al-Fatihah sebelum memulai pertandingan. Hal yang tersebut juga dilakukan Samir ketika bermain di timnasnya, yaitu Prancis.

3. Thierry Henry


Pemain sepakbola yang bernama Thierry Henry ini ternyata beragama Islam. Ia sering melakukan sujud sebagai selebrasi usai mencetak gol ke gawang lawan. Selain itu, dalam episode wawancaranya yang disiarkan Al Jazeerra, Thierry Henry menegaskan bahwa ia memeluk agama Islam dan ia menyangkal kalau Islam terkait gerakan terorisme.

4. Kolo Toure


Kolo Toure termasuk pemain sepak bola yang beragama Islam. Bahkan, ketika masih membela club Arsenal, ia termasuk salah satu guru mengaji. Kini, ketika ia pindah keclub  Manchester City, Toure masih rela bolak - balik dari Manchester ke London demi melanjutkan mengajar ngajinya.

5. Yaya Toure


Ia pernah merayakan kemenangan clubnya dan ditawarkan minuman alkohol oleh temannya, lalu ia menjawab " Saya tidak meminum alkohol karena saya Muslim,” ujar Yaya Toure saat ditawarkan minuman berakohol oleh Joleon Lescott, rekannya. Dan Yaya Toure selalu menyempatkan ibadah 5 waktu dimanapun ia berada di sela kesibukannya guys.

6. Eric Abidal


Eric Abidal memutuskan bahwa ia masuk ke agama Islam (mualaf), dan menambahkan nama ‘Bilal’ di tengah namanya. Pemain sepakbola Tim nasional Prancis itu terus berupaya menjadi seorang Muslim yang taat pasca mengucapkan dua kalimat syahadat saat memutuskan untuk masuk agama Islam.

7. Benzema


Striker club Real Madrid ini ternyata memeluk agama Islam. Benzema mengaku rajin menunaikan ibadah 5 waktu dan selalu menjalani puasa secara full. Dan ia tak mengeluh saat puasa walaupun harus bermain sepakbola, karena ia tak sendirian. Masih ada juga teman - temannya yang beraga Islam menunaikan puasa.

8. Nicolas Anelka


Nicholas Anelka adalah pemain sepakbola berkebangsaan Prancis yang memeluk agama Islam. Ia memeluk agama Islam sejak tahun 2004, dan dia juga rajin menunaikan ibadah di sela kesibukannya. Ia juga mengaku bahwa dirinya menunaikan puasa saat Ramadhan walaupun harus bermain sepakbola seharian full.

9. Frederick Kanoute


Pada tahun 2007 yang lalu, Frederick Kanoute menolak mengenakan kostum Sevilla karena disponsori perusahaan perjudian.  Tetapi Karena dipaksa oleh manajemen Sevilla akhirnya Kanoute menyisati dengan menutup sponsor itu dengan lakban hitam. Dan Frederick Kanoute sendiri sampai saat ini telah menyumbangkan $700 ribu (sekitar Rp 6,3 miliar) untuk menyelamatkan sebuah masjid di Kota Sevilla lantaran akan ditutup.

10. Franck Ribery


“Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan sepak bola” ungkap Pemain sepakbola di club Bayern Munchen ini saat ditanya perihal agama apa yang dia anut. Franck Riberry menjadi mualaf setelah menikahi seorang gadis Prancis berketurunan Maroko. Ia pun menambahkan nama ‘Bilal’ di tengah namanya, sama seperti Eric Abidal.

11. Sulley Muntari


Nama asli pemain sepakbola Timnas Ghana ini adalah Sulleyman Ali Muntari yang merujuk pada nama Nabi Sulaiman AS.  Gelandang club Inter Milan ini kerap merayakan gol yang dicetaknya dengan sujud syukur. Hal tersebut mengundang reaksi positif dari komunitas Muslim di Italia.

12. Pappis Cisse


Lalu ada juga penyerang asal Senegal yang bernama Pappis Cisse, dan ia adalah seorang Muslim yang taat. Bersama rekannya di Newcastle United, Cisse kerap melakukan selebrasi kemenangan dengan melakukan sujud syukur. Sampai saat ini ternyata cukup banyak pemain sepakbola yang beragama Islam.

13. Zinedine Zidane


Pemain yang bernama lengkap Zinedine Yazid Zidane ini merupakan pemain sepakbola yang beragama Islam. Berbagai club terkenal pernah ia singgahi seperti Juventus dan Real Madrid. Bahkan dia yang membuat Perancis menjadi Juara Piala Dunia pada tahun 1998 lalu.

14. Ibrahim Afellay


Pemain sepakbola berketurunan arab ini pernah memperkuat club Barcelona, dan menjadi salah satu pemain yang dianggap berbakat dalam persepakbolaan Belanda. Ia juga pernah memperoleh penghargaan sebagai pemain terbaik di Liga Belanda pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2008. Dan pastinya, ia selalu menyempatkan menunaikan ibadah disela kesibukannya.

15. Lassana Diarra


Pemain sepakbola berkebangsaan Prancis ini ternyata memeluk agama Islam. Dia Lahir pada tanggal 10 Maret 1985 dan saat ini ia bermain di club raksasa asal Spanyol, yaitu Real Madrid. Walaupun ia sangat sibuk di club besar seperti itu, ia tak lupa menyempatkan dirinya untuk menunaikan ibadah.

16. Hatem Ben Arfa


Pemain sepakbola yang satu ini memang lahir di Prancis, namun memiliki keturunan Tunisia guys. Dan Arfa adalah salah satu pemain sepakbola yang memeluk agama Islam,  lahir pada tanggal 7 Maret 1987 dan sampai sekarang ia tetap berpegang teguh terhadap Islam.

17. Nuri Sahin


Pemain sepakbola beragama Islam keturunan Turki yang memperkuat Real Madrid ini pernah lahir pada tanggal 5 September 1988 dan mengaku berasal dari keluarga yang taat beragama. Ia mengatakan "Sejak kecil kami sudah dibiasakan menjalankan kewajiban agama termasuk puasa saat Ramadhan".

18. Sami Khedira


Sami Khedira adalah salah satu pemain Real Madrid dan German yang beragama islam sejak ia lahir. DuD merupakan keturunan Tunisia, namun ia memperkuat timnas German. Memiliki kepribadian yang sopan dan santun, ia menjadi andalan di club Real Madrid. Dan pastinya ia adalah lelaki yang taat pada ajaran agama Islam.

19. Robin Van Persie


Pemain asal Maroko ini dikabarkan masuk Islam setelah menikahi gadis asal Maroko yang juga beragama Islam. Ia mengaku tertarik akan kehidupan pasangannya di agama Islam, sejak saat itu ia mencoba dan sampai sekarang ia tetap berpegang teguh pada pendiriannya masuk agama Islam (mualaf).

20. Hamit Altintop


Pemain yang memperkuat Real Madrid ini berketurunan Turki namun lahir di Jerman pada 8 Desember 1982 di Gelsenkirchen. Dia mempunyai saudara kembar yang sama - sama pemain sepakbola profesional yang bernama Halil Altintop. Dan seluruh keluarganya ternyata memeluk agama Islam.

21. Romelu Lukaku


Penyerang anyar club Manchester United Romelu Lukaku yang berasal dari Belgia, menunjukkan bahwa dirinya merupakan seorang muslim yang taat. Hal itu ditunjukkan saat dirinya menolak untuk menerima penghargaan Man of The Match.

Itulah pemain TOP sepakbola Dunia yang beragama Islam.

Thursday, April 12, 2018

Inilah 10 Daftar Masjid Terbesar dan Terindah di Dunia

Masjid adalah sebuah tempat peribadatan umat muslim yang tentunya sangat diagungkan seperti tempat peribadatan umat agama lain.


Sebagai tempat dan bangunan yang suci, masjid tentunya memiliki cerita sejarah dan nilai keindahannya masing-masing. Berbicara tentang keindahannya 10 mesjid berikut disebut sebagai mesjid terbesar dan terindah di dunia. Berikut 10 mesjid terbesar dan terindah di dunia :

1. Masjid Al-Haram Mekkah, Arab Saudi


Masjid Al-Haram - Mesjid Terbesar dan Terindah di Dunia
 Masjid terbesar dan terindah di dunia yang pertama adalah Masjid Al-Haram (Masjidil Haram) di Kota Mekkah, Arab Saudi. Mesjid Al-Haram memang merupakan masjid yang paling utama dan terbesar di dunia ini. Luas masjid ini sendiri tercatat mencapai 4.008.020 meter persegi (990,40 hektar) yang  meliputi ruang berdoa outdoor dan indoor. Dengan luas sebesar ini, maka masjid ini akan mampu menampung hingga empat juta jamaah selama musim haji, salah satu ibadah dari rukun Islam yang kelima.
Masjid yang terus diperluas areanya untuk bisa menampung jamaah haji lebih banyak ini memang sangat bersejarah. Pasalnya di dalam masjid ini ada Ka’bah yang merupakan arah kiblat sholat bagi seluruh umat muslim di dunia. Masjid ini menjadi tempat ibadah yang tidak pernah sepi selama 24 jam. Ini karena tempat ini selalu dipenuhi umat Islam yang melakukan ibadah didalamnya, baik itu shalat atau tawaf. Masjid ini juga punya keunikan jika dibandingkan dengan masjid-masjid lainnya yaitu tidak dipisahkannya antara jamaah pria dan wanita dalam beribadah di Al-Masjid Al-Haram ini.

