Showing posts with label Agama di Indonesia dan Kitab Suci. Show all posts
Showing posts with label Agama di Indonesia dan Kitab Suci. Show all posts

Wednesday, April 11, 2018

Inilah 7 Daftar Masjid Terbesar dan Termegah di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang 85% mayoritas Penduduknya beragama Islam. Sekaligus Merupakan negara dengan jumlah Muslim terbanyak di Dunia.
Di Indonesia sendiri terdiri ribuan Masjid tempat ibadah umat Islam yang memiliki gaya arsitektur tersendiri. Dalam pembahasan kali ini kami merangkum Daftar Masjid Terbesar di Indonesia.

Berikut daftar masjid terbesar di Bumi Indonesia raya :

1. Masjid Istiqlal Jakarta


Urutan masjid terbesar di Indonesia yang pertama yaitu Masjid Istiqlal Jakarta. Masjid Istiqlal didirikan sejak tahun 1954 yang dirancang oleh arsitek yang bernama Frederich Silaban. Kubah masjid Istiqlal berdiameter 45 meter terbuat dari kerangka baja stainless steealdengan berat 86 ton. Di dalam pada kubah ada kaligrafi surat Al Fatikah, At Thaha, Ayat Kursi, dan Al Ikhlas.

Jamaah yang bisa masuk sekitar 150-200 ribu jamaah. Jadi kebayang yaa besarnya masjid ini yang bisa menampung sebanyak itu jamaahnya. Keunikan dari masjid Istiqlal yaitu letaknya berhadapan dengan gereja Katedral.

Selain itu ketika ada acara di masjid dan parkirnya membludak maka parkir bisa di halaman gereja, begitu pula sebaliknya, ketika gereja ada acara, jemaatnya bisa parkir di halaman parkir masjid. Inilah Indonesia yaa, toleransi memang yang nomor satu.

2. Masjid Islamic Center Samarinda


Masjid Islamic Center Samarinda mulai dibangun pada tahun 2001 dan diresmikan oleh presiden RI keenam yaitu Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2008. Cukup lama yaa 7 tahun untuk pembangunan masjid. Desain masjid terinspirasi dari masjid Hagia Sophia di Istanbul Turki.

Ruang tamu masjid ini mampu menampung 20 ribu jamaah, baru ruang tamunya. Di sekeliling ruang tamu ada lantai mezzanine yang dapat menampung 10 ribu jamaah. Masjid ini juga katanya terbesar di Asia.Sungguh besar yaa, kapan mau kesana? Atau mungkin sudah berkunjung ke masjid ini, share ceritamu yaa di kolom komentar.

3. Masjid Agung Baiturrahman Aceh


Urutan masjid terbesar di Indonesia yang selanjutnya yaitu Masjid Agung Baiturrahman Aceh. Yaa masjid yang menjadi fenomenal saat Aceh dilanda tsunami. Masjid ini tetap berdiri kokoh walaupun seluruh bangunan di sekitarnya hancur dan rata dengan tanah. Sungguh Maha Suci Allah yang melindungi rumah-Nya dari bahaya tsunami.

Masjid Baiturrahman di Aceh ini mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah, disana ada 12 payung elektrik yang siap menghalangi panasnya matahari bagi jamaah yang ada di luar. Masjid ini mampu menampung 24 ribu jamaah. Setelah direnovasi karena bencana alam, sekarang ada lahan terbuka hijau yang ditanami kurma dan pohon kohler.

4. Masjid Agung Surabaya

Masjid Agung Surabaya didirikan pada tahun 1995 dan diresmikan pada tahun 2000. Masjid ini menjadi ikon kota Surabaya. Masjid ini biasanya digunakan untuk acara pernikahan, disana disediakan tempat untuk pernikahan yang mampu menampung 2000 tamu undangan.


Masjid ini juga dijadikan sentral kegiatan agama, ada beberapa ruang diantaranya ruang zam zam untuk pernikahan, ruang zaitun dan yasmin untuk penyuluhan haji atau acara lainnya. Memang seperti ini yaa baiknya, jadi ketika sudah di masjid semua dekat dan bisa melakukan kegiatan apa aja.

5. Masjid Kubah Emas Jawa Barat


Masjid yang eprnah gempar beberapa tahun yang lalu karena masjid ini memiliki keunikan berupa kubah yang ada dilapisi dengan emas. Masjid yang berdiri kokoh di area 70 hektar ini didirikan oleh pengusaha asal Banten yang bernama Hj Dian Juriah Maimun Ar Rasyid dan istri dari Drs. Hj. Maimun Al Rasyid.