2. Al-Masjid al-Nabawi, Madinah, Arab Saudi


Al-Masjid Al-Nabawi

 Masjid terbesar kedua yang ada di Arab Saudi dan di dunia adalah Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini juga memiliki sejarah yang penting bagi umat Islam. Pasalnya masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW ini merupakan masjid kedua yang dimiliki umat Islam setelah Masjidil Haram. Selain itu di dalam komplek masjid ini terdapat makam baginda Nabi Muhammad SAW yang merupakan nabi penutup akhir zaman. Setelah ekspansi pada masa pemerintahan al-Walid I, juga sekarang menggabungkan lokasi tempat peristirahatan terakhir dari Muhammad dan para pemimpin Muslim awal Abu Bakar dan Umar bin Khatab.

3. Masjid Al-Aqsa, Palestina


Masjid Al-Aqsa - Mesjid terbesar dan terindah di dunia
 Setelah dari Arab Saudi kita bergeser ke Palestina atau tepatnya di wilayah kota lama Yerusalem. Di daerah ini ada sebuah masjid agung yang menjadi tempat atau situs suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi. Hal ini dikarenakan Masjid yang bisa menampung jamaah hingga 5.000 orang di dalam ruangan ini diyakini sebagai tempat terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa Isra’ Mi’raj sendiri adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan dari Masjidil Aqsa ke ke Sidratul Muntaha. Di dalam komplek masjid ini sendiri terdapat Kubah Batu yang juga disebut sebagai al-Haram ash-Sharif atau "Suci Noble Sanctuary".

Situs ini sering juga dikenal sebagai Temple Mount, situs paling suci dalam Yudaisme, tempat di mana Bait Suci Pertama dan Kedua yang berlaku umum untuk memiliki berdiri. Dalam kisah lainnya juga diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memimpin doa pada masjid ini sampai bulan ke tujuh belas setelah emigrasi, ketika Tuhan memerintahkan dia untuk mengubah arah Ka'bah.

4. Masjid Imam Reza, Iran

 Masjid Imam Reza, Iran  
Iran juga memiliki masjid yang besar dan indah. Terletak di wilayah Mashhad, Iran terdapat sebuah Masjid Imam Reza. Dinamakan Masjid Imam Reza karena di dalam masjid ini terdapat sebuah kompleks yang berisi makam Imam Reza, Imam Syiah Imamiyah ke delapan. Dari segi dimensi dan kapasitas masjid ini memang menjadi salah satu masjid yang terbesar di dunia. Bagaimana tidak, dengan total luas area yang mencapai 598.657 meter persegi (6.443.890 kaki), dengan rincian area dalam masjid 267.079 meter persegi serta tujuh halaman yang mengelilingi itu mencakup area seluas 331.578 meter persegi. 
Dalam komplek masjid ini sendiri terdapat beberapa ruang yaitu Masjid Goharshad, museum, perpustakaan, empat seminari, makam, Universitas Ilmu Islam Razavi, sebuah ruang makan untuk peziarah, ruang doa yang luas, dan bangunan lainnya. Dengan megahnya bangunan masjid ini maka tak ayal bila kompleks masjid ini sering dijadikan pusat pariwisata di Iran.

5. Masjid Faisal, Pakistan


Sebagai salah satu masjid terbesar di Pakistan tentu saja Masjid Faisal sangat dipandang dan diperhatikan. 

Masjid Faisal - Masjid Terbesar dan Terindah di Dunia
 Bahkan saking besarnya, masjid yang terletak di ibu kota nasional Islamabad ini menjadi masjid terbesar di Asia Selatan. Setelah selesai dibangun pada 1986 masjid Faisal ini kemudian dipahami sebagai Masjid Nasional Pakistan dan dinamai almarhum Raja Faisal bin Abdul Aziz dari Arab Saudi, yang mendukung dan membiayai proyek ini.

6. Masjid Badshahi, Lahore, Pakistan


Masjid Badshahi - Masjid Terbesar dan Terindah di Dunia   
Masih di Pakistan. Masjid berikutnya ini adalah masjid terbesar kedua di Pakistan. Bernama Masjid Badshahi di Lahore mempunyai keindahan, semangat, dan keagungan era Mughal. Dari sini maka Masjid Badshahi ini selalu menjadi daya tarik wisatawan. Masjid yang mampu menampung hingga 10.000 jamaah di ruang utama dan 100.000 jamaah di halaman ini tetap menjadi masjid terbesar kedua di Pakistan dan di Asia Selatan.

7. Masjid Hassan II, Maroko


Masjid Hasan II, Maroko - Masjid Terbesar dan Terindah di Dunia  
Masjid terbesar dan terindah tidak hanya berada di kawasan Timur Tengah dan Asia, namun di Afrika juga ada sebuah masjid besar dan indah. Masjid ini dinamakan dengan masjid Hassan II. Masjid yang terletak di wilayah Casablanca ini adalah masjid terbesar di negara Maroko dan terbesar ke-7 di dunia. Masjid ini sendiri selesai dibangun oleh Bouygues tahun 1993 dengan perancang bernama Michel Pinseau. Masjid ini sangat menarik, karena selain memiliki menara masjid tertinggi di dunia yaitu 210 meter (689 kaki), masjid ini memiliki pemandangan luar ke Samudera Atlantik yang sangat indah.

8. Masjid Istiqlal, Indonesia


Masjid Istiqal, Indonesia - Masjid Terbesar dan Terindah di Dunia  
Negara kita Indonesia juga memiliki sebuah masjid yang patut dibanggakan. Masjid ini memiliki menara yang tinggi dan indah serta menjadi masjid terbesar se-Asia Tenggara. Masjid yang bernama Masjid Istiqlal ini berlokasi di kota Jakarta dan dibangun untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Nama Istiqlal sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti "Kemerdekaan". Masjid yang mampu menampung hingga lebih dari dua ratus ribu jamaah ini mulai dibuka untuk umum pada 22 Februari 1978.

9. Masjid-i Jahan-Numa, India


Masjid-i Jahan-Numa, India - Masjid Terbesar dan Terindah di Dunia  
Meski memiliki sejarah lahirnya agama Hindu, namun di India jumlah umat muslim terbilang cukup banyak. Dari sini maka muncul beberapa masjid yang besar dan indah. Salah satu mesjid yang besar dan indah di India tersebut adalah masjid i-Jahan-Numa. Berlokasi di kota Delhi, masjid ini bisa menampung jamaah hingga dua puluh lima ribu jamaah. Masjid ini sendiri dibangun pada masa pemerintahan kaisar Mughal Shah Jahan dari tahun 1650 dan selesai pada 1656. Menariknya masjid ini memiliki beberapa peninggalan dalam lemari di gerbang utara, termasuk salinan antik dari Al-Qur'an yang ditulis pada kulit rusa.

10. Baitul Mukarram, Bangladesh


Baitul Mukarram, Bangladesh - Masjid terbesar dan terindah di dunia
Masjid nasional Bangladesh yaitu Baitul Mukarram juga perlu diperhitungkan sebagai masjid besar dan indah. Masjid yang didirikan pada 1960-an ini memiliki kapasitas 30.000 jamaah. Karena masjid ini terus penuh sesak dengan jamaah terutama pada bulan suci Ramadhan maka pemerintah Bangladesh pun harus melakukan penambahan luas area masjid hingga ke bagian ekstensi masjid. Dari sini maka kapasitas masjid ini pun saat ini telah bertambah kapasitanya menjadi 40.000 jamaah.

Sumber : www.cermati.com

Monday, April 2, 2018

Sejarah Awal Mula Masuknya Agama Kristen di Indonesia

Agama Kristen pertama kali datang ke Indonesia pada abad ke-7. Melalui gereja Assiria (Gereja Timur) yakni berdiri di dua tempat yakni, Pancur (Sekarang wilayah dari Deli Serdang) dan Barus (Sekarang wilayah dari: Tapanuli Tengah) di Sumatra (645 SM).


Sejarah kedatangan telah tercatat oleh ulama Syaikh Abu Salih al-Armini dalam bukunya dengan judul FIBA “Tadhakur Akhbar min al-Kana’is wa al-Adyar min Nawabin Mishri wa al-Iqta’aih” (Daftar berita pada gereja-gereja dan monastries di provinsi-provinsi Mesir dan sekitarnya).

Daftar gereja-gereja dan monastries dari naskah asli dalam bahasa Arab dengan 114 halaman ini berisi berita tentang 707 gereja-gereja dan 181 monastries Kristen yang tersebar di sekitar Mesir, Nubia, Abysina, Afrika Barat, Spanyol, Arab dan India . Dalam bukunya (Abu Salih), tanah Indonesia masih dimasukkan dalam wilayah India (al-Hindah).

Gereja Ortodoks adalah kelompok Kristen/Gereja pendatang yang menurut penelitian dari pakar-pakar sejarah dan arkeologi lama, pertama hadir dan datang ke Indoneia yang ditandai dengan/melalui kehadiran Gereja Nestorian yang merupakan corak gereja Asiria di daerah Fansur (Barus), di wilayah Mandailing, Sumatera Utara.

Namun menurut A.J. Butler M.A., kata Fahsûr seharusnya ditulis Mansûr, yaitu sebuah negara pada zaman kuno yang terdapat di Barat Laut India, terletak di sekitar Sungai Indus. Mansur merupakan negara paling utama yang terkenal di antara orang-orang Arab dalam hal komoditas kamfer (al-kafur).

Katolik Roma pertama tiba pada tahun 1511 di tanah Aceh, yaitu dari Ordo Karmel, dan 1534 di kepulauan Maluku melalui orang Portugis yang dikirim untuk eksplorasi. Fransiskus Xaverius, misionaris Katolik Roma dan pendiri Ordo Yesuit bekerja di kepulauan Maluku pada tahun 1546 sampai tahun 1547.


Protestanisme pertama kali diperkenalkan oleh Belanda pada abad keenam belas, sehingga terpengaruh pada ajaran Calvinismedan Lutheran.

Pada 1960-an akibat anti-Komunis dan anti-Konfusianisme banyak pengikut Komunis dan orang Tionghoa mengklaim diri sebagai orang Kristen, akan tetapi banyak bangsa Tionghoa yang akhirnya menerima agama Kristen dan sekarang mayoritas kalangan muda bangsa Tionghoa adalah umat Kristen.

Kristen di Indonesia lebih bebas untuk menjalankan agama mereka dibandingkan dengan beberapa negara seperti Malaysia, dan beberapa negara Arab. Di provinsi Papua dan Sulawesi Utara, Protestan merupakan agama mayoritas.

Jumlah populasi orang Kristen juga ditemukan di sekitar danau Toba di Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, pedalaman Tana Toraja, dan sebagian wilayah di provinsi Maluku. Walaupun Indonesia mayoritas beragama Muslim, para misionaris tetap bebas untuk menyebarkan agama Kristen di Indonesia.

Dan banyak sekolah Kristen yang mengajarkan agama Kristen. Protestan di Indonesia terdiri dari berbagai denominasi, yaitu Huria Kristen Batak Protestan, Gereja Pantekosta di Indonesia, Gereja Tiberias Indonesia/Gereja Bethel Indonesia, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Gereja Yesus Sejati, Mennonit, Gereja Metodis, Gereja Baptis, Gereja Tabernakel Indonesia, Gereja Kristen Protestan Simalungun, Gereja Kristen Rejang dan denominasi lainnya.

Sumber : Wikipedia

Sunday, December 17, 2017

Ketahuilah Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi Menurut Islam

Tahun baru masehi pada zaman kita ini dirayakan dengan besar-besaran. Suara terompet dan tontonan kembang api hampir menghiasi seluruh penjuru dunia di barat dan di timurnya.


Tidak berbeda negara yang mayoritas penduduknya kafir ataupun muslim. Padahal, perayaan tersebut identik dengan hari besar orang Nasrani.

Banyak keyakinan batil yang ada pada malam tahun baru. Di antaranya, siapa yang meneguk segelas anggur terakhir dari botol setelah tengah malam akan mendapatkan keberuntungan.

Jika dia seorang bujangan, maka dia akan menjadi orang pertama menemukan jodoh dari antara rekan-rekannya yang ada di malam itu. Keyakinan lainnya, di antara bentuk kemalangan adalah masuk rumah pada malam tahun tanpa membawa hadiah, mencuci baju dan peralatan makan pada hari itu adalah tanda kesialan, membiarkan api menyala sepanjang malam tahun baru akan mendatangkan banyak keberuntungan, dan bentuk-bentuk khurafat lainnya.

Sesungguhnya keyakinan-keyakinan batil tersebut diadopsi dari keyakinan batil Nasrani. Yang hakikatnya, mengadopsi dan meniru budaya batil ini adalah sebuah keharaman. Karena siapa yang bertasyabbuh (menyerupai) kepada satu kaum, maka dia bagian dari mereka.

HARAMNYA BERTASYABUH KEPADA ORANG KAFIR


Secara ringkas, bertasyabbuh di sini maknanya adalah usaha seseorang untuk menyerupai orang lain yang ingin dia sama dengannya, baik dalam penampilan, karakteristik dan atribut.

Di antara perkara fundamental dari agama kita adalah memberikan kecintaan kepada Islam dan pemeluknya, berbara’ (membenci dan berlepas diri) dari kekufuran dan para ahlinya.

Dan tanda bara’ yang paling nampak dengan berbedanya seorang muslim dari orang kafir, bangga dengan agamanya dan merasa terhormat dengan Islamnya, seberapapun hebat kekuatan orang kafir dan kemajuan peradaban mereka.

Tanda bara’ yang paling nampak dengan berbedanya seorang muslim dari orang kafir, bangga dengan agamanya dan merasa terhormat dengan Islamnya, seberapapun hebat kekuatan orang kafir dan kemajuan peradaban mereka.

Walaupun kondisi orang muslim lemah, terbelakang, dan terpecah-pecah, sedangkan kekuatan kafir sangat hebat, tetap kaum muslimin tidak boleh menjadikannya sebagai dalih untuk membebek kepada kaum kuffar dan justifikasi untuk menyerupai mereka sebagaimana yang diserukan kaum munafikin dan para penjajah.

Semua itu dikarenakan teks-teks syar’i yang mengharamkan tasyabbuh (menyerupai) dengan orang kafir dan larangan membebek kepada mereka tidak membedakan antara kondisi lemah dan kuat. Dan juga karena seorang muslim -dengan segenap kemampuannya- harus merasa mulia dengan agamanya dan terhormat dengan ke-Islamnya, sehingga pun saat mereka lemah dan terbelakang.

Kondisi orang muslim lemah, terbelakang, dan terpecah-pecah, tetap tidak boleh dijadikan sebagai dalih untuk membebek kepada kaum kuffar dan justifikasi untuk menyerupai mereka

Allah Subhanahu wa Ta'ala menyeru agar seorang muslim bangga dan terhormat dengan agamanya. Dia menggolongkannya sebagai perkataan terbaik dan kehormatan yang termulia dalam firmannya,

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?". (QS. Fushilat: 33)

Karena sangat urgennya masalah ini, yaitu agar seorang muslim berbeda dengan orang kafir, Allah memerintahkan kaum muslimin agar berdoa kepada-Nya minimal 17 kali dalam sehari semalam agar menjauhkan dari jalan hidup orang kafir dan menunjukinya kepada jalan lurus.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah: 6-7)

Banyak sekali nash Al-Qur’an dan Sunnah yang melarang bertasyabbuh dengan mereka dan menjelaskan bahwa mereka dalam kesesatan, maka siapa yang mengikuti mereka berarti mengikuti mereka dalam kesesatan.

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاء الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

 “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (QS. Al-Jatsiyah: 18)

وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ مَا جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ وَاقٍ

Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” (QS. Al-Ra’du: 37)

وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْبَيِّنَاتُ

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka.” (QS. Ali Imran: 105)

Allah Ta’ala menyeru kaum mukminin agar khusyu’ ketika berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan membaca ayat-ayat-Nya, lalu Dia berfirman,

وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

Dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. al-Hadid: 16)

Tidak diragukan lagi, menyerupai mereka termasuk tanda paling jelas adanya kecintaan dan kasih sayang terhadap mereka. Ini bertentangan dengan sikap bara’ah (membenci dan berlepas diri) dari kekafiran dan pelakunya.

Padahal Allah telah melarang kaum mukminin mencintai, loyal dan mendukung mereka. Sedangkan loyal dan mendukung mereka adalah sebab menjadi bagian dari golongan mereka, -semoga Allah menyelamatkan kita darinya-.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka." (QS. Al-Baqarah: 51)

Menyerupai orang kafir termasuk tanda paling jelas adanya kecintaan dan kasih sayang terhadap mereka. Ini bertentangan dengan sikap bara’ah (membenci dan berlepas diri) dari kekafiran dan pelakunya.

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka." (QS. Al-Mujadilah: 22)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Menyerupai (mereka) akan menunbuhkan kasih sayang, kecintaan, dan pembelaan dalam batin. Sebagaimana kecintaan dalam batin akan melahirkan musyabahah (ingin menyerupai) secara zahir.” Beliau berkata lagi dalam menjelaskan ayat di atas, “Maka Dia Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan, tidak akan didapati seorang mukmin mencintai orang kafir. Maka siapa yang mencintai orang kafir, dia bukan seorang mukmin. Dan penyerupaan zahir akan menumbuhkan kecintaan, karenanya diharamkan.”

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud, Ahmad dan dishahihkan Ibnu Hibban. Ibnu Taimiyah menyebutkannya dalam kitabnya Al-Iqtidha’ dan Fatawanya. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 2831 dan 6149)

Syaikhul Islam berkata, “Hadits ini –yang paling ringan- menuntut pengharaman tasyabbuh (menyerupai) mereka, walaupun zahirnya mengafirkan orang yang menyerupai mereka seperti dalam firman Allah Ta’ala,
Siapa di antara kamu yang berloyal kepada mereka, maka sungguh ia bagian dari mereka.” (QS. Al-Maidah: 51).” (Al-Iqtidha’: 1/237)

Imam al-Shan’ani rahimahullaah berkata, “Apabila menyerupai orang kafir dalam berpakaian dan meyakini supaya seperti mereka dengan pakaian tersebut, ia telah kafir.

Jika tidak meyakini (seperti itu), terjadi khilaf di antara fuqaha’ di dalamnya: Di antara mereka ada yang berkata menjadi kafir, sesuai dengan zahir hadits; Dan di antara yang lain mereka berkata, tidak kafir tapi harus diberi sanksi peringatan.” (Lihat: Subulus salam tentang syarah hadits tesebut).

Ibnu Taimiyah rahimahullaah menyebutkan, bahwa menyerupai orang-orang kafir merupakan salah satu sebab utama hilangnya (asingnya syi’ar) agama dan syariat Allah, dan munculnya kekafiran dan kemaksiatan. Sebagaimana melestarikan sunnah dan syariat para nabi menjadi pokok utama setiap kebaikan. (Lihat: Al-Iqtidha’: 1/314)

Bentuk Orang Kafir Menyambut Hari Besar Mereka

Orang-orang kafir –dengan berbagai macam agama dan sektenya- memiliki hari raya yang beraneka ragam. Di antanya ada bersifat keagamaan yang menjadi pondasi agama mereka atau hari raya yang sengaja mereka ciptakan sendiri sebagai bagian dari agama mereka.