Masjid dibuka untuk umum sejak tahun 2006, bertepatan dengan Idul Adha 1427 H. Masjid ini mampu menampung jamaah sekitar 15 ribu orang.

Ada beberapa peraturan untuk memasuki masjid ini, diantaranya jamaah dilarang memabawa makanan dan minuman ke lingkungan masjid, anak usia dibawah 9 tahun juga dilarang memasuki lingkungan masjid.

6. Masjid Agung An Nur Pekanbaru


Desain masjid An Nur banyak dipengaruhi dengan gaya melayu, Arab, Turki, dan India. Halaman luas masjid dilengkapi dengan kolam yang mirip dengan kemegahan Taj Mahal di India. Ada kaligrafi yang ditulis oleh Azhari Nur seorang kaligrafi dari Jakarta.

Masjid yang sangat besar ini dimanfaatkan masyarakat sekitar tidak hanya untuk beribadah saja tapi juga tempat refreshing sekedar mencari udara sejuk. Masyarakat juga ada yang berolah raga ringan di sekitar masjid. Di masjid ini ada beberapa fasilitas, diantaranya perpustakaan, wifi internet, dan ruang serbaguna.

7. Masjid Agung Jawa Tengah


Masjid yang didirikan tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006 yang diresmikan oleh presiden SBY. Masjid Agung Jawa Tengah mampu menampung jamaah sekitar 15 ribu jamaah. Disana ada prasasti yang terbuat dari batu alam, prasasti inni berasal darilereng Gunung Merapi.

Arsitektur masjid banyak dipengaruhi oleh gaya Roma yang terlihat pada desain interior dan lapisan warna yang melekat pada sudut sudut bangunan. Keistimewaan masjid ini yaitu terletak pada menara yang namanya Asmaul Husna yang tingginya mencapai 99 meter.

Itulah 7 Daftar Masjid Terbesar di Indonesia.

Tuesday, April 10, 2018

Inilah Daftar 7 Gereja Tertua di Indonesia

Berikut ini adalah Daftar Gereja Tertua di Indonesia :

1. Gereja Katedral Jakarta 


(Nama resmi: Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming) adalah sebuah gereja di Jakarta. Gedung gereja ini diresmikan pada 1901 dan dibangun dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa, yakni arsitektur yang sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu.

Gereja yang sekarang ini dirancang dan dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Provicaris Carolus Wenneker. Pekerjaan ini kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit ketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta.

Katedral yang kita kenal sekarang sesungguhnya bukanlah gedung gereja yang asli di tempat itu, karena Katedral yang asli diresmikan pada Februari 1810, namun pada 27 Juli 1826 gedung Gereja itu terbakar bersama 180 rumah penduduk di sekitarnya. Lalu pada tanggal 31 Mei 1890 dalam cuaca yang cerah, Gereja itu pun sempat roboh.

Pada malam natal, 24 Desember 2000, Gereja ini menjadi salah satu lokasi yang terkena serangan ledakan bom.

2. Gereja Katedral Bogor


Awalnya merupakan sebuah gereja Paroki Bogor yang termasuk dalam wilayah Prefektur Apostolik Sukabumi. Bersamaan dengan berubahnya status Prefektur Apostolik Sukabumi menjadi Keuskupan dengan nama Keuskupan Bogor. Gereja Paroki Bogor kemudian dijadikan sebagai Gereja Katedral Keuskupan Bogor.

3. Gereja Katedral Bandung 


Katedral Santo Petrus, adalah sebuah gereja yang terletak di Jalan Merdeka, Bandung, Indonesia. Bangunan ini dirancang oleh Ir. Charles Proper Wolff Schoemaker dan bergaya arsitektur neo-Gothic akhir. Dilihat dari atas, bentuknya menyerupai salib yang simetris. Katedral Santo Petrus mempunyai luas tanah sebesar 2.385 m² dan luas bangunan sebesar 785 m².

Gerejanya sendiri diberi nama St. Franciscus Regis pada tanggal 16 Juni 1895. Setelah Bandung memperoleh status gemeente (setingkat kotamadya) pada 1906, diputuskan untuk membangun bangunan gereja baru. Pembangunan bangunan yang baru dilaksanakan sepanjang tahun 1921. Katedral ini lalu diberkati pada 19 Februari 1922 oleh Mgr. E. Luypen.