Namun kebanyakannya berasal dari tradisi dan momentum yang sengaja dibuat hari besar untuk memperingatinya. Misalnya hari besar Nasional dan semisalnya. Lebih jauhnya ada beberapa contohnya sebagai berikut:

1. Hari untuk beribadah kepada tuhannya, seperti hari raya wafat Jesus Kristus, paskah, Misa, Natal, Tahun Baru Masehi, dan semisalnya. Seorang muslim terkategori menyerupai mereka dalam dua kondisi:

Pertama, Ikut serta dalam hari raya tersebut. Walaupun perayaan ini diselenggarakan kelompok minoritas non-muslim di negeri kaum muslimin, lalu sebagian kaum muslimin ikut serta di dalamnya sebagaimana yang pernah terjadi pada masa Ibnu Taimiyah dan Imam Dzahabi.

Realitas semacam ini tersebar di negeri-negeri kaum muslimin. Lebih buruk lagi, ada sebagian kaum muslimin yang bepergian ke negeri kafir untuk menghadiri perayaan tersebut dan ikut berpartisipasi di dalamnya, baik karena menuruti hawa nafsunya atau untuk memenuhi undangan orang kafir sebagaimana yang dialami kaum muslimin yang hidup di negeri kafir, para pejabat pemerintahan, atau para bisnismen yang mendapat undangan rekan bisnisnya untuk menandatangi kontrak bisnis.

Semua ini haram hukumnya dan ditakutkan menyebabkan kekufuran berdasarkan hadits, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” Pastinya, orang yang melakukan itu sadar bahwa itu merupakan bagian dari syi’ar agama mereka.

Kedua, Mengadopsi perayaan orang kafir ke negeri kaum muslimin. Orang yang menghadiri perayaan orang-orang kafir di negara mereka, lalu dengan kajahilan dan lemahnya iman, ia kagum dengan perayaan tersebut. kemudian dia membawa perayaan tersebut ke negara-negara muslim sebagaimana perayaan tahun baru Masehi. Kondisi ini lebih buruk dari yang pertama, karena dia tidak hanya ikut merayakan syi’ar agama orang kafir di Negara mereka, tapi malah membawanya ke negara-negara muslim.

. . .perayaan tahun baru Masehi adalah tradisi dan syi’ar agama orang kafir di Negara mereka, namun telah dibawa dan dilestarikan di negara-negara muslim...

2. Hari besar yang awanya menjadi syi’ar (simbol) orang-orang kafir, lalu dengan berjalannya waktu berubah menjadi tradisi dan perayaan global, seperti olimpiade oleh bangsa Yunani kuno yang saat ini menjadi ajang olah raga Internasional yang diikuti oleh semua Negara yang tedaftar dalam Komite Olimpiade Internasional (IOC). Ikut serta di dalamnya ada dua bentuk:

Pertama, menghadiri upacara pembukaan dan karnavalnya di negeri kafir seperti yang banyak di lakukan negara-negara muslim yang mengirimkan atlit-atlitnya untuk mengikuti berbagai ajang olah raga yang diadakan.

Kedua, membawa perayaan ini ke negera-negara muslim, seperti sebagian negeri muslim meminta menjadi tuan rumah dan penyelenggara Olimpiade ini.

Keduanya tidak boleh diadakan dan diselenggarakanaa di Negara-negara muslim dengan beberapa alasan:

a. Olimpiade ini pada awalnya merupakan hari besar kaum pagan Yunani kuno dan merupakan hari paling bersejaran bagi mereka, lalu diwarisi oleh kaum Romawi dan dilestarikan kaum Nasrani.

b. Ajang tersebut memiliki nama yang maknanya sangat dikenal oleh bangsa Yunani sebagai hari ritus mereka.

Keberadaannya yang menjadi ajang oleh raga tidak lantas merubah statusnya sebagai hari raya kaum pagan berdasarkan nama dan asal usulnya. Dasar haramnya perayaan tersebut adalah hadits Tsabit bin Dhahak radhiyallahu 'anhu, ia berkata, “Ada seseorang bernazar di masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk menyembelih unta di Bawwanah –yaitu nama suatu tempat-, ia lalu mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata:

Aku bernazar untuk menyembelih unta di Bawwanah.” Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Apakah di sana ada berhala jahiliyah yang disembah?” Mereka berkata: “Tidak.” Beliau bertanya lagi: “Apakah di sana dilakukan perayaan hari raya mereka?” Mereka berkata: “Tidak.” Beliau bersabda: “Tunaikanlah nazarmu, sesungguhnya tidak boleh menunaikan nazar yang berupa maksiat kepada Allah dan yang tidak mampu dilakukan oleh anak Adam.” (HR. Abu Dawud dan sanadnya sesuai syarat as-Shahihain)

Ditimbang dengan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallamdi atas, bahwa asal dari olah raga priodik ini ada hari raya orang kafir. Dan ini diharamkan sebagaimana diharamkannya menyembelih unta untuk Allah di tempat yang dijadikan sebagai perayaan hari raya orang kafir. Dan perbedaan waktu dan tempat tidak mempengaruhi dari subtansi alasan diharamkannya penyembelihan tersebut.

Ibnu Taimiyah rahimahullaah menjelaskan, hadits ini mengandung makna bahwa tempat yang digunakan untuk perayaan hari besar mereka tidak boleh digunakan untuk menyembelih walaupun itu bentuknya nazar.

Sebagaimana tempat tersebut sebagai tempat menaruh berhala mereka. Bahwa nazar semacam itu menunjukkan pengagungan kepada tempat tersebut yang diagungkan mereka untuk merayakan hari besarnya atau sebagai bentuk ikut serta (partisipasi) dalam perayaan hari besar tersebut.

Atau juga untuk menghidupkan syi’ar mereka di sana. Apabila mengistimewakan satu tempat yang menjadi perayaan agama mereka saja dilarang, bagaimana dengan perayaan itu sendiri?! (Diringkas dari al-Iqtidha’: 1/344)

Sedangkan olimpiade ini bukan hanya waktu atau tempatnya, tapi hari raya itu sendiri berdasarkan asal penamaanya dan aktifitas yang ada di dalamnya, seperti menyalakan lampu olimpiade. Padahal itu sebagai lambang hari besar mereka. Dan ajang olahraga ini juga dilaksanakan pas waktu perayaan hari besar olimpiade, yang dilaksanakan empat tahun sekali.

3. Menyerupai Orang Kafir Dalam Merayakan Hari Besar Islam

Bentuk bertasyabbuh dengan orang kafir bisa terjadi juga dalam perayaan hari raya Islam, Idul Fitri dan Adha. Yaitu merayakan hari raya Islam dengan cara-cara yang bisa digunakan kaum kuffar dalam merayakan hari besar mereka.

Bahwa sesungguhnya, hari raya kaum muslimin dihiasi dengan syukur kepada Allah Ta’ala, mengagungkan, memuji dan mentaati-Nya. Bergembira menikmati karunia nikmat dari Allah Ta’ala tanpa menggunakannya untuk bermaksiat. Ini berbeda dengan hari raya kaum kuffar, dirayakan untuk mengagungkan syi’ar batil dan berhala-berhala mereka yang disembah selain Allah Ta’ala. Dalam perayaannya, mereka tenggelam dalam syahwat yang haram.

Namun sangat disayangkan banyak kaum muslimin yang di penjuru dunia yang menyerupai orang kafir dalam kemaksiatan itu. Mereka merubah nuansa Idul Fitri dan Idul Adha sebagai musim ketaatan dan syukur menjadi musim bermaksiat dan kufur nikmat, yaitu dengan mengisi malam-malamnya dengan musik-musik, nyanyir-nyanyi, mabuk-mabukan, pesta yang bercampur laki-laki dan perempuan dan bentuk pelanggaran-pelanggaran lainnya. Semua ini disebabkan mereka meniru cara orang kafir dalam merayakan hari besar mereka yang diisi dengan menuruti syahwat dan maksiat.

Tuesday, December 5, 2017

Sejarah Asal-usul Tahlilan Menurut Pendapat NU dan Muhammadiyah

Sebelum Islam masuk ke Indonesia, telah ada berbagai kepercayaan yang di anut oleh sebagian besar penduduk tanah air ini, di antara keyakinan- keyakinan yang mendominasi saat itu adalah animisme dan dinamisme.


Di antara mereka meyakini bahwa arwah yang telah dicabut dari jasadnya akan gentayangan di sekitar rumah selam tujuh hari, kemudian setelahnya akan meninggalkan tempat tersebut dan akan kembali pada hari ke empat puluh, hari keseratus dan hari keseribunya atau mereka mereka meyakini bahwa arwah akan datang setiap tanggal dan bulan dimana dia meninggal ia akan kembali ke tempat tersebut, dan keyakinan seperti ini masih melekat kuat di hati kalangan awan di tanah air ini sampai hari ini.

Sehingga masyarakat pada saat itu ketakutan akan gangguan arwah tersebut dan membacakan mantra-mantra sesuai keyakinan mereka. Setelah Islam mulai masuk di bawa oleh para Ulama’ yang berdagang ke tanah air ini, mereka memandang bahwa ini adalah suatu kebiasaan yang menyelisihi syari’at Islam, lalu mereka berusaha menghapusnya dengan perlahan, dengan cara memasukkan bacaan-bacaan berupa kalimat-kalimat thoyyibah sebagai pengganti mantra-mantra yang tidak dibenarkan menurut ajaran Islam dengan harapan supaya mereka bisa berubah sedikit demi sedikit dan mininggalkan acara tersebut menuju ajaran Islam yang murni dan benar.

Akan tetapi sebelum tujuan akhir ini terwujud, dan acara pembacaan kalimat-kalimat thoyibah ini sudah menggantikan bacaan mantra-mantra yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, para Ulama’ yang bertujuan baik ini meninggal dunia, sehingga datanglah generasi selanjutnya yang mereka ini tidak mengetahui tujuan generasi awal yang telah mengadakan acara tersebut dengan maksud untuk meninggalkan secara perlahan.

Perkembangan selanjutnya datanglah generasi setelah mereka dan demikian selanjutnya, kemudian pembacaan kalimat-kalimat thoyibah ini mengalami banyak perubahan baik penambahan atau pengurangan dari generasi ke generasi, sehingga kita jumpai acara tahlilan di suatu daerah berbeda dengan prosesi tahlilan di tempat lain sampai hari ini.

MANFAAT TAHLILAN

Kegiatan tahlilan merupakan sebuah hasil proses akulturasi antara adat Jawa dengan norma keislaman. Pada kegiatan ini, tidak ada yang tunduk antara yang satu dengan yang lain. Jika dikatakan Islam tunduk kepada budaya, maka pernyataan itu salah.

Kedua hal tersebut, yaitu kebudayaan dan nilai keagamaan Islam, berpadu menjadi satu menjadi sebuah inovasi dalam agama Islam. Karena itu, banyak pihak yang menilai hal tersebut adalah bid’ah yang dlalâlah dan sesat sehingga pelakunya divonis akan masuk neraka.

Padahal, jika ditelusuri dan dikaji secara mendalam, kontekstual, dan komprehensif, maka akan didapatkan bahwa kegiatan Tahlilan tersebut memiliki dasar hukum yang kuat, baik dari Al Quran, maupun hadits dan dasar hukum yang lain, seperti ijma’ dan qiyas.

Dengan begitu, pernyataan bahwa kegiatan Tahlilan adalah bid’ah merupakan pernyataan yang keliru karena bid’ah adalah sesuatu hal yang tidak memiliki landasan syar’i dan tidak dikerjakan di jaman Rasulullah SAW sedangkan ritual Tahlilan (dan ritual lainnya yang sejenis, misalkan peringatan meninggalnya seseorang pada hari ke-7, ke-40, 1 tahun, 3 tahun, dan majelis Yasinan) adalah memiliki landasan syar’i.

Meskipun banyak pihak yang ingin memberantas kegiatan tersebut dengan alasan yang picik dan tidak berpikir holistik (dengan memakai alasan lagi-lagi bid’ah), ritual Tahlilan dan sejenisnya terbukti memberikan banyak manfaat.

K.H. Muhyiddin Abdusshomad, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Jember, mengemukakan setidaknya ada enam manfaat dari ritual Tahlilan tersebuT.

1. Sebagai ikhtiar (usaha) bertaubat kepada Allah SWT untuk diri sendiri dan saudara yang telah meninggal dunia.

2. Mempererat tali persaudaraan antara sesama, baik yang masih hidup atau yang telah meninggal dunia. Sebab sejatinya ukhuwah Islamiyyah itu tidak terputus karena kematian.

3. Untuk mengingat bahwa akhir dari kehidupan dunia ini adalah kematian, yang setiap jiwa tidak akan terlewati.

4. Di tengah hiruk pikuk dunia, manusia yang selalu bergelut dengan materi tentu memerlukan dzikir (mengingat Allah SWT). Tahlil adalah sebuah ritual yang bisa dikatakan sebagai majelis dzikir karena di dalamnya dibaca berbagai ayat Al Quran, kalimat, tahlil, kalimat shalawat Nabi, dan bacaan yang lain.

5. Tahlil sebagai salah satu media dakwah yang efektif di dalam penyebaran agama Islam. Di dalam Tahlilan, seseorang pasti membaca kalimat Tahlil (lailahaillallah). Bukankah dengan membaca kalimat Tahlil tersebut seseorang telah menjadi muslim? Walaupun dia masih perlu pembinaan untuk kesempurnaan imannya, akan tetapi dengan cara yang kultural ini, tanpa terasa saudara umat Islam semakin bertambah.

6. Sebagai manifestasi dari rasa cinta sekaligus penenang hati bagi keluarga almarhum yang sedang dirundung duka cita.

A. Tahlil Menurut Pendapat Ulama Muhammadiyah


Para ulama Muhammadiyah menganggap bahwa tahlilan yangdilakukan oleh umat islam untuk mendo’akan orang yang telah meninggal adalah sesuatu yang bid’ah, karena menurut mereka masalah tahlilan itu tidak ada dalil yang kuat yang dijelaskan dalam Al-Quran, namun para ulamaMuhammadiyah tidak mengharamkan pelaksanaan tahlilan tersebut.

Menurut ulama Muhammadiyah bahwa seorang yang telah meninggal dunia maka segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia yang masih hidup adalah putus tidak ada kaitan lagi, karena sudah terdapat perbedaan alam yaitu orang yang meninggal ada di alam barjah, sedangkan orang yang belum meninggal ada di alam dunia.

B. Tahlil Menurut Pendapat Ulama Nahdatul Ulama (NU)


Kaum muslimin Nahdatul Ulama (NU) mengakui bahwa tahlilan tidak ada dalil yang menguatkan dalam Al-Quran maupun hadis, namun kenapa mereka masih melaksanakan acara tahlilan tersebut karena kaum muslimin Nahdatul Ulama mempunyai pendapat lain bahwa tahlilan dilaksanakan dikeluarga yang meninggal mempunyai tujuan-tujuan tertentu di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Tahlilan dilakukan untuk menyebar syiar islam, karena sebelum dilakukantahlilan seorang imam melakukan ceramah keagamaan.

2. Isi dari tahlilan adalah dzikir dan do’a dengan kata lain melaksanakan tahlilan berarti mendo’akan kepada yang meninggal dunia.

3. Menghibur keluarga yang ditinggalkan dengan kata lain, kaum muslimin yang berada di sekitar rumah yang ditinggal, maka terjalinlah silaturahmi diantara umat islam.

Dari uraian tersebut di atas, bahwa kaum muslimin Nahdatul Ulama (NU) walaupun tidak ada dalil yang kuat di dalam Al-Quran dan hadis namun melakanakan acara tahlilan dengan tujuan yang baik dan tidak menyimpang dari hadis-hadis lainnya.

Tahlil merupakan fenomena sosial yang melekat dalam tradisi Muslim Jawa. Hal ini tidak lepas dari peran dakwah Walisongo dengan ajaran-ajaran Islamnya. Tradisi ini begitu membudaya dan kental dalam masyarkat Jawa sehingga pada gilirannya menjadi melembaga dalam kehidupan sosial masyarakat dengan dibentuknya jamiyyah tahlil.

Jamiyyah inilah yang secara efektif dan aktif mengamalkan ajaran tahlil pada setiap Jumat, di samping tahlil dalam acara selamatan hari kematian masyarakat Jawa. Dengan demikian, fenomena ini bahkan sampai merambah pada umat lain selain Islam.


BACAAN TAHLIL


Isi Bacaan Tahlil adalah rangkaian bacaan yang meliputi bacaan beberapa ayat al-Qur’an, Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil, sholawat dan bacaan-bacaan lain yang sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan penduduk Indonesia.

Jadi dalam perspektif Ilmu Balaghoh, Istilah Tahlil dengan arti serangkaian bacaan-bacaan seperti di atas adalah termasuk Majaz Mursal yang ‘alaqohnya Min Ithlaqil Juz wa Uriida bihil Kul (Menyebutkan sebagiannya saja tetapi yang dimaksudkaan adalah seluruh rangkaian bacaan-bacaan tersebut).

Dari sekian makna harfiah di atas, maka makna terkahirlah yang dimaksudkan dalam pengertian tahlil dalam kajian ini. Dengan demikian Tahlil adalah bacaan "lailahaillallah" dengan disertai bacaan-bacaan tertentu yang mengandung fadhilah dan pahala bacaannya disampaikan kepada Mayit Muslim.

Dalam bacaan tahlil yang ada, maka terdapat serangkaian ayat al-Qur’an dan kalimat toyyibah sebagai berikut:

1. Surat al-Fatihah
2. Surat al-Ikhlas
3. Surat al-Muawwidzatain
4. Surat al-Fatihah
5. Permulaan dan akhir surat al-Baqarah
6. Ayat kursi
7. Istigfar
8. Tahlil (lailahaillah)
9. Tasbih
10. Sholawat Nabi
11.  Do’a, yang diakhiri juga dengan surat al-Fatihah.

WALLOHUA'LAM BISSHOWAB


Friday, August 18, 2017

Inilah Agama Tertua Di Dunia Menurut Sejarah Peradaban yang Wajib diketahui

Agama Islam adalah agama dari Alloh SWT yang di turunkan sebagai penyempurna agama-agama nabi-nabi terdahulu. Karena agama Muslim yang dianut Nabi dahulu banyak yang di simpangkan ajaranya oleh umat manusia terdahulu. Sedangkan Al-Qur’an adalah penyempurna dari kitab suci dari kitab-kitab sebelumnya.