4. Gereja Immanuel Jakarta


Gereja Immanuel awalnya adalah gereja yang dibangun atas dasar kesepakatan antara umat Reformasi dan Umat Lutheran di Batavia.

Pembangunannya dimulai tahun 1834 dengan mengikuti hasil rancangan J.H. Horst. Pada 24 Agustus 1835, batu pertama diletakkan. Empat tahun kemudian, 24 Agustus 1839, pembangunan berhasil diselesaikan.

Bersamaan dengan itu gedung ini diresmikan menjadi gereja untuk menghormati Raja Willem I, raja Belanda pada periode 1813-1840. Pada gedung gereja dicantumkan nama WILLEMSKERK.

Gereja bergaya klasisisme itu bercorak bundar di atas fondasi tiga meter. Bagian depan menghadap Stasiun Gambir. Di bagian ini terlihat jelas serambi persegi empat dengan pilar-pilar paladian yang menopang balok mendatar. Paladinisme adalah gaya klasisisme abad ke-18 di Inggris yang menekan simetri dan perbandingan harmonis.

Serambi-serambi di bagian utara dan selatan mengikuti bentuk bundar gereja dengan membentuk dua bundaran konsentrik, yang mengelilingi ruang ibadah. Lewat konstruksi kubah yang cermat, sinar matahari dapat menerangi seluruh ruangan dengan merata. Menara bundar atau lantern yang pendek di atas kubah dihiasi plesteran bunga teratai dengan enam helai daun, simbol Mesir untuk dewi cahaya.

Orgel yang dipakai berangka tahun 1843, hasil buatan J. Datz di negeri Belanda. Sebelum organ terpasang, sebuah band tampil sebagai pengiring perayaan ibadah. Pada 1985, orgel ini dibongkar dan dibersihkan sehingga sampai kini dapat berfungsi dengan baik.

5. Gereja Sion Jakarta


Gereja Sion dikenal juga dengan nama Portugeesche Buitenkerk atau Gereja Portugis berada di sudut Jalan Pangeran Jayakarta dan Mangga Dua Raya. Bangunan gereja ini memiliki kemegahan arsitektur serta daya tahan yang kokoh. Portugeesche Buitenkerk atau Gereja Portugis selesai dibangun pada 1695.

Peresmian Gedung gereja dilakukan pada hari Minggu, 23 Oktober 1695 dengan pemberkatan oleh Pendeta Theodorus Zas. Pembangunan fisik memakan waktu sekitar dua tahun. Peletakan batu pertama dilakukan Pieter van Hoorn pada 19 Oktober 1693.

Cerita lengkap pemberkatan gereja ini tertulis dalam bahasa Belanda pada sebuah papan peringatan. Sampai sekarang, masih bisa dilihat di dinding gereja.

Gereja ini merupakan gedung tertua di Jakarta yang masih dipakai untuk tujuan semula seperti saat awal didirikan. Rumah ibadah ini masih memiliki sebagian besar perabot yang sama juga. Gereja ini pernah dipugar pada 1920 dan sekali lagi pada 1978. Bangunan gereja ini dilindungi oleh pemerintah lewat SK Gubernur DKI Jakarta CB/11/1/12/1972.

6. Gereja Tugu Jakarta Utara


Gereja Tugu adalah salah satu gereja tertua di Indonesia terletak di Kampung Tugu, Jakarta Utara. Secara pasti tidak diketahui kapan mulai dibangun, tetapi para ahli sejarah menyimpulkan sekitar tahun 1676-1678, bersamaan dengan dibukanya sebuah sekolah rakyat pertama di Indonesia oleh Melchior Leydecker.

Pada tahun 1737 Gereja Tugu dilakukan renovasi yang pertama dibawah pimpinan pendeta Van De Tydt, dibantu oleh seorang pendeta keturunan Portugis kelahiran Lisabon yaitu Ferreira d’Almeida dan orang-orang Mardijkers.

Pada tahun 1740 gereja Tugu hancur, bersamaan dengan terjadinya peristiwa Pemberontakan Tionghoa (Cina Onlusten) dan pembantaian orang-orang Tionghoa di Batavia, pada masa Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier yang berkuasa di Batavia pada tahun 1737–1741.