Kuwaluhan.com

Agama Islam mungkin menjadi agama yang misteri bagi mereka yang belum kenal dan mengetahui kebenarannya terutama umat Non-Muslim. Tetapi percayalah bahwa agama Islam itu adalah agama yang benar. Menurut Riwayat suatu hadis di terangkan bahwa Jumlah Nabi ALLAH itu ada 124.000 nabi dan Rasul. Diantara Ribuan nabi tersebut mengajarkan kepada umatnya untuk menyembah Tuhan Yang maha esa dan meramalkan akan adanya Nabi Akhir Zaman yaitu Nabi Muhammad SAW.

Namun setelah mereka wafat ,ajaran mereka pun di sembunyikan,di samarkan,di tukar,dan di palsukan oleh umat-umat mereka yang tak beriman dan Iri hati karena Nabi Akhir zaman itu terlahir bukan dari keturunan Bangsa mereka melainkan terlahir dari Suku kecil yaitu Suku Qurais yang merupakan suku bangsa Arab.

Bisa jadi nabi-nabi dari agama lain adalah nabinya Allah juga diantara 124.000 nabi tersebut. Terbukti bahwa kitab suci agama lain meramalkan Adanya nabi Muhammad tetapi kata-katanya di samarkan namun Maknanya sama.

KITAB HINDU MENYATAKAN ADANYA NABI MUHAMMAD

Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu di India.

Isinya sebagai berikut :
Hai orang banyak, dengarlah ini dengan sungguh-sungguh, Narashanga (Yang terpuji) akan dibangkitkan di antara orang banyak. Kita mengambil orangKaurum (Muhajirin) itu di dalam perlindungan kita dari 60.000 dan 90 musuh-musuh; yang kendaraannya adalah 20 unta dan 2 unta betina, memiliki 12 orang istri, dan naik ke langit dengan kendaraan tercepat (Bouraq)…” (Atharvaveda Kanda 20 Saukata 127, Mantra 1-2).

Narashangsa = Yang terpuji = Muhammad. kata “Kauram” berarti “emigran” yaitu orang yang meninggalkan negerinya sendiri, dalam bahasa Arabnya: “Muhajirin”. Muhammad dan pengikutnya ketika hijrah dari Mekah ke Madinah untuk menghindari serangan kaum kafir Mekah yang berjumlah 60.000 orang dan 90 kepala sukunya, dikenal sebagai “Kaum Muhajirin”, sedangkan orang-orang Madinah yang menyambutnya dikenal sebagai “Kaum Anshar”.
Dari sinilah tonggak dimulainya Tahun Hijriyah.

Kendaraan yang dipakai Muhammad adalah unta dan kuda. Muhammad memiliki 12 orang istri yaitu:
Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafsah, Zainah, Ummu Salamah, Zainab, Juwairiah, Raihanah, Ummu Habibah, Shafiah, dan Maimunah. Ketika melakukan Mi’raj dari Masjid Al-Aqsha di Palestina ke langit ke-7, Muhammad mengendarai Buroq yang merupakan kendaraan tercepatnya.

Ahmad akan menerima undang-undang  agamanya  Tuhannya .Undang-undang ini penuh dengan kebijaksanaan .Aku menerima cahaya darinya seperti menerima dari cahaya mentari.”( sama weda,11:6,8)

Nama ahmad menunjukan Nama panggilan dari Muhammad SAW yang akan menerima wahyu dari Tuhanya. Ajaran kitab Weda ini pun tergambar dalam surat Ash-Shaft ayat 6:

Ingatlah ketika isa bin Maryam berkata” hai bani ISRAEL sesungguhnya akau utusan allah kepadamu ,membenarkan kitab yang turun sebelumku( Taurat) dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang rasul yang akan datang sesudahku ,yaitu Ahmad”As-Shaft :6

Dari atharwa weda Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu. Kuntap suktas bab hymn 127 mantera 1-4” menceritakan Isra mi’raj nabi Muhammad SAW.

hai orang-orang banyak .Dengarkan hal ini sungguh –sungguh Dia adalah narasangsa akan di bangkitkan diantara orang banyak .Kita mengambil orang kauram itu di dalam perlindungan kita dari 60.000 dan 90 musuh-musuhnya yang kendaraaanya 20 unta 2 unta betina ,memiliki 12 orang istri dan naik kelangit dengan kendaraan tercepat .Dia adalah Rishi penunggang unta .Dia adalah mama Rishi yang di beri 100 koin Emas ,10 kalung,300 kuda dan 10.000 sapi .sebarkan kebenaran wahai engkau yang terpuji “atharwa weda,khandak 20 saukata 127,mantera 1-4

Kata nara sangsha di sisni bila di terjemahkan dalam bahasa arab berarati Ahmad yang terpuji. Muhammad SAW dan pengikutnya hijrah dari mekkah ke madinah untuk menghindari serangan kaum kafir 60.000 orang dan 90 kepala suku. Rishi( nabi penunggang unta ) ini jelas menunjukan Muhammad SAW. Seorang Rishi India di larang menunggangi Unta menurut Sacred Books Of the east ,Volume 25,hukum manu hal:472.

seorang brahma akan tercemar ketika hendak mengendarai unta “ smirti bab 11 ayat 202.

Nabi muhammad memiliki 12 orang istri bukan karena nafsunya tetapi karena perintah Allah untuk menafkahi janda –janda yang miskin dan menikahi aisyah yang masih dini karena aisyah ingin di nikahi paksa raja Romawi yang beragama non muslim.sedangkan aisyah muslim. Nabi Muhammad tidak mau aisyah murtad. 12 orang istri tersebut ialah :
Khadijah,saudah,aisyah,hafsha,zainah ,ummu salamah,zainab,juwairiah,Raihanah,Ummu Habibah,shafiah dan maimunah.

100 koin emas mengacu kepada umat yang pertama kali masuk Islam ,80 diantaranya hijrah ke Abysinia. 10 kalung adalah 10 sahabat terbaik Rasul,300 kuda adalah 300 pasukan nabi yang terbaik melawan 1000 orang Kafir di mekkah saat perang badar.

NABI MUHAMMAD MENURUT KITAB BUDDHA

Pemimpin Budha,  Sidharta Gautama telah meramalkan kedatangan seorang manusia yang diberi wahyu. Dalam Doktrin Budha (The Gospel of Buddha) oleh Caras (hal.217-8) disebutkan bahwa Budha agung yang akan datang ke dunia ini dikenal sebagai “Maitreya”. Yang berarti “pemberi rahmat”. Merujuk pada tugas mulia Rasulullah bahwa beliau bertugas sebagai Rahmatan Lil Alamin bagi seluruh umat manusia.
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta  alam (rahmatan lil alamin)” Al-Quran Surat 21 (Al-Anbya) : 107

Lebih jauh lagi  kitab suci kaum Budha, disebutkan  bahwa sang  Sidharta Gautama berkata“Para pengikutnya (Maitreya) berjumlah ribuan orang, sementara jumlah pengikutku ratusan orang.” Faktanya, pengikut Nabi Muhammad saw berjumlah ribuan orang (sekarang tentunya jutaan).

Dalam Doktrin Budha (oleh Caras, hal.214), seorang Budha yang tercerahkan itu dilukiskan sebagai memiliki kulit yang amat terang dan bahwa seorang Budha memperoleh “pandangan yang luhur di malam hari”. Dalam kenyataan sejarah, Nabi saw kerap melakukan shalat malam (tahajjud) sebagai pantulan cintanya yang mendalam kepada Sang Pencipta. Selama hayatnya, Nabi Muhammad saw tidak pernah meninggalkan shalat malam.

Buahnya, beliau mendapatkan pandangan yang tajam untuk merekonstruksi peradaban baru manusia, peradaban Islam.
Dalam Si-Yu-Ki, jilid 1, hal.229, tertulis bahwa:
 “…tak satu kata pun yang mampu menguraikan kemuliaan pribadi Maitreya.” 

Fakta telah membuktikan, baik kaum muslim maupun non muslim yang melakukan kajian secara obyektif sepakat bahwa Muhammad saw sangatlah rupawan dan menarik baik dari sisi lahiriah maupun batiniah. Ketegasan dan kelembutan pribadi beliau memanifestasikan sifat-sifat Tuhannya. Inilah yang menyulitkan pemaparan kemulian pribadi Nabi Muhammad SAW.

Dalam kitab dan jilid yang sama, tercantum “…suara indah dari Bodhisatwa (Maitreya) begitu lembut, merdu, sekaligus santun. Mereka yang mendengar tidak pernah merasa bosan dan puas.”

Nabi saw yang lahir dari kalangan Arab tentunya paham benar akan bahasa Arab. Dan, bahasa Arab yang digunakan al-Quran luar biasa indahnya. Karena itu, al-Quran Suci sendiri dinilai sebagai suatu karya kesusastraan khusus dengan bobot tertinggi yang memberikan manfaat kepada kawan dan lawan.

Kelembutan Nabi saw dan keindahan bahasa al-Quran menjadikan setiap perkataan Nabi saw tidak pernah dikenai rasa bosan dan letih untuk disimak.
Disebutkan bahwa Budha tersebut tidak punya guru, yakni tanpa menempuh suatu jenjang pendidikan formal. Gautama juga menekankan bahwa Budha itu seorang yang bersahaja yang mengatakan keselamatan itu hanya tergantung pada amal perbuatan individu.

Nabi saw sendiri tidak pernah belajar sama sekali dari seorang guru pun. Ilmu yang beliau dapatkan murni langsung dari Allah sebagai buah perenungannya akan kenyataan semesta ditambah kesucian jiwanya.
Satu ciri lagi yang mengacu pada diri rasulullah adalah saat meninggal bentuk fisik tidak akan nampak kembali setelah Nabi Muhammad wafat, wujud fisik beliau tidak ada, karena Islam melarang wujud Nabi digambar.