Kemudian pada tahun 1744 atas bantuan seorang tuan tanah Justinus Vinck gereja ini dibangun kembali, dan baru selesai pada 29 Juli 1747 yang kemudian diresmikan pada tanggal 27 Juli 1748 oleh pendeta J.M. Mohr.

Sampai saat ini gereja tersebut masih berdiri dan berfungsi sebagai “GPIB Tugu”, walaupun di berbagai sudut sudah banyak yang harus diperbaiki karena faktor usia. Gereja ini tampak sederhana tetapi tampak kokoh dan rapi, dengan berisi bangku diakon antik, piring-piring logam, dan mimbar tua. Lonceng yang ada di gereja tersebut diperkirakan dibuat pada tahun 1880, karena lonceng paling tua yang dibuat 1747 sudah rusak dan disimpan di rumah pendeta di sana.

7. GPIB Pniel Pasar Baru, Jakarta Pusat 


Gereja ini sering disebut dengan Gereja Ayam, merupakan sebuah gereja peninggalan zaman kolonial di Indonesia. Arsitektur gereja ini dirancang oleh Ed Cuypers dan Hulswit. Gereja ini dibangun antara 1913 dan 1915 dan mulanya diberi nama Gereja Baru. Julukan Gereja Ayam diberikan karena di atap gereja ini diletakkan sebuah petunjuk arah angin yang dibuat berbentuk ayam.

Gedung gereja yang ada sekarang sudah merupakan perluasan dari bangunan yang asli yang pertama kali didirikan pada 1850, yang saat itu masih merupakan sebuah kapel kecil. Arsitek Cuypers dan Hulswit memugarnya dengan menggunakan perpaduan gaya Italia dan Portugis dan memperluasnya sehingga dapat menampung hingga 1.500 orang.

Hingga kini interior bangunan kuno ini masih bertahan sejak masa hampir satu abad yang lalu. Kursi, mimbar dan perlengkapan lainnya yang terbut dari jati masih tetap dipertahankan sejak masa Belanda, meskipun orgel pipanya sudah diganti pada awal 1990-an. Sebuah Alkitab besar berbahasa Belanda dari 1855 diletakkan di atas mimbar gereja itu. Karena dimakan zaman, Alkitab ini pun sudah rapuh dan mudah robek.

Sumber : Sejarahri.com

Monday, April 2, 2018

Sejarah Awal Mula Masuknya Agama Kristen di Indonesia

Agama Kristen pertama kali datang ke Indonesia pada abad ke-7. Melalui gereja Assiria (Gereja Timur) yakni berdiri di dua tempat yakni, Pancur (Sekarang wilayah dari Deli Serdang) dan Barus (Sekarang wilayah dari: Tapanuli Tengah) di Sumatra (645 SM).


Sejarah kedatangan telah tercatat oleh ulama Syaikh Abu Salih al-Armini dalam bukunya dengan judul FIBA “Tadhakur Akhbar min al-Kana’is wa al-Adyar min Nawabin Mishri wa al-Iqta’aih” (Daftar berita pada gereja-gereja dan monastries di provinsi-provinsi Mesir dan sekitarnya).

Daftar gereja-gereja dan monastries dari naskah asli dalam bahasa Arab dengan 114 halaman ini berisi berita tentang 707 gereja-gereja dan 181 monastries Kristen yang tersebar di sekitar Mesir, Nubia, Abysina, Afrika Barat, Spanyol, Arab dan India . Dalam bukunya (Abu Salih), tanah Indonesia masih dimasukkan dalam wilayah India (al-Hindah).

Gereja Ortodoks adalah kelompok Kristen/Gereja pendatang yang menurut penelitian dari pakar-pakar sejarah dan arkeologi lama, pertama hadir dan datang ke Indoneia yang ditandai dengan/melalui kehadiran Gereja Nestorian yang merupakan corak gereja Asiria di daerah Fansur (Barus), di wilayah Mandailing, Sumatera Utara.

Namun menurut A.J. Butler M.A., kata Fahsûr seharusnya ditulis Mansûr, yaitu sebuah negara pada zaman kuno yang terdapat di Barat Laut India, terletak di sekitar Sungai Indus. Mansur merupakan negara paling utama yang terkenal di antara orang-orang Arab dalam hal komoditas kamfer (al-kafur).