NABI MUHAMMAD MENURUT KITAB KRISTEN DAN YAHUDI

 AL-KITAB menceritakan bahwa Nabi Muhammad bukanlah nabi Palsu.
Perhatikan baik-baik ayat yang ada dalam al kitab berikut ini;

Tetapi seorang nabi  yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama ku ,perkataan yang di ucapkan yang tidak ku perintahkan oleh nya,atau dia berkata demi nama Allah lain, Nabi itu harus mati”( Al-kitab ulangan 18:20)

Makna dari ayat al-kitab diatas ada hubungan nya dengan Ayat al-qur’an berikut:

"Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang ia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat-tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu." (QS Al-Haaqah 44-47).

Jika Muhammad SAW  adalah seorang nabi Palsu maka beliau sudah mati lebih awal atau di bunuh oleh umatnya sendiri. Faktanya nabi Muhammad SAW mampu mengemban misi kenabian selama lebih dari 23 tahun dan berhasil membuat kawasan Jazirah Arab mengikuti Islam.

Sejumlah literatur barat menyebutkan bahwa nabi Muhammad SAW adalah pemimpin agama paling sukses di dunia. Jadi apabila Al-qur’an itu memang benar-benar di palsukan atau di karang sendiri oleh Muhammad SAW maka sebelumnya pasti Muhammad sudah mati di bunuh Tuhan yang maha Esa. Akan tetapi nabi Muhammad meninggal pada usia 63 tahun setelah al-Qur’an di turunkan ,itupun karena beliau sakit ,sebab Takdir Allah untuk ajal Seorang Muhammad sudah datang.

Misteri Himda:

"dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan himada untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata tuhan pemilik rumah". hagai 2:7

Huruf th dalam kata Himdath bisa diganti menjadi hi atau bahkan dihilangkan sama sekali, sekarang mari kita analisa kata-kata dalam bahasa Yahudi, Ibrani dan Arab :
- Himdath = Himdahi = Himda = bahasa Yahudi
- Himada = bahasa Ibrani
- Ahmad = bahasa Arab

Semua kata tersebut mempunyai kesamaan arti yaitu terpuji dan mempunyai kesamaan akar kata yaitu H-M-D, lihatlah bila kita hilangkan vokal dan kita biarkan konsonannya, maka akan menjadi :
H-M-D = dalam bahasa Yahudi
H-M-D = dalam bahasa Ibrani
H-M-D = dalam bahasa Arab

Tentu ini sebuah bukti yang tak dapat dibantah sedikitpun, dan bagi siapapun yang ahli dalam bahasa Semit tentu mempunyai kesimpulan yang sama bahwa Himada dan Ahmad adalah sama, tentu kesimpulannya adalah nama Ahmad memang ada dalam Alkitab.kata Himda yang apabila di terjemahkan dalam bahasa Arab artinya adalah "yang terpuji."

Pemerintah Turki telah mengkonfimasi sebuah injil kuno yang diprediksi berusia 1500 tahun. Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa Al-Masih di bumi.
Bahkan Alkitab rahasia ini memicu minat yang serius dari Vatikan. Paus Benediktus XVI mengaku ingin melihat buku 1.500 tahun lalu. Sebagian orang memprediksi Injil ini adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh Turki selama 12 tahun terakhir.

Menurut mailonline,  injil yang ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Isa Al-Masih sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Isa Al-Masih serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus.

Injil kuno berusia 1.500 tahun ini bersampul kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Lalu injil kuno itu pun meramalkan nabi Muhammad Saw. seperti bab 39 :

Terpujilah nama mu yang kudus Ya Allah Tuhan Kita ..Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Utusan Alllah”.

Perhatikan Isi kitab Bible berikut ini:

”Tetapi aku,berkata kasih setia-Mu yang besar,aku akan masuk ke dalam rumah-Mu,SUJUD MENYEMBAH KE ARAH BAIT-MU yang kudus dengan takut akan Engkau.”

Alkitab mengajarkan bahwa Shalat harus MENGHADAP BAIT”( kakbah Baittulah). Ternyata nabi Isa Al-Masih pun sembayang dan sholat seperti carannya umat muslim sembayang.

Namun orang –orang nasrani ,israel,dan Yahudi menolak kedatangan Nabi Muhammad saw di karenakan nabi itu iri hati dan dengki karena nabi Muhammad akan terlahir dari suku Kecil Quraish di Arab. Jauh setelah Isa sudah tiada di Bumi maka paus paulus menyatakan bahwa injil barnabas adalah kitab palsu/ sesat karena tidak mengakui Penyaliban,kepasturan,dan di haramkannya babi untuk di makan. Padahal Barnabas adalah Murid pertama yang paling akrab dengan Isa Al-Masih.

Ketika itu injil-injil tulisan murid-murid Yesus di samarkan dan di palsukan isi ajaran dan kemurniannya bekisar 60%. Bahkan ada yang mengatakan bahwa injil-injil tersebut di bakar dan di pendam dalam tanah namun injil Barnabas terselamatkan atas kehendak Allah. Tapi tak lama kemudian pihak gereja paulus membuat injil versi mereka sendiri. Paulus memalsukan sebagian ajaran isa. Semenjak itulah injil barnabas tidak lagi di percaya sehingga di anggap sesat oleh pihak Gereja dan Paulus. Namun Allah mengirimkan nabi Akhir Zaman Muhammad SAW sebagai penyempurna agama Tuhan dan kitab-kitab terdahulu. Nabi Muhammad SAW  yang telah lahir setelah beberapa ratusan tahun kemudian setelah Yesus ada maka mulailah orang-orang kafir meminta Bukti kepada beliau untuk menunjukan bahwa beliau benar-benar seorang Rasul.

Nabi Muhammad SAW Membelah Bulan di hadapan banyak orang-orang kafir yang menyaksikan saat itu adalah bukti bahwa beliau benar-benar di utus sebagai seorang Nabi Akhir Zaman.

Image From NASA

Semoga hal itu akan semakin menyempurnakan keyakinan kita terhadap kekuasan Allah SWT dan kerasulan nabi Muhammad SAW.
Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab2 hadits yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah Saw hijrah, berkumpullah tokoh2 kafir Quraiy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail. Mereka meminta kepada nabi Muhammad Saw untuk membelah bulan. Kata mereka, “Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.” 
Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.” Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama. Atas peristiwa ini Allah (swt) menurunkan ayat Al Qur’an:
 ” Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.” (QS Al Qomar 54:1-2).

Telah Dekat Kiamat, Bulan Telah Terbelah Allah berfirman:
“Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah.” (Q.S. Al-Qamar: 1)

Apakah kalian akan membenarkan ayat Al-Qur’an ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris? Di bawah ini adalah kisahnya.

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof.Dr.Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut: Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan hal itu di University Cardif, Inggris bagian Barat. Para peserta yang hadir ber-macam2, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, ” Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah” mengandung mukjizat secara ilmiah? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka hal itu adalah mukjizat yang terjadi pada masa Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi2 sebelumnya.

Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits2 Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan hadits2 Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar2 maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang2 musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek dan meng-olok2)?” Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab, “Coba belah bulan…” Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan se-benar2-nya. Serta-merta orang2 musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar2 telah menyihir kami!” Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya, akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu.

Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan. Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…”

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir ingkar. Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda2 kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (sampai akhir surat Al-Qamar).

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar.
Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai Tuan, bolehkah aku menambahkan?” Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab:”Dipersilahkan dengan senang hati.” Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama2 (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna2 Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku mem-buka2 terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah…” Aku bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu?

Maka, aku pun berhenti membaca ayat2 selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan se-hari2. Akan tetapi Allah maha tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.

Presenter berkata, “Andaikan dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak gunanya.” Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik pada segi kedokteran, industri ataupun pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia2, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.”

Dalam diskusi tersebut dibahas tentang turunnya astronot hingga menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana yang begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan? ” Mereka pun menjawab, “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.” Mendengar hal itu, presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai hingga demikian mahal taruhannya?” Mereka menjawab, ” Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali! Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu2-an yang terpisah (katrena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!” Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, ” Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, ‘Mukjizat (kehebatan) benar2 telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu.

Allah benar2 telah meng-olok2 AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100 juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran Islam.
Agama Islam ini tidak mungkin salah… Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar. Dan saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.”

PADA MASA NABI IBRAHIM (ABRAHAM)
WAJIB BERKHITAN

Melaksanakan Khitan adalah Wajib bagi umat beragama Islam.  Seperti dalam kisah Nabi Ibrahim berikut ini :
Nabiahim a.s. melaksanakan pada usia 99 tahun sebagian riwayat lagi mengatakan bahwa beliau dikhitan pada usia 80 tahun. Sedangkan Ismail di khitan pada usia 13 tahun. Syariat khitan dilaksanakan sejak zaman Nabi Ibrahim, yaitu ketika beliau sudah berusia lanjut.

Dalam kitab Injil Barnabas disebutkan sebagai berikut:
"Adapun adanya peraturan khitan disebabkan dulu Nabi Adam a.s. berdosa memakan buah larangan Allah SWT. (buah khuldi) beliau bernazar, apabila dosanya diampuni tuhan (Allah SWT.) beliau akan memotong sebagian dagingnya. Setelah tobat Adam diterima dan diampuni dosanya, kemudian Malaikat menunjukkan daging yang seharusnya dipotong, yaitu daging yang dipotong untuk dikhitan."