Katolik Roma pertama tiba pada tahun 1511 di tanah Aceh, yaitu dari Ordo Karmel, dan 1534 di kepulauan Maluku melalui orang Portugis yang dikirim untuk eksplorasi. Fransiskus Xaverius, misionaris Katolik Roma dan pendiri Ordo Yesuit bekerja di kepulauan Maluku pada tahun 1546 sampai tahun 1547.


Protestanisme pertama kali diperkenalkan oleh Belanda pada abad keenam belas, sehingga terpengaruh pada ajaran Calvinismedan Lutheran.

Pada 1960-an akibat anti-Komunis dan anti-Konfusianisme banyak pengikut Komunis dan orang Tionghoa mengklaim diri sebagai orang Kristen, akan tetapi banyak bangsa Tionghoa yang akhirnya menerima agama Kristen dan sekarang mayoritas kalangan muda bangsa Tionghoa adalah umat Kristen.

Kristen di Indonesia lebih bebas untuk menjalankan agama mereka dibandingkan dengan beberapa negara seperti Malaysia, dan beberapa negara Arab. Di provinsi Papua dan Sulawesi Utara, Protestan merupakan agama mayoritas.

Jumlah populasi orang Kristen juga ditemukan di sekitar danau Toba di Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, pedalaman Tana Toraja, dan sebagian wilayah di provinsi Maluku. Walaupun Indonesia mayoritas beragama Muslim, para misionaris tetap bebas untuk menyebarkan agama Kristen di Indonesia.

Dan banyak sekolah Kristen yang mengajarkan agama Kristen. Protestan di Indonesia terdiri dari berbagai denominasi, yaitu Huria Kristen Batak Protestan, Gereja Pantekosta di Indonesia, Gereja Tiberias Indonesia/Gereja Bethel Indonesia, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Gereja Yesus Sejati, Mennonit, Gereja Metodis, Gereja Baptis, Gereja Tabernakel Indonesia, Gereja Kristen Protestan Simalungun, Gereja Kristen Rejang dan denominasi lainnya.

Sumber : Wikipedia

Thursday, May 18, 2017

Agama di Indonesia beserta Kitab Suci masing-masing

Indonesia adalah negara berkembang dan mempunyai beragam budaya suku bangsa yang berbeda beda, Agama​ di Indonesia pun juga beragam.


Berikut adalah keterangan tentang Agama yang berada di Indonesia beserta Al-kitab nya:

1. Agama Islam

Kitab suci Agama Islam adalah “Al-Qur’an“. Terdiri dari beberapa bagian yang disebut dengan Surah. Terdapat 114 surah dalam AL-Qur’an, yang mana dalam setiap surah terdapat beberapa ayat. Sebagai contoh, AL Baqarah adalah surah terpanjang yang memiliki 286 ayat. Sedangkan untuk surah yang terpendek berisikan 3 ayat seperti surah Al Kautsar.

Agama Islam juga merupakan agama Paling Tua di Dunia yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW.

2. Agama Kristen Protestan

Kitab suci Agama Kristen Protestan adalah “INJIL“, yang terdiri dari 66 kitab (39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru).

3. Agama Katolik

Kitab suci Agama Katolik adalah “Alkitab“, yang terdiri dari 72 kitab (Perjanjian Lama terdiri dari 46 kitab sedangkan Perjanjian Baru terdiri dari 27 kitab).

4. Agama Hindu

Kitab suci Agama Hindu adalah Weda, yang biasa disebut juga dengan nama Catur Weda, yaitu Regweda, Yajurweda, Samaweda dan Atharwaweda.

5. Agama Buddha

Kitab suci Agama Buddha adalah Tripitaka.

6. Agama Kong Hu Cu

Kitab suci Agama Kong Hu Cu dibagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu sebagai berikut :
Wu Jing (Kitab Suci yang Lima), terdiri dari : Kitab Sanjak Suci (Shi Jing), Kitab Dokumen Sejarah (Shu Jing), Kitab Wahyu Perubahan (Yi Jing), Kitab Suci Kesusilaan (Li Jing), Kitab Chun-qiu (Chunqiu Jing).

Si Shu (Kitab Yang Empat), terdiri dari : Kitab Ajaran Besar (Da Xue), Kitab Tengah Sempurna (Zhong Yong), Kitab Sabda Suci (Lun Yu), Kitab Mengzi (Meng Zi).

Xiao Jing (Kitab Bhakti)

Demikian penjelasan tentang Umat beragama Di INDONESIA beserta Kitab Suci masing-masing.