Sampai sekarang kaum yang melaksanakan Khitan adalah Umat Muslim. Dan khitan telah menjadi syari'at agama Islam.

MENYEMBELIH HEWAN QURBAN

Pada suatu hari, Nabi Ibrahim datang menjumpainya. Allah mengisahkannya di dalam Al-Qur’an:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersamasama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” (QS Ash-Shafaat [37] : 102)

Nabi Ibrahim datang menjumpai anaknya untuk menyampaikan perintah Allah agar menyembelihnya. Bisakah kalian bayangkan teman-teman? Setelah menunggu bertahun-tahun, Nabi Ibrahim baru dikaruniai anak di usia tuanya. Lalu beliau diperintahkan untuk meninggalkan anak dan isterinya di suatu tempat asing yang jauh darinya dan tidak berpenghuni. Meskipun sangat besar kecintaan beliau kepada keluarganya, namun beliau seorang yang teguh dan taat terhadap perintah Allah. Tidak sedikitpun beliau bergeming, bahkan bersegera ketika Allah memerintahkannya.

Nabi Ismail pun menjawab:

Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS Ash-Shafaat [37] : 102)

Nabi Ismail meminta ayahnya untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan. Dan beliu berjanji kepada ayahnya akan menjadi seorang yang sabar dalam menjalani perintah itu. Sungguh mulia sifat Nabi Ismail. Allah memujinya di dalam Al-Qur’an:

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quraan. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.” (QS Maryam [19] : 54)

Allah melanjutkan kisahnya di dalam Al-Qur’an:

“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).” (QS Ash-Shafaat [37] : 103)

Nabi Ibrahim lalu membaringkan anaknya di atas pelipisnya (pada bagian wajahnya) dan bersiap melakukan penyembelihan dan Ismail pun siap menaati perintah ayahnya.

Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shafaat [37] : 104:107)

Allah menguji Nabi Ibrahim dengan perintah untuk menyembelih anaknya tercinta, dan Nabi Ibrahim dan Ismail pun menunjukkan keteguhan, ketaatan dan kesabaran mereka dalam menjalankan perintah itu. Lalu Allah menggantikan dengan sembelihan besar, yakni berupa domba jantan dari Surga, yang besar berwarna putih, bermata bagus, bertanduk serta diikat dengan rumput samurah.

MELAKSANAKAN IBADAH HAJI

Selanjutnya Allah Swt memerintahkan kepada Ibrahim untuk membangun Ka’bah pada posisi Qubah yang telah Allah turunkan kepada Nabi Adam. Tetapi Ibrahim tidak mengetahui posisi Qubah itu. Qubah tersebut telah diangkat kembali oleh Allah ketika banjir besar menimpa bumi pada masa Nabi Nuh as. Kemudian Allah Swt mengutus Jibril as untuk menunjukan kembali kepada Ibrahim posisi Ka’bah. Jibril datang membawa beberapa komponen Ka’bah dari surga. Pemuda Ismail membantu ayahandanya mengangkat batu-batu dari bukit.

Kemudian ayah dan anak itu bekerja membangun Ka’bah sampai ketinggian tujuh hasta. Jibril lalu menunjukan kepada mereka posisi “Hajar Aswad”. Ibrahim meletakkan Hajar Aswad pada posisi semula. Lalu Ibrahim membuatkan dua pintu Ka’bah. Pintu pertama terbuka ke timur dan kedua terbuka ke barat.

Ketika selesai pembangunan Ka’bah, Ibrahim dan Ismail melakukan Ibadah Haji. Pada tanggal 8 Zulhijah, Jibril turun menemui dan menyampaikan pesan kepada Ibrahim. Jibril meminta Ibrahim mendistribusikan air Zamzam ke beberapa tempat seperti Mina dan Arafah. Maka hari itu disebut dengan hari “Tarwiyah” (pendistribusian air). Setelah selesai pembangunan Baitullah dan pendistribusian air tersebut, maka Ibrahim pun
berdoa kepada Allah. Doa ini tercantum di dalam Al-Qur’an. Allah swt berfirman :

Dan ingatlah, ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman : “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. Al-Baqarah : 126).

Sejak itu, kaum Muslimin melaksanakan Ibadah haji untuk berziarah ke Ka’bah setiap tahun. Ini mengikuti risalah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as, serta risalah para nabi dan rasul setelah keduanya. Ibadah suci ini berlangsung terus seperti pelaksanaan yang pernah dilakukan oleh Ibrahim dan Ismail. Namun pada periode tokoh Mekkah ‘Amar bin Luhay, ibadah haji mulai terkotori dengan kehadiran patung dan berhala.

KESIMPULAN:

Hingga saat ini kaum yang melaksanakan Qurban serta mewajibkan Khitan dan Haji adalah Umat Muslim. Ibadah Haji Dan Khitan (Sunnat) telah menjadi syari'at agama Islam.
Sedangkan Khitan, Berqurban dan Haji sudah dianjurkan dan diwajibkan untuk kaumnya dimasa itu, yaitu sudah dimulai pada zaman Nabi Ibrahim (Abraham), jauh sebelum Nabi Muhammad SAW di lahirkan.

Sedangkan kaum Hindu, Budha, Kristen, Katolik dan Nasrani yang menyatakan diri sebagai Agama tertua justru tidak mewajibkan umatnya untuk Khitan, Berqurban dan Haji. Padahal sebelum agama mereka ada, hukum diwajibkanya untuk Khitan, Berqurban dan Haji sudah dilakukan oleh Nabi-nabi terdahulu, karena Nabi yang terdahulu Agamanya adalah Muslim.

Didalam Al-qur’an surat At-taubah ayat 30 di jelaskan bahwa “ sesungguhnya Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa Uzair itu anak Allah dan Kristen mengatakan Isa anak Maria Itu Putra Allah.
Demikian ucapan mereka ,mereka meniru perkataan Orang-orang kafir terdahulu( di laknati allah) sehingga membuat mereka berpaling kepadaNYA”.

Dari ayat ini kita bisa simpulkan bahwa Kristen dan Yahudi dulunya adalah Agama Muslim juga, namun ajaran mereka di simpangkan dan di samarkan oleh manusia terdahulu. Mereka di kutuk allah karena mereka mengatakan bahwa uzair dan Yesus anak Allah. Agama Hindu dan Buddha dulunya juga termasuk agama Islam, tapi kenyataanya sekarang ini Hindu dan Buddha Pun Tuhannya juga menyerupai Manusia.

Krisna adalah Tuhan agama Hindu yang awalnya dia adalah manusia biasa Yang terlahir dari anak Manusia dan diapun sudah tiada alias meninggal dunia.
Begitupun Juga  sidharta Gautama Buddha( Tuhan Buddha) yang yang terlahir dari anak manusia namun setelah dia meninggal dunia maka Patungnya pun di buat dan disembah layaknya Tuhan.

Menurut Arman Jhen charles Bahwa Jauh sebelum Hindu di lahirkan agama yang lebih dulu Muncul adalah agama Zoroaster (Muslim) yang merupakan agama turun-temurun dari zaman Nabi Nuh yang merupakan agama Islam Kuno( agama allah terdahulu) atau Ulama Islam banyak yang mengatakan bahwa agama Islam di mulai dari zaman Nabi Adam yang merupakan Manusia pertama  yang hidup di bumi, namun pada waktu itu agama Islam belum sempurna. Ajaran Islam baru sempurna setelah Lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Perhatikan baik –baik konsep ketuhanan Agama zoroster berikut ini.

Kitab Awesta Buku Kitab Yasna pasal 31 ayat 7-11, "Tuhan adalah sang pecipta maha besar, tidak memiliki anak dan orang tua.’’
ini pun sangat mirip dengan Al-Ikhlas Konsep ketuhanan agama Islam dalam surat al-Iklash ayat :3 yang berbunyi :
Allah tidak beranak dan tidak pula di peranakkan”.

Jadi agama Yang paling tertua di dunia sebelum Hindu,Buddha Yahudi, dan Kristen adalah agama ISLAM namun saat itu agama Islam belum sempurna ajaran. Agama allah terdahulu banyak yang di simpangkan ajarannya,Tuhan agama Hindu,Kristen,Buddha ,Yahudi,dan Kristen ternyata bisa di lukiskan dan di gambar serta di patungkan.
Padahal Allah mengajarkan bahwa dirinya Maha GAIB ( tidak dapat dilihat). Perkataan orang-orang Kristen dan Yahudi yang menganggap Isa dan uzair anak Tuhan ternyata perkataan tersebut pun meniru perkataan Orang-Orang Kafir terdahulu bahkan Orang-orang kafir terdahulu pun menyamakan Allah dengan manusia "Makhluk ciptaan Tuhan".

Kita bisa Pikirkan bahwa Tuhan Krisna,Buddha,Bunda MARIA ,dan Yesus ternyata Tuhan mereka menyerupai manusia dan bisa di gambarkan. Jadi agama Tertua bukan Hindu yang selama Ini di klaim oleh sejarah sebagai agama tertua melainkan agama tertua tersebut adalah Agama ISLAM.

Agama Islam bukan menjiplak ajaran-ajaran agama Allah terdahulu tetapi Allah mengutus Muhammad dengan sengaja Untuk menyempurnakan agama Muslim terdahulu yang banyak di simpangkan oleh kaum Yahuda , dan sebagian di palsukan ajaran Allah oleh nenek Moyang manusia Yang telah ada sejak Zaman Lalu.

Wallahu'alam bisshowab